alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sempat Mogok, Kapal Pedalaman di Nunukan Bakal Beroperasi Kembali

NUNUKAN – Kapal kapal pedalaman pengangkut sembako ke daerah wilayah tiga yang mogok mogok beroperasi, dipastikan bakal beroperasi kembali pekan depan.

Kepastikan itu diterangkan Ketua Asosiasi Agen Kapal Pedalaman (AAKP) Nunukan, Baharuddin Aras kepada wartawan.

Dirinya mengaku, pihak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah berkoordinasi dengan pihaknya terkait mogoknya kapal-kapal sembako ke pedalaman.

“Sudah ada pertemuan lagi pemerintah kepada kami dan sudah kesepakatan,” ungkap Baharuddin kepada media ini.

Baharuddin mengaku, pihaknya telah menjelaskan ke Pemkab Nunukan bahwa mayoritas penyebab penangkapan kapal – kapal pedalaman, dikarenakan kapal – kapal tersebut membawa atau memuat bahan makanan atau produk yang berasal dari Malaysia.

Baca Juga :  Kormi dan KONI Fokus Siapkan Atlet Menuju Fornas dan Porprov

Nyatanya, kapal kapal tersebut, membawa dan memuat bahan makanan atau produk Malaysia, yang dibeli di pasar-pasar Nunukan, seperti di pasar Inhutani dan pasar-pasar lainnya.

“Ya, kita belanja di pasar sini (Nunukan) termasuk dari sebatik, dimuat di kapal dan barang bawaan juga dilaporkan ke syahbandar, kita bikin manifes, kemudian izin gerak dokumennya ada, kita memohon ke perhubungan, meskipun ada barang yang tidak ditulis, itulah kearifan lokal yang berjalan,” tambah Baharuddin.

Sementara soal rencana kembalinya beroperasi, para pemilik kapal berencana akan kembali mulai beroperasi pada Senin (04/7) mendatang.

Meski begitu, 32ada dibalik beroperasinya kapal-kapal seperti kesepakatan antara pemilik dan juragan kapal, dengan sementara tanpa membawa daging, sambil menunggu keputusan terkait boleh atau tidaknya membawa atau memuat daging.

Baca Juga :  Darurat Bencana, Pemukiman Warga Masih Dikepung Banjir

“Sudah ada kesepakatan dari pemerintah, mengharapkan kami beroperasi lagi, kami juga akhirnya bersepakat, karena untuk kepentingan masyarakat pedalaman juga, tapi kami juga masih menunggu barang-barang apa yang tidak boleh kami bawa, atau sampai ada keputusan tidak bolehnya membawa daging,” jelas Baharuddin. (raw/lim)

NUNUKAN – Kapal kapal pedalaman pengangkut sembako ke daerah wilayah tiga yang mogok mogok beroperasi, dipastikan bakal beroperasi kembali pekan depan.

Kepastikan itu diterangkan Ketua Asosiasi Agen Kapal Pedalaman (AAKP) Nunukan, Baharuddin Aras kepada wartawan.

Dirinya mengaku, pihak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah berkoordinasi dengan pihaknya terkait mogoknya kapal-kapal sembako ke pedalaman.

“Sudah ada pertemuan lagi pemerintah kepada kami dan sudah kesepakatan,” ungkap Baharuddin kepada media ini.

Baharuddin mengaku, pihaknya telah menjelaskan ke Pemkab Nunukan bahwa mayoritas penyebab penangkapan kapal – kapal pedalaman, dikarenakan kapal – kapal tersebut membawa atau memuat bahan makanan atau produk yang berasal dari Malaysia.

Baca Juga :  Horee, Awal April Perbatasan Malaysia Kembali Dibuka

Nyatanya, kapal kapal tersebut, membawa dan memuat bahan makanan atau produk Malaysia, yang dibeli di pasar-pasar Nunukan, seperti di pasar Inhutani dan pasar-pasar lainnya.

“Ya, kita belanja di pasar sini (Nunukan) termasuk dari sebatik, dimuat di kapal dan barang bawaan juga dilaporkan ke syahbandar, kita bikin manifes, kemudian izin gerak dokumennya ada, kita memohon ke perhubungan, meskipun ada barang yang tidak ditulis, itulah kearifan lokal yang berjalan,” tambah Baharuddin.

Sementara soal rencana kembalinya beroperasi, para pemilik kapal berencana akan kembali mulai beroperasi pada Senin (04/7) mendatang.

Meski begitu, 32ada dibalik beroperasinya kapal-kapal seperti kesepakatan antara pemilik dan juragan kapal, dengan sementara tanpa membawa daging, sambil menunggu keputusan terkait boleh atau tidaknya membawa atau memuat daging.

Baca Juga :  Darurat Bencana, Pemukiman Warga Masih Dikepung Banjir

“Sudah ada kesepakatan dari pemerintah, mengharapkan kami beroperasi lagi, kami juga akhirnya bersepakat, karena untuk kepentingan masyarakat pedalaman juga, tapi kami juga masih menunggu barang-barang apa yang tidak boleh kami bawa, atau sampai ada keputusan tidak bolehnya membawa daging,” jelas Baharuddin. (raw/lim)

Most Read

Butuhkan Anggaran untuk Peralatan

Resep Amplang Rumput Laut

THM Jadi Atensi Selama Ramadan

Artikel Terbaru

/