alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Lagi, Imigrasi Deportasi 43 WNA

NUNUKAN – Imigrasi Kelas II Nunukan telah mendeportasi setidaknya 43 Warga Negara Asing (WNA) ke negaranya masing-masing. Data itu merupakan akumulasi deportasi sejak Januari hingga Desember 2018.

Angka deportasi tersebut pun didominasi WNA asal Malaysia. Dari 43 orang WNA, ada 38 WNA asal Malaysia yang dideportasi. Lima sisanya merupakan WNA asal India. Itu diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo kepada media ini.

“Ya, dari data terakhir yang kami himpun, sudah ada sebanyak 43 orang WNA yang dideportasi tahun ini. Apakah akan bertambah di sisa waktu yang ada, nanti kita lihat lagi,” ujar Bimo ketika dikonfirmasi, kemarin.

Bimo menjelaskan, dari 38 WNA Malaysia yang dideportasi tersebut, sebanyak 36 dikarenakan pelanggaran keimigrasian, seperti masuk wilayah Indonesia secara ilegal. Sementara duanya lagi, lantaran tersandung kasus narkoba.

Baca Juga :  Hati-Hati Bacaleg Curi Start

Salah satunya adalah  Ahmad Bin Ibrahim (27). WNA asal Malaysia tersebut telah selesai menjalani hukuman kurungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Nunukan, selama 5 tahun. Ia sebelumnya terjerat tindak pidana narkotika.

Sementara salah seorang lainnya adalah Dawat Edmen Padan (43). Ia ditangkap tanpa dokumen keimigrasian oleh Satgas Pamtas di Long Midang, Krayan. Pasca bebas, keduanya diserahkan ke Imigrasi Kelas II Nunukan. Mereka juga sempat didetensi selama 15 hari di Imigrasi Kelas II Nunukan hingga akhirnya dideportasi.

Selain itu, Imigrasi juga pernah mendeportasi 5 WNA asal India yang sempat meresahkan warga Nunukan dengan meminta-minta sumbangan di rumah-rumah dan toko seputaran Nunukan Tengah dan Nunukan Timur. Kelimanya berasal dari Tawau Malaysia, menggunakan kapal resmi via Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang Arus Mudik di Pelabuhan Mulai Surut

Kelimanya memiliki paspor India. Mereka juga menggunakan cap bebas visa wisata yang berlaku selama 30 hari. Kelimanya tidak bisa berbahasa Indonesia. Personel Imigrasi berkomunikasi dengan mereka menggunakan baha ingris. Hasil dari meminta-minta sudah berjumlah sekira Rp 1,5 juta. Modus mereka meminta-minta sembari meramal dan mendoakan kesuksesan korbannya.

Terakhir, Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi anak perempuan di bawah umur WNA asal Malaysia yang diamankan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan karena masuk secara ilegal tanpa dokumen resmi.

Anak Baru Gede (ABG) berinisial DD tersebut, telah diberikan akuan cemas atau paspor sekali jalan dari konsulat jenderal Malaysia. Sehingga ia pun akan dipulangkan ke Tawau melalui Pelabuhan Nunukan Jumat (21/12) lalu. (raw/zia)

NUNUKAN – Imigrasi Kelas II Nunukan telah mendeportasi setidaknya 43 Warga Negara Asing (WNA) ke negaranya masing-masing. Data itu merupakan akumulasi deportasi sejak Januari hingga Desember 2018.

Angka deportasi tersebut pun didominasi WNA asal Malaysia. Dari 43 orang WNA, ada 38 WNA asal Malaysia yang dideportasi. Lima sisanya merupakan WNA asal India. Itu diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo kepada media ini.

“Ya, dari data terakhir yang kami himpun, sudah ada sebanyak 43 orang WNA yang dideportasi tahun ini. Apakah akan bertambah di sisa waktu yang ada, nanti kita lihat lagi,” ujar Bimo ketika dikonfirmasi, kemarin.

Bimo menjelaskan, dari 38 WNA Malaysia yang dideportasi tersebut, sebanyak 36 dikarenakan pelanggaran keimigrasian, seperti masuk wilayah Indonesia secara ilegal. Sementara duanya lagi, lantaran tersandung kasus narkoba.

Baca Juga :  Sampai di Nunukan, Seluruh Pekerja Migran Wajib Jalani Rapid Test

Salah satunya adalah  Ahmad Bin Ibrahim (27). WNA asal Malaysia tersebut telah selesai menjalani hukuman kurungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Nunukan, selama 5 tahun. Ia sebelumnya terjerat tindak pidana narkotika.

Sementara salah seorang lainnya adalah Dawat Edmen Padan (43). Ia ditangkap tanpa dokumen keimigrasian oleh Satgas Pamtas di Long Midang, Krayan. Pasca bebas, keduanya diserahkan ke Imigrasi Kelas II Nunukan. Mereka juga sempat didetensi selama 15 hari di Imigrasi Kelas II Nunukan hingga akhirnya dideportasi.

Selain itu, Imigrasi juga pernah mendeportasi 5 WNA asal India yang sempat meresahkan warga Nunukan dengan meminta-minta sumbangan di rumah-rumah dan toko seputaran Nunukan Tengah dan Nunukan Timur. Kelimanya berasal dari Tawau Malaysia, menggunakan kapal resmi via Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Baca Juga :  Dari Pengantar Surat Kini Beromzet Puluhan Miliar

Kelimanya memiliki paspor India. Mereka juga menggunakan cap bebas visa wisata yang berlaku selama 30 hari. Kelimanya tidak bisa berbahasa Indonesia. Personel Imigrasi berkomunikasi dengan mereka menggunakan baha ingris. Hasil dari meminta-minta sudah berjumlah sekira Rp 1,5 juta. Modus mereka meminta-minta sembari meramal dan mendoakan kesuksesan korbannya.

Terakhir, Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi anak perempuan di bawah umur WNA asal Malaysia yang diamankan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan karena masuk secara ilegal tanpa dokumen resmi.

Anak Baru Gede (ABG) berinisial DD tersebut, telah diberikan akuan cemas atau paspor sekali jalan dari konsulat jenderal Malaysia. Sehingga ia pun akan dipulangkan ke Tawau melalui Pelabuhan Nunukan Jumat (21/12) lalu. (raw/zia)

Most Read

Artikel Terbaru

/