alexametrics
28.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Jasad Korban yang Diterkam Buaya Utuh

NUNUKAN – Pencarian terhadap Johansyah (45) yang diduga diterkam buaya di perairan Sungai Tepian akhirnya membuahkan hasil. Warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Nunukan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Keponakan Johansyah, Syahdalifah saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pamannya telah ditemukan setelah tiga hari dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan. “Tadi, kami ditelepon sekitar jam 3 sudah ditemukan,” kata Syahdalifah kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Minggu (26/6).

Korban, kata Syahdalifah, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan  jasad  dalam kondisi utuh. Hanya ada bekas gigitan dekat tumit saja. “Jasadnya mengapung di permukaan air. Tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tepian, Kardiansyah mengatakan, pencarian korban sudah dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Namun, belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Jadi Korban TPPO, Dua Wanita Ini Kantongi Paspor Palsu

“Tadi siang pencarian diperluas. Ada yang masuk ke dalam sungai ada juga yang mencari korban menggunakan pancing,” bebernya.

Namun, kata dia, korban belum juga ditemukan. Namun, pada sore hari korban ditemukan mengapung di permukan air. “Lokasi penemuan korban ini tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan radius 500 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke rumah.

“Korban kita temukan sekitar pukul 16.10 Wita,” bebernya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama dua hari. Namun, belum membuahkan hasil. Kemudian, di hari ketiga ini akhirnya ditemukan. “Jasad korban mengapung di permukaan air,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dalam 5 Jam, Kebakaran Dua Kali Terjadi di Sebatik

Dengan adanya kejadian ini, Kantor SAR Tarakan mengimbau masyarakat berhati-hari dalam melaksanakan  aktivitas nelayan. Khususnya, pada malam hari. Apalagi kejadian ini bukan kali pertama terjadi.

“Biasanya di area tambak itu banyak dihuni binatang buas. Salah satunya buaya. Jadi, kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai,” bebernya.

Kemudian, para nelayan juga diminta untuk tetap memperhatikan keamanan. Seperti, penggunaan life jacket atau baju pelampung dalam melakukan aktivitas nelayan.

“Tetap safety saat melakukan aktivitas nelayan,” pesannya. (*)






Reporter: Fijai Pasaruja

NUNUKAN – Pencarian terhadap Johansyah (45) yang diduga diterkam buaya di perairan Sungai Tepian akhirnya membuahkan hasil. Warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Nunukan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Keponakan Johansyah, Syahdalifah saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pamannya telah ditemukan setelah tiga hari dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan. “Tadi, kami ditelepon sekitar jam 3 sudah ditemukan,” kata Syahdalifah kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Minggu (26/6).

Korban, kata Syahdalifah, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan  jasad  dalam kondisi utuh. Hanya ada bekas gigitan dekat tumit saja. “Jasadnya mengapung di permukaan air. Tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tepian, Kardiansyah mengatakan, pencarian korban sudah dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Namun, belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Masuk Perairan Indonesia Bawa Bom Ikan, Tiga WN Malaysia Diamankan

“Tadi siang pencarian diperluas. Ada yang masuk ke dalam sungai ada juga yang mencari korban menggunakan pancing,” bebernya.

Namun, kata dia, korban belum juga ditemukan. Namun, pada sore hari korban ditemukan mengapung di permukan air. “Lokasi penemuan korban ini tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan radius 500 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke rumah.

“Korban kita temukan sekitar pukul 16.10 Wita,” bebernya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama dua hari. Namun, belum membuahkan hasil. Kemudian, di hari ketiga ini akhirnya ditemukan. “Jasad korban mengapung di permukaan air,” ungkapnya.

Baca Juga :  76 TKI dari Malaysia Positif Covid-19, Dirawat di Rusunawa

Dengan adanya kejadian ini, Kantor SAR Tarakan mengimbau masyarakat berhati-hari dalam melaksanakan  aktivitas nelayan. Khususnya, pada malam hari. Apalagi kejadian ini bukan kali pertama terjadi.

“Biasanya di area tambak itu banyak dihuni binatang buas. Salah satunya buaya. Jadi, kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai,” bebernya.

Kemudian, para nelayan juga diminta untuk tetap memperhatikan keamanan. Seperti, penggunaan life jacket atau baju pelampung dalam melakukan aktivitas nelayan.

“Tetap safety saat melakukan aktivitas nelayan,” pesannya. (*)






Reporter: Fijai Pasaruja

Most Read

Artikel Terbaru

/