alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Pengungkapan Narkoba Terjun Bebas

TANJUNG SELOR – Dalam rilis akhir tahun yang dilakukan oleh Polres Bulungan belum lama ini, diketahui pengungkapan kasus narkoba yang ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di tahun ini angkanya mengalami penurunan yang cukup drastis.

Dari data yang dirilis tahun 2017 lalu, sebanyak 236 kasus yang ditangani oleh Satresnarkoba, namun pada tahun ini pengungkapan jauh menurun, yaitu hanya 51 kasus.
Menyikapi penurunan ini, Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Resnarkoba Polres Bulungan AKP I Wayan Dana mengakui bahwa benar bahwa pada tahun ini hanya ada sebanyak 51 kasus yang ditangani pihaknya. “Dari jumlah tersebut, ada sebanyak dengan 57 orang tersangka dengan barang bukti mencapai 697,54 gram sabu-sabu dengan uang tunai sebesar Rp 15.162.000,” ungkapnya.
“Ada satu kasus yang besar, dengan BB seberat 451 gram. Tersangkanya dua orang,” sambungnya.
Diakuinya bahwa dalam 51 kasus yang ditanggani tersebut, Polres Bulungan mendominasi pengungkapan sebanyak 40 kasus, disusul Polsek Bunyu sebanyak lima kasus, kemudian Polsek Tanjung Palas Utara (TPU) 2 kasus. Lainnya seperti Polsek Sesayap, Sesayap Hilir, Tanjung Palas serta Peso masing-masing satu kasus.
Ia tegaskan dalam masalah turunnya hasil pengungkapan penyalahgunaan narkoba tersebut bukan lantaran pihaknya tidak berkerja secara maksimal. Banyaknya pengungkapan yang terjadi pada tahun lalu lantaran semua kasus yang ada ditemukan diterbitkan laporan polisinya atau LP.
“Pada saat masih tergabung di Kaltim, di bawah pimpinan Kapolda Irjen Pol Safaruddin melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), semua yang rehab-rehab agar diterbitkan LP,” ungkapnya.
Itu mulai berlaku pada saat Operasi Bersinar yang dilaksanakan sejak tahun 2016 untuk memenuhi target-target seperti halnya Polres Bulungan ditarget 4 sidik dan 3 rehab setiap pekannya. “Sehingga itulah yang membuat kasus narkoba di Polres Bulungan melonjak naik beberapa tahun lalu,” sebutnya.
Namun hingga terbentuknya Polda Kaltara yang mulai aktif sejak Mei lalu, kata Wayan, membuat mekanisme yang ada sebelumnya dihentikan.
“Setelah itu kami hentikan, tidak ada lagi terbit LP bagi mereka yang tidak ada BB-nya. Kalau yang kami tangkap tidak ada BB-nya namun tes urine positif, langsung diserahkan ke BNK,” jelasnya.
“Sejak Mei itu tidak ada lagi LP yang terbit ketika pelakunya hanya diwajibkan rehab,” timpalnya.
Sebenarnya, lanjut Wayan, antara kasus 2017 dengan 2018 seimbang. Hanya saja lebih banyak yang direhabilitasi namun diterbitkan LP. ” Kalau yang benar-benar LP di luar rehab itu pada tahun lalu sebanyak 53 kasus dari 236 kasus. Sisanya rehab. Nah di tahun ini ada sebanyak 51 kasus,” jelasnya. (sny/ash)

Baca Juga :  Dijamin Masuk SMA Taruna Nusantara Tanpa Tes

TANJUNG SELOR – Dalam rilis akhir tahun yang dilakukan oleh Polres Bulungan belum lama ini, diketahui pengungkapan kasus narkoba yang ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di tahun ini angkanya mengalami penurunan yang cukup drastis.

Dari data yang dirilis tahun 2017 lalu, sebanyak 236 kasus yang ditangani oleh Satresnarkoba, namun pada tahun ini pengungkapan jauh menurun, yaitu hanya 51 kasus.
Menyikapi penurunan ini, Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Resnarkoba Polres Bulungan AKP I Wayan Dana mengakui bahwa benar bahwa pada tahun ini hanya ada sebanyak 51 kasus yang ditangani pihaknya. “Dari jumlah tersebut, ada sebanyak dengan 57 orang tersangka dengan barang bukti mencapai 697,54 gram sabu-sabu dengan uang tunai sebesar Rp 15.162.000,” ungkapnya.
“Ada satu kasus yang besar, dengan BB seberat 451 gram. Tersangkanya dua orang,” sambungnya.
Diakuinya bahwa dalam 51 kasus yang ditanggani tersebut, Polres Bulungan mendominasi pengungkapan sebanyak 40 kasus, disusul Polsek Bunyu sebanyak lima kasus, kemudian Polsek Tanjung Palas Utara (TPU) 2 kasus. Lainnya seperti Polsek Sesayap, Sesayap Hilir, Tanjung Palas serta Peso masing-masing satu kasus.
Ia tegaskan dalam masalah turunnya hasil pengungkapan penyalahgunaan narkoba tersebut bukan lantaran pihaknya tidak berkerja secara maksimal. Banyaknya pengungkapan yang terjadi pada tahun lalu lantaran semua kasus yang ada ditemukan diterbitkan laporan polisinya atau LP.
“Pada saat masih tergabung di Kaltim, di bawah pimpinan Kapolda Irjen Pol Safaruddin melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), semua yang rehab-rehab agar diterbitkan LP,” ungkapnya.
Itu mulai berlaku pada saat Operasi Bersinar yang dilaksanakan sejak tahun 2016 untuk memenuhi target-target seperti halnya Polres Bulungan ditarget 4 sidik dan 3 rehab setiap pekannya. “Sehingga itulah yang membuat kasus narkoba di Polres Bulungan melonjak naik beberapa tahun lalu,” sebutnya.
Namun hingga terbentuknya Polda Kaltara yang mulai aktif sejak Mei lalu, kata Wayan, membuat mekanisme yang ada sebelumnya dihentikan.
“Setelah itu kami hentikan, tidak ada lagi terbit LP bagi mereka yang tidak ada BB-nya. Kalau yang kami tangkap tidak ada BB-nya namun tes urine positif, langsung diserahkan ke BNK,” jelasnya.
“Sejak Mei itu tidak ada lagi LP yang terbit ketika pelakunya hanya diwajibkan rehab,” timpalnya.
Sebenarnya, lanjut Wayan, antara kasus 2017 dengan 2018 seimbang. Hanya saja lebih banyak yang direhabilitasi namun diterbitkan LP. ” Kalau yang benar-benar LP di luar rehab itu pada tahun lalu sebanyak 53 kasus dari 236 kasus. Sisanya rehab. Nah di tahun ini ada sebanyak 51 kasus,” jelasnya. (sny/ash)

Baca Juga :  Penduduk Bertambah 242.258 Jiwa

Most Read

Artikel Terbaru

/