alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Capaian Vaksinasi BIAN di Malinau Masih 61 Persen, Ini Kendalanya…

MALINAU – Pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk zona Kalimantan yang dilaunching oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes RI) pada 18 Mei 2022 lalu, di Kabupaten Malinau sendiri masih mencapai 61 persen hingga Kamis (14/7).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPK2KB) Malinau, Abdul Djaya Nazar mengatakan dalam menyukseskan BIAN di Kabupaten Malinau terdapat sejumlah kendala.

“Salah satunya sasaran BIAN sendiri adalah anak-anak sekolah. Dimana, persoalan imunisasi yang dilakukan di sekolah terbentur dengan jadwal ujian sekolah atau kegiatan sekolah lainnya,” kata pria yang akrab di Djaya.

Selain itu, kendala lainnya yakni sejumlah anak-anak yang berada di pedalaman dan perbatasan Malinau tidak terdaftar catatan sipil. Dalam arti, anak tersebut tidak mempunyai Nomor Identitas Kependudukan (NIK) di dalam Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga :  Kemarin Pindahin Pesawat, Kali Ini Puluhan Satpol PP Datangi RSUD. Ada Apa?

“Selain itu, kita juga keterbatasan anggaran. Sebab, letak geografis di pedalaman Malinau membuat sejumlah akses sangat sulit dijangkau membuat biaya transportasi terlalu besar,” tutupnya. (*).






Reporter: Hadi Aris Iskandar

MALINAU – Pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk zona Kalimantan yang dilaunching oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes RI) pada 18 Mei 2022 lalu, di Kabupaten Malinau sendiri masih mencapai 61 persen hingga Kamis (14/7).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPK2KB) Malinau, Abdul Djaya Nazar mengatakan dalam menyukseskan BIAN di Kabupaten Malinau terdapat sejumlah kendala.

“Salah satunya sasaran BIAN sendiri adalah anak-anak sekolah. Dimana, persoalan imunisasi yang dilakukan di sekolah terbentur dengan jadwal ujian sekolah atau kegiatan sekolah lainnya,” kata pria yang akrab di Djaya.

Selain itu, kendala lainnya yakni sejumlah anak-anak yang berada di pedalaman dan perbatasan Malinau tidak terdaftar catatan sipil. Dalam arti, anak tersebut tidak mempunyai Nomor Identitas Kependudukan (NIK) di dalam Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga :  Keren, Taekwondoin Malinau Raih 13 Medali Emas

“Selain itu, kita juga keterbatasan anggaran. Sebab, letak geografis di pedalaman Malinau membuat sejumlah akses sangat sulit dijangkau membuat biaya transportasi terlalu besar,” tutupnya. (*).






Reporter: Hadi Aris Iskandar

Most Read

Lepas Kendali, AB Tewas Tabrak Trotoar

Kasus Covid-19 di Malinau Kian Membaik

2019, CJH Urus Paspor Sendiri

Ice Cappuccino

Artikel Terbaru

/