alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Membahayakan, Dermaga Tradisional Jalan Lingkar Dipindahkan

NUNUKAN – Keberadaan kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG yang tambat di daerah dermaga tradisional area Jalan Lingkar (kandang babi) Nunukan Selatan dinilai membahayakan.

Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan akan memindahkan kapal-kapal tersebut ke area Sungai Fatimah dan Tanjung Batu.

Tak hanya kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG saja, seluruh kapal yang bersandar di area Jalan Lingkar, diminta untuk tidak lagi tambat di area tersebut melainkan pindah ke area Sungai Fatimah dan Tanjung batu.

Kepala Dishub Nunukan, Abdul Kalid mengatakan, persoalan penertiban dermaga tradisional di jalan lingkar sudah sering dirapatkan, bahkan telah dibahas sejak beberapa tahun belakangan.

Hanya saja, pemerintah sendiri juga belum bisa mempersiapkan fasilitas penunjang misalnya seperti lahan pengganti tempat bertambatnya kapal-kapal yang sebelumnya sudah lama bersandar di dermaga jalan lingkar tersebut.

Baca Juga :  Kapal Asing Masuk, Pedagang Untung

“Untungnya ada masyarakat yang bersedia hibahkan lahannya di Sungai Fatimah, untuk dijadikan dermaga tempat bertambatnya kapal-kapal dari jalan lingkar tersebut. Area yang dihibahkan itu bahkan sudah pernah digunakan sejumlah kapal untuk tambat bongkar muat barang,” ungkap Khalid kepada wartawan, Jumat (3/6). (*)

NUNUKAN – Keberadaan kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG yang tambat di daerah dermaga tradisional area Jalan Lingkar (kandang babi) Nunukan Selatan dinilai membahayakan.

Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan akan memindahkan kapal-kapal tersebut ke area Sungai Fatimah dan Tanjung Batu.

Tak hanya kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG saja, seluruh kapal yang bersandar di area Jalan Lingkar, diminta untuk tidak lagi tambat di area tersebut melainkan pindah ke area Sungai Fatimah dan Tanjung batu.

Kepala Dishub Nunukan, Abdul Kalid mengatakan, persoalan penertiban dermaga tradisional di jalan lingkar sudah sering dirapatkan, bahkan telah dibahas sejak beberapa tahun belakangan.

Hanya saja, pemerintah sendiri juga belum bisa mempersiapkan fasilitas penunjang misalnya seperti lahan pengganti tempat bertambatnya kapal-kapal yang sebelumnya sudah lama bersandar di dermaga jalan lingkar tersebut.

Baca Juga :  Pria Ini Hilang di Sungai, Diduga Diterkam Buaya

“Untungnya ada masyarakat yang bersedia hibahkan lahannya di Sungai Fatimah, untuk dijadikan dermaga tempat bertambatnya kapal-kapal dari jalan lingkar tersebut. Area yang dihibahkan itu bahkan sudah pernah digunakan sejumlah kapal untuk tambat bongkar muat barang,” ungkap Khalid kepada wartawan, Jumat (3/6). (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/