alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Minim Peralatan, Angka Kebakaran Meningkat

NUNUKAN – Terhitung dari periode Januari hingga November, jumlah kebakaran yang terjadi di Nunukan mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, jumlahnya bertambah 5 kejadian.

Dari data Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan Ditahun 2017, periode yang sama, jumlah kebakaran terjadi sebanyak 30 kejadian. Sementara 2018 per-November, sudah sebanyak 35 kejadian.

Sekretaris Disdamkar Nunukan Muhammad Firnanda mengatakan, kebakaran tersebut kebanyakan melanda di daerah padat penduduk serta di daerah pelosok pada sejumlah Kecamatan. Khususnya di daerah kecamatan. Selain itu, kebakaran juga banyak melanda lahan.

“Ya, kebakaran ini banyak melanda daerah Kecamatan. Di daerah kecamatan, peralatan kita terbatas di mana terkadang menjadi kendala personel di lapangan untuk melakukan pemadaman. Namun, hasil akhir pemadaman tetap dilakukan,” ungkap Firnanda.

Baca Juga :  Lokasi Jualan Lendir Ditutup, PSK Alih Profesi Menjadi Ini....

Tentunya dengan meningkatnya jumlah kebakaran tersebut menjadi bahan evaluasi petugas pemadam kebakaran ke depannya. Selanjutnya apa yang seharusnya dilakukan jika kembali dihadapkan keadaan demikian. Peran serta masyarakat yang diharapkan. Berdasarkan pengalaman saat memadamkan api sebelum-sebelumnya, masyarakat yang paling banyak membantu.

Pihaknya mengakui, keterbatasan personel bahkan peralatan pun demikian. Untuk itu peran serta masyarakat juga intansi terkaitlah yang seharusnya diharapkan dalam menangani hal ini kedepannya.

Sebelumnya pihaknya pernah menyampaikan akan mengusulkan tambahan armadanya ke provinsi. Tentunya armada-armada nanti diprioritaskan untuk daerah kecamatan terutama daerah Lumbis dan sekitarnya. Karim mengaku sebenarnya pihak sudah punya satu armada dimasing-masing kecamatan. Namun keadaanya uang sudah termakan usia, tidaklah terlalu bisa diharapkan.

Baca Juga :  Jalan Poros Putus, Tak Kunjung Diperbaiki

“Ya, pasca kejadian kebakaran di Mansalong, kami pernah mengusulkan tambahan armada dari provinsi. Semoga cepat terealisasi,” harapnya.

Dari jumlah kebakaran tersebut, kebakaran terbesar melanda Desa Mansalong Kecamatan Lumbis. Kebakaran heboh itu terjadi sekira pukul 01.30 Wita, Senin (26/11) dan meludeskan 22 rumah rumah warga, 3 rumah toko bahkan beberapa kendaraan motor dan mobil juga dilaporkan terbakar. Beruntung dalam data jumlah kebakaran tersebut tidak pernah memakan korban jiwa. (raw/nri)

 

NUNUKAN – Terhitung dari periode Januari hingga November, jumlah kebakaran yang terjadi di Nunukan mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, jumlahnya bertambah 5 kejadian.

Dari data Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan Ditahun 2017, periode yang sama, jumlah kebakaran terjadi sebanyak 30 kejadian. Sementara 2018 per-November, sudah sebanyak 35 kejadian.

Sekretaris Disdamkar Nunukan Muhammad Firnanda mengatakan, kebakaran tersebut kebanyakan melanda di daerah padat penduduk serta di daerah pelosok pada sejumlah Kecamatan. Khususnya di daerah kecamatan. Selain itu, kebakaran juga banyak melanda lahan.

“Ya, kebakaran ini banyak melanda daerah Kecamatan. Di daerah kecamatan, peralatan kita terbatas di mana terkadang menjadi kendala personel di lapangan untuk melakukan pemadaman. Namun, hasil akhir pemadaman tetap dilakukan,” ungkap Firnanda.

Baca Juga :  Hari Ini Vaksin Massal Dilanjutkan

Tentunya dengan meningkatnya jumlah kebakaran tersebut menjadi bahan evaluasi petugas pemadam kebakaran ke depannya. Selanjutnya apa yang seharusnya dilakukan jika kembali dihadapkan keadaan demikian. Peran serta masyarakat yang diharapkan. Berdasarkan pengalaman saat memadamkan api sebelum-sebelumnya, masyarakat yang paling banyak membantu.

Pihaknya mengakui, keterbatasan personel bahkan peralatan pun demikian. Untuk itu peran serta masyarakat juga intansi terkaitlah yang seharusnya diharapkan dalam menangani hal ini kedepannya.

Sebelumnya pihaknya pernah menyampaikan akan mengusulkan tambahan armadanya ke provinsi. Tentunya armada-armada nanti diprioritaskan untuk daerah kecamatan terutama daerah Lumbis dan sekitarnya. Karim mengaku sebenarnya pihak sudah punya satu armada dimasing-masing kecamatan. Namun keadaanya uang sudah termakan usia, tidaklah terlalu bisa diharapkan.

Baca Juga :  Perda Disetujui, Bersiap Bayar Parkir

“Ya, pasca kejadian kebakaran di Mansalong, kami pernah mengusulkan tambahan armada dari provinsi. Semoga cepat terealisasi,” harapnya.

Dari jumlah kebakaran tersebut, kebakaran terbesar melanda Desa Mansalong Kecamatan Lumbis. Kebakaran heboh itu terjadi sekira pukul 01.30 Wita, Senin (26/11) dan meludeskan 22 rumah rumah warga, 3 rumah toko bahkan beberapa kendaraan motor dan mobil juga dilaporkan terbakar. Beruntung dalam data jumlah kebakaran tersebut tidak pernah memakan korban jiwa. (raw/nri)

 

Most Read

Ini Update Status PPKM di Bulungan

Ular Sepanjang 4 Meter Dievakuasi

Nyatakan Oposisi, Mesra dengan Demokrat

Artikel Terbaru

/