alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Bupati ‘Galau’dengan Rencana Penghapusan Tenaga Honorer, Ini Tanggapannya

MALINAU – Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa mengaku ‘galau’ dengan kebijakan penghapusan honorer oleh pemerintah pusat.

Sebab, menurut Wempi, tenaga honorer selama ini merupakan ujung tombak organisasi perangkat daerah (OPD) khususnya di lingkup Pemkab Malinau.

Wempi mengatakan selama ini tenaga honorer sangat membantu kinerja Pemkab Malinau. Lantaran tenaga honorer tahu diri sehingga mereka harus baik dalam bekerja. Dengan kinerja yang baik itu, dirasa mereka masih diperlukan dan pemerintah daerah berani mengucurkan anggaran untuk tenaga honorer.

“Tenaga honorer inikan tahu diri, dia bekerja karena dia dikontrak. Kalau dia tidak punya skill atau keahlian pada bidang itu, maka peluang tahun depan dia tidak dipakai,” kata Wempi.

Baca Juga :  PNS Loyalitasnya ke Masyarakat, Bukan Pimpinan !

Wempi menegaskan bahkan pegawai negeri yang baru dilantik lebih banyak memanfaatkan skill tenaga honorer. Sehingga selama ini tenaga honorer yang menjadi ujung tombak OPD.

“Bisa di cek sendiri, siapa yang kerjakan hal-hal administrasi di setiap OPD. Itu paling banyak yang kerjakan teman-teman honorer. Nah sekarang mereka pasti bingung karena akan kehilangan pekerjaan,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

MALINAU – Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa mengaku ‘galau’ dengan kebijakan penghapusan honorer oleh pemerintah pusat.

Sebab, menurut Wempi, tenaga honorer selama ini merupakan ujung tombak organisasi perangkat daerah (OPD) khususnya di lingkup Pemkab Malinau.

Wempi mengatakan selama ini tenaga honorer sangat membantu kinerja Pemkab Malinau. Lantaran tenaga honorer tahu diri sehingga mereka harus baik dalam bekerja. Dengan kinerja yang baik itu, dirasa mereka masih diperlukan dan pemerintah daerah berani mengucurkan anggaran untuk tenaga honorer.

“Tenaga honorer inikan tahu diri, dia bekerja karena dia dikontrak. Kalau dia tidak punya skill atau keahlian pada bidang itu, maka peluang tahun depan dia tidak dipakai,” kata Wempi.

Baca Juga :  Saling Bantah, Bupati Tegaskan Hal Ini ke Susi Air

Wempi menegaskan bahkan pegawai negeri yang baru dilantik lebih banyak memanfaatkan skill tenaga honorer. Sehingga selama ini tenaga honorer yang menjadi ujung tombak OPD.

“Bisa di cek sendiri, siapa yang kerjakan hal-hal administrasi di setiap OPD. Itu paling banyak yang kerjakan teman-teman honorer. Nah sekarang mereka pasti bingung karena akan kehilangan pekerjaan,” tambahnya. (*)






Reporter: Hadi Aris Iskandar

Most Read

Mahasiswa Tuntut Tiga Poin

27 Tim Siap Bertempur

Artikel Terbaru

/