alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Seorang WN Malaysia Segera Disidangkan

NUNUKAN – Setelah berkas perkara penyidikan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang masuk ilegal ke Indonesia, diserahkan Imigrasi Kelas II B Nunukan ke Kejari Nunukan.

Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian, Mohd. Feri Andrian mengatakan, dirinya mendampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Muhammad Syailindra, menyerahkan langsung ke Kejaksaan Negeri Nunukan.

Dengan demikian memastikan secara sah dan meyakinkan, WNA berinisial AA itu melakukan Tindak Pidana Keimigrasian, yaitu setiap orang asing yang masuk dan atau berada di wilayah Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku dan atau setiap orang yang dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan Imigrasi, terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Baca Juga :  Penguatan Ekonomi Rumah Tangga, Gelar Pelatihan Olahan Kue

“Itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (1) dan atau Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” ujar Feri kepada media ini.

Setelah proses serah terima oleh Kantor Imigrasi Kelas Nunukan kepada Kejaksaan Negeri Nunukan, selanjutnya AA dipastikan akan menjalani proses persidangan.

Feri menegaskan, Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan bersama instansi lain akan selalu bersinergi untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penegakan hukum di bidang keimigrasian guna mengamankan dan menjaga kedaulatan negara Indonesia.

Tindakan penegakan hukum ini sebagai upaya untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana keimigrasian.

Baca Juga :  Bawa Ikan, WNA Dibekuk Imigrasi

“Diimbau kepada masyarakat juga dapat turut serta mengawasi orang asing
di sekitar kita. Jika ada yang mencurigakan dapat melaporkan kepada Imigrasi Nunukan. Peran pengawasan orang asing bukan hanya oleh Imigrasi Nunukan, tetapi dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat,” harap Feri meneruskan pesan Washington, Kepala Kantor imigrasi Kelas II B Nunukan.

Tersangka AA (38) sendiri, seorang WN berkebangsaan Malaysia merupakan hasil penangkapan petugas Imigrasi Nunukan pada kapal domestik di Pelabuhan Tunon Taka pada tanggal 30 Maret 2022.

Tersangka AA memasuki wilayah Indonesia dengan cara ilegal tanpa membawa dokumen keimigrasian dan hanya membawa Pengenalan Malaysia (Identity Card), kartu SIM (driving license) dan kartu vaksinasi Covid-19. (ash)






Reporter: Riko Aditya

NUNUKAN – Setelah berkas perkara penyidikan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang masuk ilegal ke Indonesia, diserahkan Imigrasi Kelas II B Nunukan ke Kejari Nunukan.

Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian, Mohd. Feri Andrian mengatakan, dirinya mendampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Muhammad Syailindra, menyerahkan langsung ke Kejaksaan Negeri Nunukan.

Dengan demikian memastikan secara sah dan meyakinkan, WNA berinisial AA itu melakukan Tindak Pidana Keimigrasian, yaitu setiap orang asing yang masuk dan atau berada di wilayah Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku dan atau setiap orang yang dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan Imigrasi, terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Baca Juga :  Gerebek Arena Sabung Ayam, Ini yang Dilakukan Polisi di TKP

“Itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (1) dan atau Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” ujar Feri kepada media ini.

Setelah proses serah terima oleh Kantor Imigrasi Kelas Nunukan kepada Kejaksaan Negeri Nunukan, selanjutnya AA dipastikan akan menjalani proses persidangan.

Feri menegaskan, Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan bersama instansi lain akan selalu bersinergi untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penegakan hukum di bidang keimigrasian guna mengamankan dan menjaga kedaulatan negara Indonesia.

Tindakan penegakan hukum ini sebagai upaya untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana keimigrasian.

Baca Juga :  PH Ahli Waris Menyurat BPN

“Diimbau kepada masyarakat juga dapat turut serta mengawasi orang asing
di sekitar kita. Jika ada yang mencurigakan dapat melaporkan kepada Imigrasi Nunukan. Peran pengawasan orang asing bukan hanya oleh Imigrasi Nunukan, tetapi dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat,” harap Feri meneruskan pesan Washington, Kepala Kantor imigrasi Kelas II B Nunukan.

Tersangka AA (38) sendiri, seorang WN berkebangsaan Malaysia merupakan hasil penangkapan petugas Imigrasi Nunukan pada kapal domestik di Pelabuhan Tunon Taka pada tanggal 30 Maret 2022.

Tersangka AA memasuki wilayah Indonesia dengan cara ilegal tanpa membawa dokumen keimigrasian dan hanya membawa Pengenalan Malaysia (Identity Card), kartu SIM (driving license) dan kartu vaksinasi Covid-19. (ash)






Reporter: Riko Aditya

Most Read

Artikel Terbaru

/