alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Penanganan Narkoba di BNK Malinau Minim, Ini Penyebabnya

MALINAU – Lanjutan dari permintaan Kasat Reskoba Polres Malinau, Iptu Marudut terkait segera dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kabupaten Malinau hingga saat ini masih menunggu keputusan dari Kemenpan-RB.

Hal tersebut diungkapkan salah satu relawan anti narkoba sekaligus anggota Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Malinau, Aji Iskandar. Ia menjelaskan BNK ini yang akan menjadi cikal bakal BBNK Malinau.

“Untuk membentuk BNNK Malinau menunggu persetujuan dari Kemenpan-RB. Jika itu sudah ada, BNN RI sudah siap membentuk,” kata Aji Iskandar.

Meski demikian, Aji menjelaskan selama ini BNK Malinau tidak ada kejelasan. Ia mengaku menjadi penjabat pelaksana Sekretaris BNK Malinau tanpa legalitas yang di-SK-kan Pemerintah Kabupaten Malinau. Di mana, Sekretaris BNK sebelumnya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  KLA, Hak Anak Harus Terpenuhi

“Tanpa di-SK-kan, saya mengurusi pekerjaan Sekretaris BNK Malinau. Karena tidak ada yang mengurusi lagi,” tambah Aji.

Aji mengaku selama dari tahun 2019 lalu hingga 2022 ini, pihaknya tidak mendapat anggaran dari Pemerintah Kabupaten Malinau untuk mengurusi masalah narkotika di Kabupaten Malinau.

Padahal, di dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), seluruh pemerintah daerah diwajibkan untuk membantu sekaligus menyukseskan P4GN tersebut.

“Tapi kita dari 2018 tadi tidak dapat dana hibah sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Malinau. Sehingga kegiatan kita dalam memberantas narkoba di Kabupaten Malinau minim,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

MALINAU – Lanjutan dari permintaan Kasat Reskoba Polres Malinau, Iptu Marudut terkait segera dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kabupaten Malinau hingga saat ini masih menunggu keputusan dari Kemenpan-RB.

Hal tersebut diungkapkan salah satu relawan anti narkoba sekaligus anggota Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Malinau, Aji Iskandar. Ia menjelaskan BNK ini yang akan menjadi cikal bakal BBNK Malinau.

“Untuk membentuk BNNK Malinau menunggu persetujuan dari Kemenpan-RB. Jika itu sudah ada, BNN RI sudah siap membentuk,” kata Aji Iskandar.

Meski demikian, Aji menjelaskan selama ini BNK Malinau tidak ada kejelasan. Ia mengaku menjadi penjabat pelaksana Sekretaris BNK Malinau tanpa legalitas yang di-SK-kan Pemerintah Kabupaten Malinau. Di mana, Sekretaris BNK sebelumnya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  ABK Tug Boat Hilang di Sungai, Begini Kronologisnya

“Tanpa di-SK-kan, saya mengurusi pekerjaan Sekretaris BNK Malinau. Karena tidak ada yang mengurusi lagi,” tambah Aji.

Aji mengaku selama dari tahun 2019 lalu hingga 2022 ini, pihaknya tidak mendapat anggaran dari Pemerintah Kabupaten Malinau untuk mengurusi masalah narkotika di Kabupaten Malinau.

Padahal, di dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), seluruh pemerintah daerah diwajibkan untuk membantu sekaligus menyukseskan P4GN tersebut.

“Tapi kita dari 2018 tadi tidak dapat dana hibah sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Malinau. Sehingga kegiatan kita dalam memberantas narkoba di Kabupaten Malinau minim,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

Most Read

Resep Chicken Wings Spicy

Ketersediaan APD Jadi Atensi KPU RI

Artikel Terbaru

/