alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

KLA, Hak Anak Harus Terpenuhi

MALINAU – Pada 22 Juli 2022 lalu, Malinau resmi menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sehingga untuk mengembangkan KLA, dibutuhkan komitmen seluruh pihak secara bersama agar terealisasi dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa.

Ia menegaskan salah satu upaya yang dibutuhkan adalah berkomitmen menjadikan anak Malinau yang merupakan generasi penerus dapat terpenuhi hak-haknya sebagaimana tertuang dalam konveksi hak anak.

“Semua memegang peran penting dalam memenuhi hak setiap anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Jadi kita harapkan semua pihak berkomitmen bersama dalam memenuhi hak anak,” kata Wempi.

KLA merupakan sistem pembangunan satu wilayah administrasi yang mengintegrasikan komitmen yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan terkait program dan kegiatan pemenuhan hak anak.

Baca Juga :  DPRD dan Aliansi 'Duduk Bersama', Ini Tuntutan Masyarakat

KLA memiliki 31 indikator yang tertuang dalam 5 klaster umum, yaitu Klaster Hak Sipil dan Kebebasan, Klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Klaster Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni juga Budaya, dan Klaster Perlindungan Khusus.

Atas hal tersebut, Wempi meminta kepada seluruh kalangan termasuk masyarakat di seluruh wilayah Malinau untuk bersedia komitmen untuk lebih mewujudkan KLA ini.

Menurutnya KLA sangat penting, sebab KLA dapat mewujudkan generasi berkualitas di masa depan.

“Jadi kita semua harus menjamin hak-hak anak baik orang tuanya sendiri, keluarga, masyarakat, pemerintah bahkan negara,” tutupnya (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

MALINAU – Pada 22 Juli 2022 lalu, Malinau resmi menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sehingga untuk mengembangkan KLA, dibutuhkan komitmen seluruh pihak secara bersama agar terealisasi dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa.

Ia menegaskan salah satu upaya yang dibutuhkan adalah berkomitmen menjadikan anak Malinau yang merupakan generasi penerus dapat terpenuhi hak-haknya sebagaimana tertuang dalam konveksi hak anak.

“Semua memegang peran penting dalam memenuhi hak setiap anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Jadi kita harapkan semua pihak berkomitmen bersama dalam memenuhi hak anak,” kata Wempi.

KLA merupakan sistem pembangunan satu wilayah administrasi yang mengintegrasikan komitmen yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan terkait program dan kegiatan pemenuhan hak anak.

Baca Juga :  Pria Ini Hantam Kakak Kandung dengan Sekop

KLA memiliki 31 indikator yang tertuang dalam 5 klaster umum, yaitu Klaster Hak Sipil dan Kebebasan, Klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Klaster Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni juga Budaya, dan Klaster Perlindungan Khusus.

Atas hal tersebut, Wempi meminta kepada seluruh kalangan termasuk masyarakat di seluruh wilayah Malinau untuk bersedia komitmen untuk lebih mewujudkan KLA ini.

Menurutnya KLA sangat penting, sebab KLA dapat mewujudkan generasi berkualitas di masa depan.

“Jadi kita semua harus menjamin hak-hak anak baik orang tuanya sendiri, keluarga, masyarakat, pemerintah bahkan negara,” tutupnya (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

Most Read

Artikel Terbaru

/