alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Laura-Hanafiah Unggul Sementara di Nunukan

NUNUKAN – Melalui data Desk Pilkada Nunukan, perolehan suara Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Nunukan nomor urut 1, Hj. Asmin Laura Hafid dan H. Hanafiah (Amanah) unggul sementara dengan perolehan suara sebanyak 46.059. Sementara Cabu-Cawabup Nunukan nomor urut 2, H. Danni Iskandar dan Muhammad Nasir (Damai) memperoleh 43.800 suara. Total suara yang masuk 76,3 persen hingga pukul 10.00 WITA, Kamis (10/12).

Itu dibenarkan Sekretariat Desk Pilkada Nunukan, Budi. mekanisme data yang sampai kepada Desk Pilkada Nunukan, melalui camat di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Nunukan. Data yang dikirim, berdasarkan data C-1 yang diberikan petugas PPK dari masing-masing TPS. “Ya, data kita langsung dari camat se-Kabupaten Nunukan,” ungkap Budi kepada Radar Tarakan, Kamis (10/12).

Bahkan, sudah ada 2 kecamatan yang suaranya sudah 100 persen masuk. Suara itu dari Kecamatan Krayan Timur dan Lumbis Hulu. Di Krayan Timur dengan DPT sebanyak 1.138, partisipasi pemilih mencapai 1.140 termasuk DPTb. Untuk di Lumbis Hulu dengan DPT 536, punya partisipasi pemilih sebanyak 536 juga termasuk DPTb.

Baca Juga :  Ditinggal Penghuni, Tiga Rumah Hangus

Terpisah, Ketua KPU Nunukan, Rahman mengatakan sejauh ini, KPU Nunukan sendiri belum bisa mengumumkan hasil perhitungan sementara selain dari situs resmi KPU sendiri. Aplikasi Sirekap yang diandalkan menjadi alat penghitung cepat, juga belum bisa diandalkan karena terganggu kendala seperti server down dan kendala koneksi internet.  “Kami sudah sampaikan Sirekap hanya data pendukung, nilainya masih beberapa persen saja, lagipula Sirekap ini hanya bisa menghitung untuk 10 kecamatan saja,” ungkap Rahman.

Sementara soal masing-masing paslon yang mengklaim kemenangan, Rahman beranggapan, hasil rekapitulasi yang menggunakan telepon atau pesan seluler, punya potensi kesalahan dalam menulis. Pengiriman laporan hasil pemilu setiap saksi sebaiknya disertai dokumen C-1,  supaya perhitungan cepat suara setiap paslon akurat.

Baca Juga :  KUA-PPAS APBD Perubahan Naik 1,21 Persen

Sebab, angka-angka di salinan formulir C-1, akan menjadi dasar perhitungan di tingkat PPK, tentunya juga semua salinan C-1 tidak berbeda antara saksi paslon dan petugas pengawas. “Kami juga belum tahu, apakah semua paslon sudah mendapatkan C-1 dari saksi. Kalau hanya lewat telepon seluler kan punya potensi kesalahan menulis,” tambah Rahman.

Setelah aksi saling klaim kemenangan, Rahman pun mengharapkan dari masing-masing paslon tidak terlalu euforia dalam merayakan kemenangannya. Sebab saat ini masih dalam masa pandemi, tentunya guna menghindari perkumpulan orang dalam jumlah banyak. “Ya, paslon harus menahan diri, jangan terlalu euforia,” harap Rahman. (raw/lim)

 

 

NUNUKAN – Melalui data Desk Pilkada Nunukan, perolehan suara Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Nunukan nomor urut 1, Hj. Asmin Laura Hafid dan H. Hanafiah (Amanah) unggul sementara dengan perolehan suara sebanyak 46.059. Sementara Cabu-Cawabup Nunukan nomor urut 2, H. Danni Iskandar dan Muhammad Nasir (Damai) memperoleh 43.800 suara. Total suara yang masuk 76,3 persen hingga pukul 10.00 WITA, Kamis (10/12).

Itu dibenarkan Sekretariat Desk Pilkada Nunukan, Budi. mekanisme data yang sampai kepada Desk Pilkada Nunukan, melalui camat di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Nunukan. Data yang dikirim, berdasarkan data C-1 yang diberikan petugas PPK dari masing-masing TPS. “Ya, data kita langsung dari camat se-Kabupaten Nunukan,” ungkap Budi kepada Radar Tarakan, Kamis (10/12).

Bahkan, sudah ada 2 kecamatan yang suaranya sudah 100 persen masuk. Suara itu dari Kecamatan Krayan Timur dan Lumbis Hulu. Di Krayan Timur dengan DPT sebanyak 1.138, partisipasi pemilih mencapai 1.140 termasuk DPTb. Untuk di Lumbis Hulu dengan DPT 536, punya partisipasi pemilih sebanyak 536 juga termasuk DPTb.

Baca Juga :  Tak Ingin Gejolak PPDB Terulang

Terpisah, Ketua KPU Nunukan, Rahman mengatakan sejauh ini, KPU Nunukan sendiri belum bisa mengumumkan hasil perhitungan sementara selain dari situs resmi KPU sendiri. Aplikasi Sirekap yang diandalkan menjadi alat penghitung cepat, juga belum bisa diandalkan karena terganggu kendala seperti server down dan kendala koneksi internet.  “Kami sudah sampaikan Sirekap hanya data pendukung, nilainya masih beberapa persen saja, lagipula Sirekap ini hanya bisa menghitung untuk 10 kecamatan saja,” ungkap Rahman.

Sementara soal masing-masing paslon yang mengklaim kemenangan, Rahman beranggapan, hasil rekapitulasi yang menggunakan telepon atau pesan seluler, punya potensi kesalahan dalam menulis. Pengiriman laporan hasil pemilu setiap saksi sebaiknya disertai dokumen C-1,  supaya perhitungan cepat suara setiap paslon akurat.

Baca Juga :  Data Pemilih Akan Berubah

Sebab, angka-angka di salinan formulir C-1, akan menjadi dasar perhitungan di tingkat PPK, tentunya juga semua salinan C-1 tidak berbeda antara saksi paslon dan petugas pengawas. “Kami juga belum tahu, apakah semua paslon sudah mendapatkan C-1 dari saksi. Kalau hanya lewat telepon seluler kan punya potensi kesalahan menulis,” tambah Rahman.

Setelah aksi saling klaim kemenangan, Rahman pun mengharapkan dari masing-masing paslon tidak terlalu euforia dalam merayakan kemenangannya. Sebab saat ini masih dalam masa pandemi, tentunya guna menghindari perkumpulan orang dalam jumlah banyak. “Ya, paslon harus menahan diri, jangan terlalu euforia,” harap Rahman. (raw/lim)

 

 

Most Read

Silpa APBD 2020 Turun 20,64 Persen

Perbaikan, Siapkan Rp 3 M

Warga Inisiatif Perbaiki Jalan

Diyakini Membawa Kebaikan dan Rezeki

Artikel Terbaru

/