alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Sawit Goes to School, Generasi Muda Perbatasan Diedukasi

NUNUKAN – Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali menggelar “Sawit Goes to School” di daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan tepatnya di SMK Negeri 1 Sebatik Barat pada Kamis (21/7).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hendris, S.P., M.P mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan dalam industri kelapa sawit dengan pemikiran-pemikiran yang baru dan mengembangkan SDM di daerah perbatasan khususnya di dunia perkelapasawitan.

Adapun kegiatan ‘Sawit Goes to School’ Kabupaten Nunukan,klaster Sebatik Barat ini, pendanaannya di-support sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi kelapa sawit di bidang pangan, ekonomi dan energi di kawasan perbatasan.

“Melalui program ini kami juga menyiapkan minat dan mengedukasi generasi muda yang berada di daerah perbatasan tentang pentingnya komitmen keberlanjutan di industri kelapa sawit dan tetap mengembangkan potensi kelapa sawit yang cukup tinggi di daerah perbatasan,” ujar Hendris kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Senin (25/7).

Baca Juga :  Warga Perbatasan Siap Tinggalkan Sembako ‘Jiran’, Ini Syaratnya...

Adapun sasaran utama dari kegiatan kali ini guru dan siswa dari delapan sekolah, yakni SMK Negeri 1 Sebatik Barat, SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, SMA Taruna Sebatik Utara, SMA Negeri 1 Sebatik, SMKS Mutiara Bangsa Sebatik, SMKS Nurul Iman Sebatik Timur, MA YIPS Desa Tanjung Harapan dan MA Assadia Sungai Nyamuk.

Total pesertanya berjumlah 24 orang yang terdiri dari 16 siswa dan 8 guru yang merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah.

Selaku ketua tim, Hendris berharap kegiatan ini dapat menambah literasi sawit yang lebih baik kepada generasi muda dan dunia pendidikan, serta memberikan keseimbangan informasi mengenai kelapa sawit, khususnya di daerah perbatasan agar tidak terjadi salah persepsi.

Baca Juga :  Minim IMB, Lemah Penindakan

Karena, harus diketahui bersama bahwa kelapa sawit ini banyak memberikan kontribusi, baik itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, maupun dari sisi pendapatan daerah dan negara.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Elly Jumiati, S.P., M.P selaku perwakilan dari Dekan Fakultas Pertanian UBT, selanjutnya menghadirkan Darwis dari Gapki, Muh. Khoirudin dari Apkasindo dan perwakilan dari anggota Komisi II DPRD Kaltara, serta Dr. Nia Kurniasih, S.P., M.P dari UBT.

Hadir pada acara tersebut Aida Fitria, Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS dan Kepala Dinas Pendidikan perwakilan Nunukan Drs. Warsito. (iwk)

NUNUKAN – Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali menggelar “Sawit Goes to School” di daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan tepatnya di SMK Negeri 1 Sebatik Barat pada Kamis (21/7).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hendris, S.P., M.P mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan dalam industri kelapa sawit dengan pemikiran-pemikiran yang baru dan mengembangkan SDM di daerah perbatasan khususnya di dunia perkelapasawitan.

Adapun kegiatan ‘Sawit Goes to School’ Kabupaten Nunukan,klaster Sebatik Barat ini, pendanaannya di-support sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi kelapa sawit di bidang pangan, ekonomi dan energi di kawasan perbatasan.

“Melalui program ini kami juga menyiapkan minat dan mengedukasi generasi muda yang berada di daerah perbatasan tentang pentingnya komitmen keberlanjutan di industri kelapa sawit dan tetap mengembangkan potensi kelapa sawit yang cukup tinggi di daerah perbatasan,” ujar Hendris kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Senin (25/7).

Baca Juga :  Selesaikan Persoalan Plasma,DPRD Bulungan Stuban ke Berau

Adapun sasaran utama dari kegiatan kali ini guru dan siswa dari delapan sekolah, yakni SMK Negeri 1 Sebatik Barat, SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, SMA Taruna Sebatik Utara, SMA Negeri 1 Sebatik, SMKS Mutiara Bangsa Sebatik, SMKS Nurul Iman Sebatik Timur, MA YIPS Desa Tanjung Harapan dan MA Assadia Sungai Nyamuk.

Total pesertanya berjumlah 24 orang yang terdiri dari 16 siswa dan 8 guru yang merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah.

Selaku ketua tim, Hendris berharap kegiatan ini dapat menambah literasi sawit yang lebih baik kepada generasi muda dan dunia pendidikan, serta memberikan keseimbangan informasi mengenai kelapa sawit, khususnya di daerah perbatasan agar tidak terjadi salah persepsi.

Baca Juga :  Kodim Ajak Masyarakat Proaktif

Karena, harus diketahui bersama bahwa kelapa sawit ini banyak memberikan kontribusi, baik itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, maupun dari sisi pendapatan daerah dan negara.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Elly Jumiati, S.P., M.P selaku perwakilan dari Dekan Fakultas Pertanian UBT, selanjutnya menghadirkan Darwis dari Gapki, Muh. Khoirudin dari Apkasindo dan perwakilan dari anggota Komisi II DPRD Kaltara, serta Dr. Nia Kurniasih, S.P., M.P dari UBT.

Hadir pada acara tersebut Aida Fitria, Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS dan Kepala Dinas Pendidikan perwakilan Nunukan Drs. Warsito. (iwk)

Most Read

Dessert Natal Populer Mancanegara

Tak Paksakan Pemberian Vaksin MR

Danrem Ingatkan Disiplin Prokes

Artikel Terbaru

/