alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Kriminalitas Tertinggi di Kaltara Tertinggi di Kota Ini….

TANJUNG SELOR –Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) merilis capaian kerja yang telah dilakukan baik di Satker dalam Polda sendiri maupun jajarannya. Dalam rilis yang disampaikan, ada satu kabupaten/kota yang tingkat kriminalitasnya cukup tinggi.

Dalam rilis yang disampaikan langsung Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, didampingi Wakapolda Kaltara KBP Zainal A. Paliwang beserta Kabid Humas AKBP Berliando itu mengatakan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terdapat di empat polres di Kaltara, Polres Tarakan menempati urutan pertama.

“Tercatat di tahun 2018 saja, untuk lidik ada 270 kasus dan yang sidik ada 283 kasus, angka tersebut menunjukkan selra (penyelesaian perkara) dengan angka 104,8 persen,” ungkap Indrajit.

Angka yang ada di tahun 2018 ini lanjutnya jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu memang sedikit mengalami penurunan. Tahun lalu untuk kasus yang dilidik ada sebanyak 332 kasus sementara yang disidik sebanyak 324 kasus. “Jika dipersentasekan itu mencapai 97,5 persen,” sebutnya.

Pada urutan kedua lanjut Kapolda, ditempati oleh Polres Nunukan, ada sebanyak 240 kasus yang dilidik serta yang disidik sebanyak 192 kasus atau selranya mencapai 80 persen. “Angka yang ada juga menunjukkan adanya penurunan perkara untuk yang dilidik, tahun lalu ada sebanyak 263 perkara, sementara yang disidik tahun ini mengalami peningkatan sebesar 10 perkara dibandingkan tahun lalu,” sebutnya.

Baca Juga :  Kejari Terima SPDP Kasus Pembakaran Sekolah

Selanjutnya diikuti Polres Bulungan kemudian Malinau, masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat. Indrajit menjelaskan tingginya angka kriminalitas itu dipengaruhi atau dipicu dari jumlah penduduk suatu daerah. Dalam hal ini disebutkan wajar apabila seperti Kota Tarakan memiliki tingkat yang tinggi dalam kriminalitas.

“Sebab jumlah penduduknya juga banyak. Tingkat kriminalnya tinggi lantaran pengaruh dari adanya kebutuhan ekonomi masyarakat yang tinggi. Sehingga dengan berbagai cara akan ditempuh untuk mendapatkannya apa yang diinginkan termasuk berbuat tindak kejahatan,” jelasnya.

Ia menerangkan memang saat ini Kota Tarakan merupakan daerah yang tingkat kepadatan penduduknya sangat tinggi di Kaltara, sehingga wajar saja tingkat kriminalitasnya juga tinggi. “Sehingga wajar Tarakan peringkat pertama dari polres lainnya, tidak hanya tahun ini, tahun lalu juga demikian berdasarkan data yang ada,” sebutnya.

Baca Juga :  Terima Rekomendasi, RPJMD 2016-2021 Direvisi

Tak hanya di lingkungan polres saja, Indrajit juga menyebutkan capaian kerja Sartker yang ada di Polda Kaltara seperti Ditreskrimum, Ditreskrimsus serta Ditresnarkoba selama bertugas hingga sejauh ini juga ada yang berhasil diungkap. “Seperti halnya Ditreskrimum selama 2018 ini ada sebanyak 23 kasus yanh dilidik dan yang disidik ada sebanyak 12 kasus atau selranya mencapai 52 persen,” sebutnya.

Begitu juga dengan Ditreskrimsus Polda Kaltara selama bertugas meski belum melakukan penyidikan, setidaknya telah melakukan penyelidikkan sebanyak 7 kasus. “Untuk di Ditresnarkoba tahun ini ada sebanyak 23 kasus yang dilidik dan 12 kasus telah disidik atau sudah ada tersangkanya, Selranya mencapai 52 persen,” sebutnya.

Secara umum, kata Indrajit sepanjang tahun 2018 ini ada sebanyak 790 kasus yang dilidik dan ada sebanyak 652 kasus yang telah disidik oleh Empat Polres dan 3 Ditrektorat. “Dengan penyelesaian perkara mencapai 82,5 persen,” pungkasnya. (sny/eza) 

 

 

TANJUNG SELOR –Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) merilis capaian kerja yang telah dilakukan baik di Satker dalam Polda sendiri maupun jajarannya. Dalam rilis yang disampaikan, ada satu kabupaten/kota yang tingkat kriminalitasnya cukup tinggi.

