alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Meski Kasus Corona Naik, Poli Umum RSUD Nunukan Tetap Normal

RSUD Nunukan pun ikut meningkatkan pelayanan dan terus melakukan pengawasan ketat menyikapi peningkatan kasus. “Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat ada 32 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan, Red) ada 24 orang,” sebut Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman melalui Kepala Bagian Pengembangan dan Kemitraan RSUD Nunukan, Khairil, S.Si, Apt, Senin (14/12).

Dikatakan, saat ini para pasien dirawat di ruangan yang telah disiapkan khusus. Tapi, untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, RSUD telah menyediakan tempat lain yang masih berada di lingkungan RSUD. “Untuk ruangan masih mampu. Kecuali nakes (tenaga kesehatan, Red) memang kekurangan. Tapi dari manajemen sudah mengatur dengan memaksimalkan tenaga yang ada dan menempatkan nakes dari ruangan lain ke Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Dapil III Desak PLBN Tulin Onsoi

Meskipun ada peningkatan pasien Covid-19, lanjutnya, untuk pelayanan di Bagian Poli Umum tetap dibuka secara normal. Sebab, pasien yang membutuhkan pelayanan juga ada. “Tapi, tetap dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, tidak asal saja,” tegasnya.

Berbeda dengan masayarakat yang ingin membesuk pasien rawat inap. Untuk sementara ini, kata Khairil, ditiadakan. Dikhawatirkan terjadi kerumunan massa dan dapat meningkatkan penularan Covid-19 ini. “ Jadi, semua jam besuk pasien ditiadakan untuk sementara,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini, situasi RSUD Nunukan saat ini memang terlihat mencekam. Sejak meningkatnya jumlah pasien Covid-19 hanya ada beberapa nakes dan pegawai yang melewati koridor RSUD Nunukan.

Dua gedung khusus isolasi di RSUD juga telah difungsikan. Gedung isolasi Covid-19 ini pertama kali dioperasikan pasca diresmikan September lalu. “Gedung ini digunakan untuk merawat pasien yang sakit karena virus atau penyakit mudah menular seperti Covid-19 dan flu burung,” ungkap Dulman.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

RSUD Nunukan pun ikut meningkatkan pelayanan dan terus melakukan pengawasan ketat menyikapi peningkatan kasus. “Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat ada 32 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan, Red) ada 24 orang,” sebut Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman melalui Kepala Bagian Pengembangan dan Kemitraan RSUD Nunukan, Khairil, S.Si, Apt, Senin (14/12).

Dikatakan, saat ini para pasien dirawat di ruangan yang telah disiapkan khusus. Tapi, untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, RSUD telah menyediakan tempat lain yang masih berada di lingkungan RSUD. “Untuk ruangan masih mampu. Kecuali nakes (tenaga kesehatan, Red) memang kekurangan. Tapi dari manajemen sudah mengatur dengan memaksimalkan tenaga yang ada dan menempatkan nakes dari ruangan lain ke Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Dapil III Desak PLBN Tulin Onsoi

Meskipun ada peningkatan pasien Covid-19, lanjutnya, untuk pelayanan di Bagian Poli Umum tetap dibuka secara normal. Sebab, pasien yang membutuhkan pelayanan juga ada. “Tapi, tetap dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, tidak asal saja,” tegasnya.

Berbeda dengan masayarakat yang ingin membesuk pasien rawat inap. Untuk sementara ini, kata Khairil, ditiadakan. Dikhawatirkan terjadi kerumunan massa dan dapat meningkatkan penularan Covid-19 ini. “ Jadi, semua jam besuk pasien ditiadakan untuk sementara,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini, situasi RSUD Nunukan saat ini memang terlihat mencekam. Sejak meningkatnya jumlah pasien Covid-19 hanya ada beberapa nakes dan pegawai yang melewati koridor RSUD Nunukan.

Dua gedung khusus isolasi di RSUD juga telah difungsikan. Gedung isolasi Covid-19 ini pertama kali dioperasikan pasca diresmikan September lalu. “Gedung ini digunakan untuk merawat pasien yang sakit karena virus atau penyakit mudah menular seperti Covid-19 dan flu burung,” ungkap Dulman.

Baca Juga :  Kemah Sauna dan Mandi Uap, Badan Terasa Fit dan Bugar

Most Read

Artikel Terbaru

/