alexametrics
26.9 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Ingin ke Sulawesi Tanpa Dokumen, WNA Malaysia Diamankan

NUNUKAN – Seorang remaja Warga Negara Asing (WNA) asal Tawau, Malaysia berinisial MHR (18) terpaksa ditahan petugas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan karena tidak memiliki dokumen keimigrasian.

Padahal dirinya sudah masuk ke Indonesia Nunukan lewat Sebatik.

Remaja tersebut, diamankan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan saat hendak menggunakan kapal swasta tujuan Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (6/7).

Karena tidak memiliki dokumen, yang bersangkutan pun ditahan dan didetensi pihak Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak mengatakan, remaja asal Tawau, Malaysia tersebut diamankan berkat pengawasan personel Imigrasi yang rutin dilakukan di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“Ya, dari hasil pengawasan kali ini, petugas berhasil mengamankan seorang warga negara Malaysia di pelabuhan karena yang bersangkutan tidak sama sekali dilengkapi dokumen keimigrasian,” ungkap Washington kepada wartawan, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Sabu 20 Kg Dibuang ke Toilet

Remaja tersebut diduga masuk ke Indonesia pada Selasa (5/7) sekitar pukul 14.00 WITA melalui jalur ilegal di Aji Kuning, Sebatik.

Dirinya lalu dijemput sopir yang sudah menunggunya di Aji Kuning.

Dari Aji Kuning, yang bersangkutan menuju pelabuhan tradisional bambangan Kecamatan Sebatik, kemudian menuju Nunukan.

“Jadi sesampainya di Nunukan itu, yang bersangkutan menginap di salah satu hotel di daerah pelabuhan Tunon Taka, hotelnya sudah dipesankan oleh seseorang,” tambah Washington.

Kemudian tepat pada Rabu (6/7) sekitar pukul 11.00 WITA, yang bersangkutan akhirnya menuju pelabuhan Tunon Taka untuk pergi ke Bone, Sulawesi Selatan dengan menumpangi kapal swasta tujuan Parepare, Sulsel.

Belum lagi berangkat, yang bersangkutan sudah diamankan petugas Imigrasi.

Hasil pemeriksaan sementara, tujuan remaja WNA Malaysia tersebut ke Bone, Sulsel untuk mengunjungi Neneknya, atau orang tua dari ibunya yang sedang sakit jantung.

Baca Juga :  Masuk Lewat Jalur Ilegal, WNA Asal Malaysia Diamankan Imigrasi

Sayangnya dirinya harus ditahan, karena ketidak pemilikan dokumen keimigrasian.

“Mau ke Bone dia, di Sulawesi Selatan mau lihat neneknya katanya, tapi bagaimana kalau dia tidak punya sama sekali dokumen keimigrasian masuk ke negara orang, wajib kami tindak,” kata Washington.

Karena perlakuannya, remaja tersebut disangkakan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, dimana pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Untuk sementara dilakukan pendetensian terhadap yang bersangkutan ya, di ruang detensi kami. Untuk selanjutnya, kita akan berkoordinasi dahulu kepada pihak Malaysia, jika ada perkembangan, akan kami informasikan kemudian,” janji Washington. (*)

NUNUKAN – Seorang remaja Warga Negara Asing (WNA) asal Tawau, Malaysia berinisial MHR (18) terpaksa ditahan petugas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan karena tidak memiliki dokumen keimigrasian.

Padahal dirinya sudah masuk ke Indonesia Nunukan lewat Sebatik.

Remaja tersebut, diamankan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan saat hendak menggunakan kapal swasta tujuan Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (6/7).

Karena tidak memiliki dokumen, yang bersangkutan pun ditahan dan didetensi pihak Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak mengatakan, remaja asal Tawau, Malaysia tersebut diamankan berkat pengawasan personel Imigrasi yang rutin dilakukan di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“Ya, dari hasil pengawasan kali ini, petugas berhasil mengamankan seorang warga negara Malaysia di pelabuhan karena yang bersangkutan tidak sama sekali dilengkapi dokumen keimigrasian,” ungkap Washington kepada wartawan, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Daya Beli Rendah, Tapi Klaim Penghasilan Warganya Tinggi

Remaja tersebut diduga masuk ke Indonesia pada Selasa (5/7) sekitar pukul 14.00 WITA melalui jalur ilegal di Aji Kuning, Sebatik.

Dirinya lalu dijemput sopir yang sudah menunggunya di Aji Kuning.

Dari Aji Kuning, yang bersangkutan menuju pelabuhan tradisional bambangan Kecamatan Sebatik, kemudian menuju Nunukan.

“Jadi sesampainya di Nunukan itu, yang bersangkutan menginap di salah satu hotel di daerah pelabuhan Tunon Taka, hotelnya sudah dipesankan oleh seseorang,” tambah Washington.

Kemudian tepat pada Rabu (6/7) sekitar pukul 11.00 WITA, yang bersangkutan akhirnya menuju pelabuhan Tunon Taka untuk pergi ke Bone, Sulawesi Selatan dengan menumpangi kapal swasta tujuan Parepare, Sulsel.

Belum lagi berangkat, yang bersangkutan sudah diamankan petugas Imigrasi.

Hasil pemeriksaan sementara, tujuan remaja WNA Malaysia tersebut ke Bone, Sulsel untuk mengunjungi Neneknya, atau orang tua dari ibunya yang sedang sakit jantung.

Baca Juga :  Pasokan Terlambat, BBM di Daerah Ini Langka

Sayangnya dirinya harus ditahan, karena ketidak pemilikan dokumen keimigrasian.

“Mau ke Bone dia, di Sulawesi Selatan mau lihat neneknya katanya, tapi bagaimana kalau dia tidak punya sama sekali dokumen keimigrasian masuk ke negara orang, wajib kami tindak,” kata Washington.

Karena perlakuannya, remaja tersebut disangkakan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, dimana pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Untuk sementara dilakukan pendetensian terhadap yang bersangkutan ya, di ruang detensi kami. Untuk selanjutnya, kita akan berkoordinasi dahulu kepada pihak Malaysia, jika ada perkembangan, akan kami informasikan kemudian,” janji Washington. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/