alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Ini Jawaban Perusahaan Terkait Tuntutan Karyawannya

MALINAU – Pihak perusahaan PT. Hasta Panca Mandiri Utama (HPMU) tidak dapat menyanggupi permintaan karyawan pada pertemuan bipartit, di mana para karyawan menuntut tambahan hak pesangon sebesar 0,75 kali. PT. HPMU menegaskan angka maksimal yang disanggupi untuk penambahan hak pesangon sebesar 0,5 kali.

Kepala HRD PT. HPMU, Takwa mengatakan, untuk alasan melakukan PHK serentak, pihaknya merujuk pada PP nomor 35 tahun 2021, di mana pada pasal 44 ayat 2 dinyatakan bahwa perusahaan diperbolehkan melakukan PHK serentak lantaran tutup dan tidak ingin adanya kerugian. Takwa mengaku proses ini sudah dilakukan sejak 27 Mei 2021 lalu.

Untuk perhitungan hak pesangon karyawan terdapat 1x sesuai dengan ketentuan, hal tersebut tertuang di PP nomor 35 tahun 2021. Namun berdasarkan pertemuan yang dilakukan, pihak karyawan menuntut penambahan hak pesangon sebesar 0,75 kali, sehingga jika ditotalkan menjadi 1,75x.

Baca Juga :  Kegiatan Sabung Ayam Marak di Malinau, Ini kata Bupati

“Kami sudah memberikan kebijakan tambahan terkait itu, nah itu sudah diluar dari PP nomor 35 tahun 2021. Jadi kami menambah 0,5 sehingga hak pesangon yang dapat diterima menjadi 1,5 ,” kata Takwa.

Takwa menegaskan angka 0,5 tersebut merupakan kebijakan tambahan paling maksimal yang dapat diberikan pihaknya. Dikatakan Takwa, 0,5 tersebut sudah merupakan setengah dari ketentuan hak pesangon sesuai PP nomor 35 tahun 2021.

“Dengan adanya kebijakan tambahan 0,5 dari kami itu, sebagai tali asih untuk para karyawan. Dan itu sudah merupakan nilai yang sangat wah karena melebihi dari ketentuan yang berlaku,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

MALINAU – Pihak perusahaan PT. Hasta Panca Mandiri Utama (HPMU) tidak dapat menyanggupi permintaan karyawan pada pertemuan bipartit, di mana para karyawan menuntut tambahan hak pesangon sebesar 0,75 kali. PT. HPMU menegaskan angka maksimal yang disanggupi untuk penambahan hak pesangon sebesar 0,5 kali.

Kepala HRD PT. HPMU, Takwa mengatakan, untuk alasan melakukan PHK serentak, pihaknya merujuk pada PP nomor 35 tahun 2021, di mana pada pasal 44 ayat 2 dinyatakan bahwa perusahaan diperbolehkan melakukan PHK serentak lantaran tutup dan tidak ingin adanya kerugian. Takwa mengaku proses ini sudah dilakukan sejak 27 Mei 2021 lalu.

Untuk perhitungan hak pesangon karyawan terdapat 1x sesuai dengan ketentuan, hal tersebut tertuang di PP nomor 35 tahun 2021. Namun berdasarkan pertemuan yang dilakukan, pihak karyawan menuntut penambahan hak pesangon sebesar 0,75 kali, sehingga jika ditotalkan menjadi 1,75x.

Baca Juga :  Bangunan Bengkel Diamuk si Jago Merah

“Kami sudah memberikan kebijakan tambahan terkait itu, nah itu sudah diluar dari PP nomor 35 tahun 2021. Jadi kami menambah 0,5 sehingga hak pesangon yang dapat diterima menjadi 1,5 ,” kata Takwa.

Takwa menegaskan angka 0,5 tersebut merupakan kebijakan tambahan paling maksimal yang dapat diberikan pihaknya. Dikatakan Takwa, 0,5 tersebut sudah merupakan setengah dari ketentuan hak pesangon sesuai PP nomor 35 tahun 2021.

“Dengan adanya kebijakan tambahan 0,5 dari kami itu, sebagai tali asih untuk para karyawan. Dan itu sudah merupakan nilai yang sangat wah karena melebihi dari ketentuan yang berlaku,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

Most Read

Artikel Terbaru

/