alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Cerita Sambo dkk. Bikin SIM dengan Arisan, Iurannya Bulanan

NUNUKAN – Perkumpulan sopir angkutan di Nunukan punya acara agar dalam memiliki surat izin mengemudi (SIM) lebih ringan. Kemauan itu didasari akan syarat berlalu lintas.

Mereka kompak setiap bulan mengumpulkan uang arisan demi mendapatkan sebuah SIM.
Seperti yang dikatakan Georgi Sambo, koordinir arisan SIM di kelompok sopirnya. Sambo sudah puluhan tahun bekerja sebagai sopir angkut. Ia juga tertarik dengan ide arisan SIM, karena sangat memudahkan sopir-sopir lain mendapatkan SIM.

Gebrakan arisan SIM tersebut, lahir dari penasihat mereka, yang menyarankan mereka untuk melakukan arisan SIM saja. Itu karena, mereka jika secara pribadi melakukannya, masih belum mampu, karena terbentur dengan dana yang langsung siap digunakan. ”Ya, awalnya kami didatangi penasehat kami tokoh kami di suku kami (Timor). Beliau yang inisiatif menyarankan kami untuk melakukan arisan SIM ini,” ungkap Sambo ketika diwawancarai media, Rabu (3/8).

Dari situ, dibuatlah kesepakatan untuk arisan SIM, yang dimana dalam sepekannya, para peserta harus mengumpul kan uang Rp 30 ribu. Sementara jika ingin membayar per hari, mereka bisa menyicil Rp 5 ribu. Namun jika ingin membayar perhitungan sebulan, peserta harus membayar Rp 120 ribu.

Baca Juga :  Di Nunukan, Vaksinasi Pelajar Sudah 85 Persen

Sambo juga mengaku, setidaknya ada 30 orang yang mengikuti arisan SIM tersebut. Dari 30 orang yang ikut arisan, di tahap pertama, sudah membuat SIM sebanyak 10 orang. Sementara di tahap kedua, bertambah lagi 12 orang.

Giliran pembuatan SIM dilakukan dengan undian. Nama peserta terlebih dahulu dikumpul, kemudian diundi dan nama yang keluarlah yang mendapatkan giliran dibuatkan SIM. “Selayaknya arisan, dikocok yang keluar namanya, giliran dia yang dibuatkan SIM-nya, kita buatkan setiap bulan,” tambah Sambo.

Sambo melanjutkan, sebagian besar rekan rekan sopirnya, tidak memiliki SIM, namun ada juga yang SIM-nya telah mati, kan akan diperpanjang lagi.

Inisiatif tersebut, juga tidak terlepas juga dari kondisi ekonomi mereka yang tidak menentu. Karena para sopir yang bekerja berbeda-beda. Ada yang punya pribadi, ada juga yang digaji bagi hasil setoran. Artinya, pendapatan mereka setiap harinya juga tidak pasti.

Baca Juga :  Berdayakan Masyarakat Lewat Program Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan

“Pendapatan terkadang ada yang Rp 100 ribu lebih, bahkan ada yang dibawah itu, tergantung, tidak bisa kita target sehari. Jadi, tidak bisa langsung bikin SIM,” beber Sambo.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Aroefik Aprilian Riswanto mengapresiasi usaha para sopir tersebut untuk memiliki SIM. Dengan begitu, dirinya memastikan pihaknya akan membantu fasilitasi, secara semaksimal.

Menurutnya, para sopir mau berusaha untuk buat SIM dan berusaha tertib. Itu menjadi nilai yang baik dan positif guna menciptakan nunukan tertib lalu lintas. “Ya kita imbau mereka agar segera mengurus untuk pembuatan simnya dan selalu taati peraturan lalu lintas juga,” tambah Aroefik. (raw/lim)






Reporter: Riko Aditya

NUNUKAN – Perkumpulan sopir angkutan di Nunukan punya acara agar dalam memiliki surat izin mengemudi (SIM) lebih ringan. Kemauan itu didasari akan syarat berlalu lintas.

Mereka kompak setiap bulan mengumpulkan uang arisan demi mendapatkan sebuah SIM.
Seperti yang dikatakan Georgi Sambo, koordinir arisan SIM di kelompok sopirnya. Sambo sudah puluhan tahun bekerja sebagai sopir angkut. Ia juga tertarik dengan ide arisan SIM, karena sangat memudahkan sopir-sopir lain mendapatkan SIM.

Gebrakan arisan SIM tersebut, lahir dari penasihat mereka, yang menyarankan mereka untuk melakukan arisan SIM saja. Itu karena, mereka jika secara pribadi melakukannya, masih belum mampu, karena terbentur dengan dana yang langsung siap digunakan. ”Ya, awalnya kami didatangi penasehat kami tokoh kami di suku kami (Timor). Beliau yang inisiatif menyarankan kami untuk melakukan arisan SIM ini,” ungkap Sambo ketika diwawancarai media, Rabu (3/8).

Dari situ, dibuatlah kesepakatan untuk arisan SIM, yang dimana dalam sepekannya, para peserta harus mengumpul kan uang Rp 30 ribu. Sementara jika ingin membayar per hari, mereka bisa menyicil Rp 5 ribu. Namun jika ingin membayar perhitungan sebulan, peserta harus membayar Rp 120 ribu.

Baca Juga :  Pelayanan Ini Tetap Buka Selama Libur

Sambo juga mengaku, setidaknya ada 30 orang yang mengikuti arisan SIM tersebut. Dari 30 orang yang ikut arisan, di tahap pertama, sudah membuat SIM sebanyak 10 orang. Sementara di tahap kedua, bertambah lagi 12 orang.

Giliran pembuatan SIM dilakukan dengan undian. Nama peserta terlebih dahulu dikumpul, kemudian diundi dan nama yang keluarlah yang mendapatkan giliran dibuatkan SIM. “Selayaknya arisan, dikocok yang keluar namanya, giliran dia yang dibuatkan SIM-nya, kita buatkan setiap bulan,” tambah Sambo.

Sambo melanjutkan, sebagian besar rekan rekan sopirnya, tidak memiliki SIM, namun ada juga yang SIM-nya telah mati, kan akan diperpanjang lagi.

Inisiatif tersebut, juga tidak terlepas juga dari kondisi ekonomi mereka yang tidak menentu. Karena para sopir yang bekerja berbeda-beda. Ada yang punya pribadi, ada juga yang digaji bagi hasil setoran. Artinya, pendapatan mereka setiap harinya juga tidak pasti.

Baca Juga :  Akibat Narkoba, Nunukan Jadi Perhatian Nasional

“Pendapatan terkadang ada yang Rp 100 ribu lebih, bahkan ada yang dibawah itu, tergantung, tidak bisa kita target sehari. Jadi, tidak bisa langsung bikin SIM,” beber Sambo.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Aroefik Aprilian Riswanto mengapresiasi usaha para sopir tersebut untuk memiliki SIM. Dengan begitu, dirinya memastikan pihaknya akan membantu fasilitasi, secara semaksimal.

Menurutnya, para sopir mau berusaha untuk buat SIM dan berusaha tertib. Itu menjadi nilai yang baik dan positif guna menciptakan nunukan tertib lalu lintas. “Ya kita imbau mereka agar segera mengurus untuk pembuatan simnya dan selalu taati peraturan lalu lintas juga,” tambah Aroefik. (raw/lim)






Reporter: Riko Aditya

Most Read

Artikel Terbaru

/