alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Distribusi Terhambat, BBM Kembali Langka, Antrean Panjang Tak Terelakkan

NUNUKAN – Proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pulau Nunukan kembali mengalami hambatan. Alhasil, beberapa hari terakhir kelangkaan BBM kembali dirasakan masyarakat.

Bahkan, setiap stok BBM masuk ke APMS antrean panjang sudah terjadi. Tak tanggung-tanggung antrean mengular mencapai 1 kilometer panjangnya.

Seperti yang dirasakan Ahmad (25) warga Sedadap, Nunukan Selatan. Sulitnya mendapatkan BBM sudah dirasakan sejak Kamis, (4/8) hingga saat ini. Kondisi ini diperkuat dengan tidak adanya pedagang bensin eceran atau lebih dikenal bensin botolan (bentol).

“Mulai Kamis itu pedagang bentol sudah tidak ada. Bayangkan, dari Sedadap sampai ke kota tidak ada yang jual. Padahal biasanya ramai,” kisah Ahmad kepada Radar Tarakan, Sabtu (6/8).

Ia mengaku, di beberapa lokasi penjual bentol ada yang ditemukan berjualan. Namun, karena BBM yang ada minim harganya naik hingga Rp 15 ribu perbotol. Padahal, biasanya untuk BBM Jenis Pertalite dijual Rp 10 ribu. Berbeda dengan BBM jenis Pertamax yang harga jualnya Rp 15 ribu sebelum BBM langka.

Baca Juga :  Harus Berani Laporkan Kasus KDRT

“Mau tidak mau ya dibeli. Karena kerjaan tidak jalan kalau tidak ada bensin. Harga jual naik karena alasan pedagang antre di APMS berjam-jam,” ucapnya.

Dikonfirmasi terkait kelangkaan BBM di Pulau Nunukan, Kabag Ekonomi, Setkab Nunukan Rohadiansyah menyampaikan berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan ke pemilik APMS di Nunukan diketahui proses distribusi BBM terhambat karena armada pengangkut mengalami perbaikan.

“Informasinya ada 1 APMS ada trouble di kapal. Jadi hanya satu kapal yang mengangkut. Kemudian, APMS lainnya sedang update sembari menunggu pengisian BBM. Sementara memang terkendala di kapal,” jelasnya.

Lanjutnya, dari keterangan 2 pemilik APMS yang ada di Nunukan hambatan yang terjadi seperti APMS yang memiliki 2 kapal, semuanya tidak beroperasi. Dan 1 APMS yang memiliki 1 kapal sendang melalui proses update.

Baca Juga :  Gegara Ini Warga ‘Serbu’ Kantor Pos

“Jadi yang harusnya 3 kapal yang melayani (dari 2 APMS). Karena 1 kapal perbaikan jadi 1 kapal saja yang melayani. Sementara 1 kapal juga harus harus melayani ke Sebatik, Seimenggaris. Jadi harus bolak-balik. Mereka mengoptimalkan dengan kapal yang ada. Saat ini 2 APMS yang saya tanya apa kendalanya. Informasinya pada 9 atau 11 Agustus semua sudah melayani,” pungkasnya. (akz/har)






Reporter: Asrul

NUNUKAN – Proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pulau Nunukan kembali mengalami hambatan. Alhasil, beberapa hari terakhir kelangkaan BBM kembali dirasakan masyarakat.

Bahkan, setiap stok BBM masuk ke APMS antrean panjang sudah terjadi. Tak tanggung-tanggung antrean mengular mencapai 1 kilometer panjangnya.

Seperti yang dirasakan Ahmad (25) warga Sedadap, Nunukan Selatan. Sulitnya mendapatkan BBM sudah dirasakan sejak Kamis, (4/8) hingga saat ini. Kondisi ini diperkuat dengan tidak adanya pedagang bensin eceran atau lebih dikenal bensin botolan (bentol).

“Mulai Kamis itu pedagang bentol sudah tidak ada. Bayangkan, dari Sedadap sampai ke kota tidak ada yang jual. Padahal biasanya ramai,” kisah Ahmad kepada Radar Tarakan, Sabtu (6/8).

Ia mengaku, di beberapa lokasi penjual bentol ada yang ditemukan berjualan. Namun, karena BBM yang ada minim harganya naik hingga Rp 15 ribu perbotol. Padahal, biasanya untuk BBM Jenis Pertalite dijual Rp 10 ribu. Berbeda dengan BBM jenis Pertamax yang harga jualnya Rp 15 ribu sebelum BBM langka.

Baca Juga :  Nunukan Penghasil Rumput Laut Terbesar di Indonesia

“Mau tidak mau ya dibeli. Karena kerjaan tidak jalan kalau tidak ada bensin. Harga jual naik karena alasan pedagang antre di APMS berjam-jam,” ucapnya.

Dikonfirmasi terkait kelangkaan BBM di Pulau Nunukan, Kabag Ekonomi, Setkab Nunukan Rohadiansyah menyampaikan berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan ke pemilik APMS di Nunukan diketahui proses distribusi BBM terhambat karena armada pengangkut mengalami perbaikan.

“Informasinya ada 1 APMS ada trouble di kapal. Jadi hanya satu kapal yang mengangkut. Kemudian, APMS lainnya sedang update sembari menunggu pengisian BBM. Sementara memang terkendala di kapal,” jelasnya.

Lanjutnya, dari keterangan 2 pemilik APMS yang ada di Nunukan hambatan yang terjadi seperti APMS yang memiliki 2 kapal, semuanya tidak beroperasi. Dan 1 APMS yang memiliki 1 kapal sendang melalui proses update.

Baca Juga :  Jadi Korban TPPO, Dua Wanita Ini Kantongi Paspor Palsu

“Jadi yang harusnya 3 kapal yang melayani (dari 2 APMS). Karena 1 kapal perbaikan jadi 1 kapal saja yang melayani. Sementara 1 kapal juga harus harus melayani ke Sebatik, Seimenggaris. Jadi harus bolak-balik. Mereka mengoptimalkan dengan kapal yang ada. Saat ini 2 APMS yang saya tanya apa kendalanya. Informasinya pada 9 atau 11 Agustus semua sudah melayani,” pungkasnya. (akz/har)






Reporter: Asrul

Most Read

Artikel Terbaru

/