alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Wisata Arung Jeram di Lumbis Diminati Warga Malaysia

NUNUKAN – Destinasi objek wisata baru di Kecamatan Lumbis Pansiangan mulai mencuri perhatian publik. Wisata dengan objek Arung Jeram dan Jetski Giram ini bahkan mulai dilirik wisatawan dari negeri jiran Sabah, Malaysia. Sejak dioperasikan untuk umum Agustus lalu, angka kunjungan ke Lumbis Pansiangan meningkat drastis.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis, S.Sos, mengungkapkan, baru-baru ini puluhan wisatawan mancanegara (wisman) dari wilayah Tawau, Kota Kinabalu dan Keningau, berkunjung ke Lumbis Pansiangan untuk menjajal arung jeram dan jetski giram. “Hal yang menarik perhatian saya, dalam sehari, ada perputaran uang di masyarakat sekitar RM 7.000 (Ringgit Malaysia). Kalau dikurskan ke rupiah, nilanya mencapai Rp 25 juta,” ungkap Lumbis kepada media ini.

Meski tidak menginap di Lumbis Pansiangan, puluhan wisman tersebut menikmati seluruh fasilitas yang disediakan masyarakat. Di antaranya, bermain arung jarum, makan bersama di balai adat, berswafoto dengan anak-anak berpakaian adat dan membeli ikan tangkapan nelayan setempat untuk dibawa pulang ke Malaysia. “Saya secara khusus mendata pendapatan masyarakat saat itu. Saya ingin memastikan efek ekonomi yang diciptakan melalui destinasi wisata ini. Tentu hal yang menggembirakan saat banyak masyarakat mengaku memperoleh sejumlah uang dari menjual hasil kerajinan tangan, menyiapkan makanan dan menjual hasil tangkapan ikan jenis pelian,” imbuh Lumbis.

Baca Juga :  Dua Hari Padam, Sebut PLN ‘Kambuh’ Lagi

Keberadaan arung jeram di Lumbis Pansiangan memang cukup memberi dampak terhadap desa-desa di kecamatan tersebut. Aliran sungai yang dikelilingi giram-giram eksotik, melewati Desa Langgason, Labang, Panas dan Desa Sumentobol. Peserta rafting juga dapat beristirahat di puluhan home stay yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.

Dikatakan Lumbis, semangat menciptakan destinasi wisata di Lumbis Pansiangan lebih kepada mendorong tumbuhnya potensi-potensi ekonomi baru bagi masyarakat di perbatasan. Berbagai jenis usaha wisata sedang diperkenalkan kepada masyarakat setempat. Melalui edukasi berkala, masyarakat ke depannya lebih sadar terhadap peluang ekonomi dari sektor ini. “Masyarakat di kawasan wisata harus menciptakan peluang-peluang ekonomi. Begitu banyak di Lumbis Pansiangan ini yang dapat menjadi sumber ekonomi baru. Apalagi, dana desa (DD) yang digelontorkan pemerintah pusat, akan segera difokuskan untuk membangun desa wisata di berbagai daerah di Tanah Air,” sebut Lumbis.

Baca Juga :  Terbentur Aturan PPBD

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lumbis mengaku telah menerima informasi tentang rencana kunjungan wisatawan lokal dari kecamatan-kecamatan tetangga. Puncak kunjungan di Lumbis Pansiangan diperkirakan terjadi di akhir Desember ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwsata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Nunukan, Drs. Syafarudin mengatakan, langkah yang dipilih Kecamatan Lumbis Pansiangan mengembangkan sektor pariwisata merupakan pilihan yang tepat. Menurutnya, sektor pariwisata di banyak daerah saat ini, menjadi salah satu unggulan dalam mendorong peningkatan ekonomi daerah.

