alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Malaysia Deportasi 155 PMI di Tengah Pandemi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (17/12) sekitar pukul 14.00 WITA.

Deportasi PMI dari Tawau Malaysia ini merupakan yang pertama pasca Pemerintah Malaysia memperpanjang masa Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau lockdown di tengah pandemi Covid-19 sekitar empat bulan lalu.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nunukan, Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing, SIK, mengatakan, dari jumlah yang diterima sebanyak 155 orang ini rincian kasusnya masuk secara ilegal 55 orang, sedangkan tinggal lebih masa atau overstay 43 orang. Sementara kasus narkoba 31 orang dan tindakan kriminal 26 orang.

“Dari 155 orang yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia, terdiri dari 111 laki-laki dewasa, perempuan 24 orang, anak laki-laki 12 orang dan anak perempuan 8 orang,” ungkapnya kepada media ini.

Lanjutnya, PMI dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau ini dipastikan aman dari Covid-19. Karena sebelum dipulangkan, mereka telah malakukan tes PCR dan hasilnya nonreaktif. ” Hasil bukti tes PCR ini selanjutnya divalidasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan,” terangnya.

Baca Juga :  Permukiman Jalan Lumba-Lumba Membara

Selanjutnya, PMI ini kemudian ditampung selama lima hari di rusunawa untuk diberikan pembekalan maupun wawasan kewarganegaraan. Selain itu, juga dilakukan pendataan lalu dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Dijelaskan Hotma, PMI yang berasal dari wilayah Sulawesi dan NTT nantinya akan dipulangkan lewat angkutan laut. Sedangkan untuk wilayah Jawa dan Sumatera akan menggunakan pesawat dan biaya pemulangan ini menggunakan anggaran BP2MI. Jika ada PMI yang ingin kembali ke Malaysia, Hotma sarankan lebih baik mereka melengkapi dokumen sambil menunggu Malaysia tidak lockdown lagi.

“Bagi mereka yang ingin bekerja di Nunukan, kita juga bekerja sama dengan Disnakertrans sehingga pemda nantinya yang akan mencari peluang kerja di Nunukan. Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman akan kita fasilitasi hingga di depan rumahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  TNI dan TDM Bersenjata Lengkap Bertemu di Perbatasan

Untuk deportan dengan kasus narkoba, UPT BP2MI Nunukan akan berkordinasi dengan BNN Nunukan untuk dilakukan asesmen. “Kalau yang narkoba, namanya akan kita koordinasi dengan BNN Nunukan kemudian mereka akan lakukan monitoring kemudian asesmen,” tuturnya.

Salah seorang deportan dengan kasus overstay, Muhammad Don mengaku akan kembali ke kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan. “Selama 30 tahun di Malaysia, baru ini pertama kali saya ditangkap,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak ada keinginan untuk kembali lagi ke Malaysia. Sebab, sejak lockdown, peluang kerja di negeri jiran tersebut sulit didapatkan. Don dan beberapa rekannya sepakat untuk memulai peruntungan mereka di negeri sendiri. Dengan bekal modal seadanya, Don ingin memulai usaha kecil-kecilan di kampung halaman. (chm/eza)

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (17/12) sekitar pukul 14.00 WITA.

Deportasi PMI dari Tawau Malaysia ini merupakan yang pertama pasca Pemerintah Malaysia memperpanjang masa Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau lockdown di tengah pandemi Covid-19 sekitar empat bulan lalu.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nunukan, Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing, SIK, mengatakan, dari jumlah yang diterima sebanyak 155 orang ini rincian kasusnya masuk secara ilegal 55 orang, sedangkan tinggal lebih masa atau overstay 43 orang. Sementara kasus narkoba 31 orang dan tindakan kriminal 26 orang.

“Dari 155 orang yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia, terdiri dari 111 laki-laki dewasa, perempuan 24 orang, anak laki-laki 12 orang dan anak perempuan 8 orang,” ungkapnya kepada media ini.

Lanjutnya, PMI dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau ini dipastikan aman dari Covid-19. Karena sebelum dipulangkan, mereka telah malakukan tes PCR dan hasilnya nonreaktif. ” Hasil bukti tes PCR ini selanjutnya divalidasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan,” terangnya.

Baca Juga :  Pleno Terbuka di PPK Dijaga Ketat Polisi

Selanjutnya, PMI ini kemudian ditampung selama lima hari di rusunawa untuk diberikan pembekalan maupun wawasan kewarganegaraan. Selain itu, juga dilakukan pendataan lalu dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Dijelaskan Hotma, PMI yang berasal dari wilayah Sulawesi dan NTT nantinya akan dipulangkan lewat angkutan laut. Sedangkan untuk wilayah Jawa dan Sumatera akan menggunakan pesawat dan biaya pemulangan ini menggunakan anggaran BP2MI. Jika ada PMI yang ingin kembali ke Malaysia, Hotma sarankan lebih baik mereka melengkapi dokumen sambil menunggu Malaysia tidak lockdown lagi.

“Bagi mereka yang ingin bekerja di Nunukan, kita juga bekerja sama dengan Disnakertrans sehingga pemda nantinya yang akan mencari peluang kerja di Nunukan. Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman akan kita fasilitasi hingga di depan rumahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Motor Balap Liar Ditilang, Ditahan 3 Bulan

Untuk deportan dengan kasus narkoba, UPT BP2MI Nunukan akan berkordinasi dengan BNN Nunukan untuk dilakukan asesmen. “Kalau yang narkoba, namanya akan kita koordinasi dengan BNN Nunukan kemudian mereka akan lakukan monitoring kemudian asesmen,” tuturnya.

Salah seorang deportan dengan kasus overstay, Muhammad Don mengaku akan kembali ke kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan. “Selama 30 tahun di Malaysia, baru ini pertama kali saya ditangkap,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak ada keinginan untuk kembali lagi ke Malaysia. Sebab, sejak lockdown, peluang kerja di negeri jiran tersebut sulit didapatkan. Don dan beberapa rekannya sepakat untuk memulai peruntungan mereka di negeri sendiri. Dengan bekal modal seadanya, Don ingin memulai usaha kecil-kecilan di kampung halaman. (chm/eza)

Most Read

Usulkan Anggaran ke Kementerian PUPR

Persentase Masyarakat Miskin Turun

Artikel Terbaru

/