alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Perekaman e-KTP Sasar Pemilih Pemula

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan akhirnya melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman e-KTP di Alun-alun Nunukan, Kamis (27/12).

Perekaman e-KTP serentak secara nasional ini difokuskan bagi pemilih pemula yang akan ikut serta dalam pemilihan umum (pemilu) April 2019 mendatang. Pelaksanaan ini sebagaimana surat menteri dalam negeri (mendagri) nomor 471.13/24150/Dukcapil tanggal 17 Desember 2018. “Sampai dengan pukul 10.45 wita tadi pendaftar mencapai 90 orang,” sebut Kepala Disdukcapil Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, program perekaman e-KTP yang pernah dilakukan sebelumnya belum maksimal mendata dan merekam wajib KTP yang mencapai 12.747 orang. Sebab, pelayanan yang sama yang dilakukan sebelumnya hanya mampu mengakomodir 557 orang saja. Artinya, masih tersisa 12.190 orang lagi yang hingga saat ini belum merlakukan perekaman data sebagai program wajib bagi warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Tak Menggugurkan Pencalonan

“Kalau sisa kabupaten harus dicek di sistem kantor dulu. Karena dimungkinkan ada tambahan perekaman di Kecamatan luar Pulau Nunukan. Tapi, kalau untuk perkiraan sementara mendekatilah,” kata Kepala Disdukcapil Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.

Kendati demikian, dengan adanya program gerakan Indonesia sadar administrasi (GISA) kependudukan selama tiga hari itu, masyarakat banyak yang terbantu. Sebab, mereka mendapatkan pelayanan pembaharuan dan pelayanan administarsi kependudukan. Tak hanya perekaman, namun juga pelayanan lainnya. “Rinciannya itu, perekaman 557 orang, pencetakan sebanyak 1.517 dengan  total layanan 2.074 orang,” sebutnya.

Iwan, sapaan akrabnya mengatakan, upaya pihaknya agar masyarakat yang belum merekam data mereka dapat tuntas dan habis ternyata belum mampu dilakukan. Seperti diketahui, program GISA yang diluncurkan Ditjen Adminduk Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh ditargetkan untuk memberi edukasi bagi masyarakat supaya sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan, dan sadar melayani administrasi kependudukan menuju pelayanan yang membahagiakan rakyat.

Baca Juga :  Bawaslu Nunukan Akan Tegas Hadapi Pelanggaran Politik

Sebab, dokumen kependudukan menjadi basis data kependudukan yang sentral dan penting. Karena, data tersebut digunakan tidak hanya untuk kepentingan pilkada, pilpres ataupun pileg semata. Namun untuk semua keperluan dan pelayanan publik. Seperti, BPJS, rumah sakit, surat Izin mengemudi, sertifikat tanah, bank, dan lain-lain.

“Saya berharap, setelah program ini, masyarakat yang belum mereka, khususnya mereka yang memiliki NIK dan termasuk wajib KTP berkesempatan melakukan perekaman sebelum 31 Desember 2019 ini. Karena, jika terlambat, maka data kependudukan yang bersangkuta tidak dapat diakses oleh layanan publik yang mempersyaratkan kepemilikan NIK,” pungkasnya. (oya/eza)

 

 

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan akhirnya melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman e-KTP di Alun-alun Nunukan, Kamis (27/12).

Perekaman e-KTP serentak secara nasional ini difokuskan bagi pemilih pemula yang akan ikut serta dalam pemilihan umum (pemilu) April 2019 mendatang. Pelaksanaan ini sebagaimana surat menteri dalam negeri (mendagri) nomor 471.13/24150/Dukcapil tanggal 17 Desember 2018. “Sampai dengan pukul 10.45 wita tadi pendaftar mencapai 90 orang,” sebut Kepala Disdukcapil Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, program perekaman e-KTP yang pernah dilakukan sebelumnya belum maksimal mendata dan merekam wajib KTP yang mencapai 12.747 orang. Sebab, pelayanan yang sama yang dilakukan sebelumnya hanya mampu mengakomodir 557 orang saja. Artinya, masih tersisa 12.190 orang lagi yang hingga saat ini belum merlakukan perekaman data sebagai program wajib bagi warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Tak Menggugurkan Pencalonan

“Kalau sisa kabupaten harus dicek di sistem kantor dulu. Karena dimungkinkan ada tambahan perekaman di Kecamatan luar Pulau Nunukan. Tapi, kalau untuk perkiraan sementara mendekatilah,” kata Kepala Disdukcapil Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.

Kendati demikian, dengan adanya program gerakan Indonesia sadar administrasi (GISA) kependudukan selama tiga hari itu, masyarakat banyak yang terbantu. Sebab, mereka mendapatkan pelayanan pembaharuan dan pelayanan administarsi kependudukan. Tak hanya perekaman, namun juga pelayanan lainnya. “Rinciannya itu, perekaman 557 orang, pencetakan sebanyak 1.517 dengan  total layanan 2.074 orang,” sebutnya.

Iwan, sapaan akrabnya mengatakan, upaya pihaknya agar masyarakat yang belum merekam data mereka dapat tuntas dan habis ternyata belum mampu dilakukan. Seperti diketahui, program GISA yang diluncurkan Ditjen Adminduk Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh ditargetkan untuk memberi edukasi bagi masyarakat supaya sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan, dan sadar melayani administrasi kependudukan menuju pelayanan yang membahagiakan rakyat.

Baca Juga :  Pohon Mangrove Dijadikan Benteng Pertahanan

Sebab, dokumen kependudukan menjadi basis data kependudukan yang sentral dan penting. Karena, data tersebut digunakan tidak hanya untuk kepentingan pilkada, pilpres ataupun pileg semata. Namun untuk semua keperluan dan pelayanan publik. Seperti, BPJS, rumah sakit, surat Izin mengemudi, sertifikat tanah, bank, dan lain-lain.

“Saya berharap, setelah program ini, masyarakat yang belum mereka, khususnya mereka yang memiliki NIK dan termasuk wajib KTP berkesempatan melakukan perekaman sebelum 31 Desember 2019 ini. Karena, jika terlambat, maka data kependudukan yang bersangkuta tidak dapat diakses oleh layanan publik yang mempersyaratkan kepemilikan NIK,” pungkasnya. (oya/eza)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/