alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Dilema Runway Ditambah, Rumah Warga Jadi Korban

NUNUKAN – Panjang bandar udara (bandara) Nunukan, kini mencapai 1.450 meter. Pendaratan hanya dapat digunakan khusus maskapai jenis avions de transport regional (ATR) 72 dan mengangkut penumpang dengan jarak pendek.

Sedangkan untuk maskapai jenis boeing belum dapat mendarat di Bandara Nunukan, karena panjang runway bandara belum mencukupi yakni sesuai standar jarak sekira 1.800 meter. Dilemanya saat ini, jika Bandara Nunukan dipaksakan untuk melakukan pemanjangan dan pelebaran bandara, maka rumah warga akan tergeser.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar.  Menurutnya, jika dipaksakan maka jalan yang ada di sekitar bandara akan habis digeser. Begitu pula dengan rumah yang ada di sekitar bandara.

Baca Juga :  Solusi Bangun Penangkaran Buaya

“Pertanyaan sekarang siapkah, rumah warga digeser karena lebar bandara harus ditambah,” kata Nurul Anwar.

Dia menjelaskan, untuk lahan bandara Nunukan diserahkan kepada pemerintah daerah. Pihak Bandara Nunukan, jika lahan ada maka siap dilakukan penambahan, perpanjangan dan pelebaran landasan pesawat mendarat.

Panjang runway bandara seharusnya mencapai 1.800 hingga 2.000 meter. Maka lebar runway harus mencapai 300 meter. Saat ini lebar dan panjang bandara yang sulit ditambah. Karena telah mentok, saat ini hanya dapat mendarat maskapai jenis ATR 42.

Jika tak dilakukan pelebaran bandara, maka secara otomatis tidak dapat melakukan penerbangan dengan jarak jauh. Seperti Nunukan langsung ke Jakarta atau Nunukan ke Makassar. “Bisa dari Nunukan ke Jakarta. Namun transit dulu di Tarakan. Lalu melanjutkan penerbangan ke Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Jasa Pelayaran Speedboat Masih Stabil

Untuk mendarat maskapai jenis Boeing tidak terlalu sulit, jika sarana dan prasarana layak. Sisa meminta izin untuk penambahan rute. Karena sebagai status kabupaten tetap layak melakukan penerbangan jarak jauh, seperti di Kabupaten Berau.

Ia menambahkan, Bandara di Kabupaten Berau panjang runway telah mencapai 2.000 meter, lebar 300 meter. Sangat layak menerima penerbangan jarak jauh. Saat ini lebar bandara Nunukan hanya 80 meter, dan untuk melakukan pembebasan lahan sangat sulit.

“Pembebasan lahan cukup lama baru selesai. Sebagai pihak bandara tetap selalu mendukung pembangunan bandara Nunukan ini,” tambahnya. (nal/zia)

 

NUNUKAN – Panjang bandar udara (bandara) Nunukan, kini mencapai 1.450 meter. Pendaratan hanya dapat digunakan khusus maskapai jenis avions de transport regional (ATR) 72 dan mengangkut penumpang dengan jarak pendek.

Sedangkan untuk maskapai jenis boeing belum dapat mendarat di Bandara Nunukan, karena panjang runway bandara belum mencukupi yakni sesuai standar jarak sekira 1.800 meter. Dilemanya saat ini, jika Bandara Nunukan dipaksakan untuk melakukan pemanjangan dan pelebaran bandara, maka rumah warga akan tergeser.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar.  Menurutnya, jika dipaksakan maka jalan yang ada di sekitar bandara akan habis digeser. Begitu pula dengan rumah yang ada di sekitar bandara.

Baca Juga :  Garis Batas Negara di Kaltara Masih Bermasalah

“Pertanyaan sekarang siapkah, rumah warga digeser karena lebar bandara harus ditambah,” kata Nurul Anwar.

Dia menjelaskan, untuk lahan bandara Nunukan diserahkan kepada pemerintah daerah. Pihak Bandara Nunukan, jika lahan ada maka siap dilakukan penambahan, perpanjangan dan pelebaran landasan pesawat mendarat.

Panjang runway bandara seharusnya mencapai 1.800 hingga 2.000 meter. Maka lebar runway harus mencapai 300 meter. Saat ini lebar dan panjang bandara yang sulit ditambah. Karena telah mentok, saat ini hanya dapat mendarat maskapai jenis ATR 42.

Jika tak dilakukan pelebaran bandara, maka secara otomatis tidak dapat melakukan penerbangan dengan jarak jauh. Seperti Nunukan langsung ke Jakarta atau Nunukan ke Makassar. “Bisa dari Nunukan ke Jakarta. Namun transit dulu di Tarakan. Lalu melanjutkan penerbangan ke Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Perdagangan Lintas Batas Kembali Difokuskan

Untuk mendarat maskapai jenis Boeing tidak terlalu sulit, jika sarana dan prasarana layak. Sisa meminta izin untuk penambahan rute. Karena sebagai status kabupaten tetap layak melakukan penerbangan jarak jauh, seperti di Kabupaten Berau.

Ia menambahkan, Bandara di Kabupaten Berau panjang runway telah mencapai 2.000 meter, lebar 300 meter. Sangat layak menerima penerbangan jarak jauh. Saat ini lebar bandara Nunukan hanya 80 meter, dan untuk melakukan pembebasan lahan sangat sulit.

“Pembebasan lahan cukup lama baru selesai. Sebagai pihak bandara tetap selalu mendukung pembangunan bandara Nunukan ini,” tambahnya. (nal/zia)

 

Most Read

Tabrak Anjing, Pengendara Tewas

Sampel PCR Dikirim ke Jakarta Lagi

MUI Garap Fatwa Baru

Artikel Terbaru

/