“Multiefek ekonomi dari sektor pariwisata begitu kuat. Sudah banyak daerah yang berhasil membangun daerah mereka dengan menonjolkan potensi wisata. Lumbis Pansiangan tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah tersebut. Tahun depan, kami akan mulai menghadirkan even-even skala lokal untuk menunjang dan memperkenalkan Lumbis Pansiangan,” pungkas Syafarudin. (dra/lim)

NUNUKAN – Destinasi objek wisata baru di Kecamatan Lumbis Pansiangan mulai mencuri perhatian publik. Wisata dengan objek Arung Jeram dan Jetski Giram ini bahkan mulai dilirik wisatawan dari negeri jiran Sabah, Malaysia. Sejak dioperasikan untuk umum Agustus lalu, angka kunjungan ke Lumbis Pansiangan meningkat drastis.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis, S.Sos, mengungkapkan, baru-baru ini puluhan wisatawan mancanegara (wisman) dari wilayah Tawau, Kota Kinabalu dan Keningau, berkunjung ke Lumbis Pansiangan untuk menjajal arung jeram dan jetski giram. “Hal yang menarik perhatian saya, dalam sehari, ada perputaran uang di masyarakat sekitar RM 7.000 (Ringgit Malaysia). Kalau dikurskan ke rupiah, nilanya mencapai Rp 25 juta,” ungkap Lumbis kepada media ini.

Meski tidak menginap di Lumbis Pansiangan, puluhan wisman tersebut menikmati seluruh fasilitas yang disediakan masyarakat. Di antaranya, bermain arung jarum, makan bersama di balai adat, berswafoto dengan anak-anak berpakaian adat dan membeli ikan tangkapan nelayan setempat untuk dibawa pulang ke Malaysia. “Saya secara khusus mendata pendapatan masyarakat saat itu. Saya ingin memastikan efek ekonomi yang diciptakan melalui destinasi wisata ini. Tentu hal yang menggembirakan saat banyak masyarakat mengaku memperoleh sejumlah uang dari menjual hasil kerajinan tangan, menyiapkan makanan dan menjual hasil tangkapan ikan jenis pelian,” imbuh Lumbis.

Baca Juga :  Bripka Indra Diganjar Penghargaan

Keberadaan arung jeram di Lumbis Pansiangan memang cukup memberi dampak terhadap desa-desa di kecamatan tersebut. Aliran sungai yang dikelilingi giram-giram eksotik, melewati Desa Langgason, Labang, Panas dan Desa Sumentobol. Peserta rafting juga dapat beristirahat di puluhan home stay yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.

Dikatakan Lumbis, semangat menciptakan destinasi wisata di Lumbis Pansiangan lebih kepada mendorong tumbuhnya potensi-potensi ekonomi baru bagi masyarakat di perbatasan. Berbagai jenis usaha wisata sedang diperkenalkan kepada masyarakat setempat. Melalui edukasi berkala, masyarakat ke depannya lebih sadar terhadap peluang ekonomi dari sektor ini. “Masyarakat di kawasan wisata harus menciptakan peluang-peluang ekonomi. Begitu banyak di Lumbis Pansiangan ini yang dapat menjadi sumber ekonomi baru. Apalagi, dana desa (DD) yang digelontorkan pemerintah pusat, akan segera difokuskan untuk membangun desa wisata di berbagai daerah di Tanah Air,” sebut Lumbis.

Baca Juga :  Kado HUT Bumi Penekindi Debaya

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lumbis mengaku telah menerima informasi tentang rencana kunjungan wisatawan lokal dari kecamatan-kecamatan tetangga. Puncak kunjungan di Lumbis Pansiangan diperkirakan terjadi di akhir Desember ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwsata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Nunukan, Drs. Syafarudin mengatakan, langkah yang dipilih Kecamatan Lumbis Pansiangan mengembangkan sektor pariwisata merupakan pilihan yang tepat. Menurutnya, sektor pariwisata di banyak daerah saat ini, menjadi salah satu unggulan dalam mendorong peningkatan ekonomi daerah.

“Multiefek ekonomi dari sektor pariwisata begitu kuat. Sudah banyak daerah yang berhasil membangun daerah mereka dengan menonjolkan potensi wisata. Lumbis Pansiangan tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah tersebut. Tahun depan, kami akan mulai menghadirkan even-even skala lokal untuk menunjang dan memperkenalkan Lumbis Pansiangan,” pungkas Syafarudin. (dra/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/