Dalam rilis yang disampaikan langsung Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, didampingi Wakapolda Kaltara KBP Zainal A. Paliwang beserta Kabid Humas AKBP Berliando itu mengatakan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terdapat di empat polres di Kaltara, Polres Tarakan menempati urutan pertama.

“Tercatat di tahun 2018 saja, untuk lidik ada 270 kasus dan yang sidik ada 283 kasus, angka tersebut menunjukkan selra (penyelesaian perkara) dengan angka 104,8 persen,” ungkap Indrajit.

Angka yang ada di tahun 2018 ini lanjutnya jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu memang sedikit mengalami penurunan. Tahun lalu untuk kasus yang dilidik ada sebanyak 332 kasus sementara yang disidik sebanyak 324 kasus. “Jika dipersentasekan itu mencapai 97,5 persen,” sebutnya.

Pada urutan kedua lanjut Kapolda, ditempati oleh Polres Nunukan, ada sebanyak 240 kasus yang dilidik serta yang disidik sebanyak 192 kasus atau selranya mencapai 80 persen. “Angka yang ada juga menunjukkan adanya penurunan perkara untuk yang dilidik, tahun lalu ada sebanyak 263 perkara, sementara yang disidik tahun ini mengalami peningkatan sebesar 10 perkara dibandingkan tahun lalu,” sebutnya.

Baca Juga :  Jalan Ini Sering Banget Ditinjau Pejabat, tapi Nihil Perbaikan

Selanjutnya diikuti Polres Bulungan kemudian Malinau, masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat. Indrajit menjelaskan tingginya angka kriminalitas itu dipengaruhi atau dipicu dari jumlah penduduk suatu daerah. Dalam hal ini disebutkan wajar apabila seperti Kota Tarakan memiliki tingkat yang tinggi dalam kriminalitas.

“Sebab jumlah penduduknya juga banyak. Tingkat kriminalnya tinggi lantaran pengaruh dari adanya kebutuhan ekonomi masyarakat yang tinggi. Sehingga dengan berbagai cara akan ditempuh untuk mendapatkannya apa yang diinginkan termasuk berbuat tindak kejahatan,” jelasnya.

Ia menerangkan memang saat ini Kota Tarakan merupakan daerah yang tingkat kepadatan penduduknya sangat tinggi di Kaltara, sehingga wajar saja tingkat kriminalitasnya juga tinggi. “Sehingga wajar Tarakan peringkat pertama dari polres lainnya, tidak hanya tahun ini, tahun lalu juga demikian berdasarkan data yang ada,” sebutnya.

Baca Juga :  Ini Jeritan Nelayan di Tengah Maraknya Destructive Fishing

Tak hanya di lingkungan polres saja, Indrajit juga menyebutkan capaian kerja Sartker yang ada di Polda Kaltara seperti Ditreskrimum, Ditreskrimsus serta Ditresnarkoba selama bertugas hingga sejauh ini juga ada yang berhasil diungkap. “Seperti halnya Ditreskrimum selama 2018 ini ada sebanyak 23 kasus yanh dilidik dan yang disidik ada sebanyak 12 kasus atau selranya mencapai 52 persen,” sebutnya.

Begitu juga dengan Ditreskrimsus Polda Kaltara selama bertugas meski belum melakukan penyidikan, setidaknya telah melakukan penyelidikkan sebanyak 7 kasus. “Untuk di Ditresnarkoba tahun ini ada sebanyak 23 kasus yang dilidik dan 12 kasus telah disidik atau sudah ada tersangkanya, Selranya mencapai 52 persen,” sebutnya.

Secara umum, kata Indrajit sepanjang tahun 2018 ini ada sebanyak 790 kasus yang dilidik dan ada sebanyak 652 kasus yang telah disidik oleh Empat Polres dan 3 Ditrektorat. “Dengan penyelesaian perkara mencapai 82,5 persen,” pungkasnya. (sny/eza) 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/