alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Pilkada Nunukan, Dua Kubu Klaim Menang

NUNUKAN – Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Nunukan, masing-masing pasangan calon (paslon) mengklaim kemenangan, baik dari kubu nomor urut 1, Hj. Asmin Laura Hafid – H. Hanafiah (Amanah) maupun kubu nomor 2, H. Danni Iskandar dan Muhammad Nasir, S.Pi, M.M (Damai).

Dari paslon nomor 1 misalnya, Hj. Asmin Laura saat konferensi pers mengklaim kemenangan melalui perhitungan suara versi Amanah, Amanah unggul dengan 47.902 suara. Sementara paslon Damai memperoleh suara sebanyak 44.855.

“Alhamdulillah perjuangan kita selama hampir satu tahun, kita bisa sampai dengan maksimal. Begitu banyak suka duka dan pengalaman selama perjuangan dengan tantangan luar biasa yang dihadapi, saya sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh relawan Amanah,” ujar Hj. Laura, Rabu (9/12).

Laura pun berharap agar pengawalan dari hasil suara ini dijaga dengan sebaik mungkin. Laura pun berterima kasih kepada seluruh relawan dan simpatisan Amanah. “Tolong bantu dan kawal saya, di dalam perjalanan saya memimpin Kabupaten Nunukan di periode kedua,” beber Laura.

Sementara itu, dari paslon nomor 2, konferensi pers disampaikan langsung H. Danni Iskandar. Berdasarkan hasil perhitungan real acount yang dilakukan tim Damai mengacu pada data C-1 dari saksi-saksi di TPS, Damai dinyatakan unggul dengan perolehan suara 50,32 persen. Sementara paslon Amanah memperoleh suara 49,68 persen. Angka tersebut berdasarkan angka yang masuk telah mencapai 98 persen.

Baca Juga :  Orang Terlantar Dapat Perhatian Kemensos

“Dengan kemenangan 0,65 persen itu, maka kami mengharapkan kepada seluruh tim relawan saksi dan seluruh masyarakat Nunukan untuk tetap mengawal suara kemenangan Nunukan baru sampai penetapan di KPU Nunukan,” ujar Danni.

Danni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya maupun penyelenggara Pilbup Nunukan dan semua pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan berlangsung aman dan damai.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Nunukan dengan visi Nunukan baru,” tutup Danni.

Dari situs resmi KPU sendiri, hingga pukul 22.44 WITA tadi malam, progres suara yang sudah masuk baru 8,13 persen, atau baru dari 44 TPS dari jumlah TPS sebanyak 541 TPS. Data suara yang sudah masuk untuk di Nunukan baru 10,08 persen, kemudian disusul Nunukan Selatan 23,91 persen.

Adapun di Sebatik Barat, suara sudah masuk 4,55 persen, kemudian Sebatik Utara 58,82 persen dan Sebatik Tengah 33,33 persen. Di Wilayah III, hanya baru 2 kecamatan yakni Lumbis dengan suara yang masuk baru 3,23 persen dan Sei Menggaris 4,55 persen.

Dari keseluruhan suara yang sudah masuk, paslon Damai unggul dengan perolehan suara sementara sebanyak 50,7 persen sementara Amanah 49,3 persen.

 

UNGGUL DI TPS MASING-MASING

Calon Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura mencoblos di TPS 12, RT 10, Nunukan Tengah. Di TPS tersebut, Laura unggul.

Baca Juga :  BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan

Ketua KPPS TPS 12, Rahmat mengatakan paslon nomor 1 unggul dengan perolehan suara sebanyak 133 suara. Sementara paslon nomor 2 memperoleh 96 suara. “Di TPS kita DPT-nya 291, suara yang sah sudah termasuk DPTb sebanyak 234 suara,” ungkap Rahmat.

Untuk di TPS 24, RT 19, Nunukan Timur, Calon Bupati H. Danni Iskandar mencoblos, Damai unggul dengan perolehan 132 suara. Itu diutarakan Ketua KPPS TPS 24, Andi Arman. “H. Danni unggul dengan suara sebanyak 132, untuk paslon nomor 1 H. Asmin Laura dan H. Hanafiah, suaranya sebanyak 85 suara,” tutur Andi.

Di TPS 24, jumlah DPT yang ada sebanyak 380 orang. Sebanyak 287 gunakan hak pilihnya. Sementara yang menggunakan KTP ada sebanyak 18 orang, total yang menggunakan hak pilihnya pun 315 termasuk DPTb.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Nunukan Rahman aplikasi Sirekap belum bisa diandalkan menjadi acuan perhitungan cepat hasil rekapitulasi suara Pilbup Nunukan. “Jadi kalau dibuka aplikasinya, tampilannya seperti blank,” ujar Rahman ketika dikonfirmasi, Rabu (9/12).

Untuk itu, KPU pun meminta data sementara pun untuk saat itu, hanya menggunakan foto secara offline dahulu. Setelah server aplikasi Sirekap membaik, barulah secara perlahan dikirim. “Kepastian servernya membaik itu, kami tidak bisa pastikan kapan,” tambah Rahman. (raw/lim)

NUNUKAN – Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Nunukan, masing-masing pasangan calon (paslon) mengklaim kemenangan, baik dari kubu nomor urut 1, Hj. Asmin Laura Hafid – H. Hanafiah (Amanah) maupun kubu nomor 2, H. Danni Iskandar dan Muhammad Nasir, S.Pi, M.M (Damai).

Dari paslon nomor 1 misalnya, Hj. Asmin Laura saat konferensi pers mengklaim kemenangan melalui perhitungan suara versi Amanah, Amanah unggul dengan 47.902 suara. Sementara paslon Damai memperoleh suara sebanyak 44.855.

“Alhamdulillah perjuangan kita selama hampir satu tahun, kita bisa sampai dengan maksimal. Begitu banyak suka duka dan pengalaman selama perjuangan dengan tantangan luar biasa yang dihadapi, saya sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh relawan Amanah,” ujar Hj. Laura, Rabu (9/12).

Laura pun berharap agar pengawalan dari hasil suara ini dijaga dengan sebaik mungkin. Laura pun berterima kasih kepada seluruh relawan dan simpatisan Amanah. “Tolong bantu dan kawal saya, di dalam perjalanan saya memimpin Kabupaten Nunukan di periode kedua,” beber Laura.

Sementara itu, dari paslon nomor 2, konferensi pers disampaikan langsung H. Danni Iskandar. Berdasarkan hasil perhitungan real acount yang dilakukan tim Damai mengacu pada data C-1 dari saksi-saksi di TPS, Damai dinyatakan unggul dengan perolehan suara 50,32 persen. Sementara paslon Amanah memperoleh suara 49,68 persen. Angka tersebut berdasarkan angka yang masuk telah mencapai 98 persen.

Baca Juga :  Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

“Dengan kemenangan 0,65 persen itu, maka kami mengharapkan kepada seluruh tim relawan saksi dan seluruh masyarakat Nunukan untuk tetap mengawal suara kemenangan Nunukan baru sampai penetapan di KPU Nunukan,” ujar Danni.

Danni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya maupun penyelenggara Pilbup Nunukan dan semua pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan berlangsung aman dan damai.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Nunukan dengan visi Nunukan baru,” tutup Danni.

Dari situs resmi KPU sendiri, hingga pukul 22.44 WITA tadi malam, progres suara yang sudah masuk baru 8,13 persen, atau baru dari 44 TPS dari jumlah TPS sebanyak 541 TPS. Data suara yang sudah masuk untuk di Nunukan baru 10,08 persen, kemudian disusul Nunukan Selatan 23,91 persen.

Adapun di Sebatik Barat, suara sudah masuk 4,55 persen, kemudian Sebatik Utara 58,82 persen dan Sebatik Tengah 33,33 persen. Di Wilayah III, hanya baru 2 kecamatan yakni Lumbis dengan suara yang masuk baru 3,23 persen dan Sei Menggaris 4,55 persen.

Dari keseluruhan suara yang sudah masuk, paslon Damai unggul dengan perolehan suara sementara sebanyak 50,7 persen sementara Amanah 49,3 persen.

 

UNGGUL DI TPS MASING-MASING

Calon Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura mencoblos di TPS 12, RT 10, Nunukan Tengah. Di TPS tersebut, Laura unggul.

Baca Juga :  BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan

Ketua KPPS TPS 12, Rahmat mengatakan paslon nomor 1 unggul dengan perolehan suara sebanyak 133 suara. Sementara paslon nomor 2 memperoleh 96 suara. “Di TPS kita DPT-nya 291, suara yang sah sudah termasuk DPTb sebanyak 234 suara,” ungkap Rahmat.

Untuk di TPS 24, RT 19, Nunukan Timur, Calon Bupati H. Danni Iskandar mencoblos, Damai unggul dengan perolehan 132 suara. Itu diutarakan Ketua KPPS TPS 24, Andi Arman. “H. Danni unggul dengan suara sebanyak 132, untuk paslon nomor 1 H. Asmin Laura dan H. Hanafiah, suaranya sebanyak 85 suara,” tutur Andi.

Di TPS 24, jumlah DPT yang ada sebanyak 380 orang. Sebanyak 287 gunakan hak pilihnya. Sementara yang menggunakan KTP ada sebanyak 18 orang, total yang menggunakan hak pilihnya pun 315 termasuk DPTb.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Nunukan Rahman aplikasi Sirekap belum bisa diandalkan menjadi acuan perhitungan cepat hasil rekapitulasi suara Pilbup Nunukan. “Jadi kalau dibuka aplikasinya, tampilannya seperti blank,” ujar Rahman ketika dikonfirmasi, Rabu (9/12).

Untuk itu, KPU pun meminta data sementara pun untuk saat itu, hanya menggunakan foto secara offline dahulu. Setelah server aplikasi Sirekap membaik, barulah secara perlahan dikirim. “Kepastian servernya membaik itu, kami tidak bisa pastikan kapan,” tambah Rahman. (raw/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/