alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Jelang Pemilu, Semua Wilayah Dinilai Rawan

TANJUNG SELOR – Pemilihan umum (pemilu) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat.

Saat ini, sejumlah peserta dan partai politik (parpol) sudah mempersiapkan diri dengan cara dan tekniknya masing-masing untuk menghadapi pesta demokrasi yang dijadwalkan akan dilakukan serentak di Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

Menyikapi hal itu, sejumlah pihak, mulai dari penyelenggara hingga petugas pengamanan secara terus menerus melakukan pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) guna menciptakan pesta demokrasi yang aman dan damai.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Indrajit mengatakan, dalam melakukan pengamanan pemilu di provinsi termuda Indonesia ini, pihaknya tidak melihat lokasi itu rawan dan tidak.

Baca Juga :  Rp 47 M Dipastikan Tak Cukup

“Semua lokasi itu kami anggap rawan, tapi ada tempat-tempat yang kami prioritaskan. Hanya saja di mana lokasi yang diprioritaskan itu tidak perlulah kami sampaikan ke masyarakat,” ujar Indrajit kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi belum lama ini.

Perwira berpangkat satu bintang ini menjelaskan, alasan tidak disampaikannya hal itu kepada masyarakat, untuk menghindari terjadinya hal-hal di luar dugaan. Artinya, jangan sampai lokasi yang dianggap aman malah tidak aman. Demikian juga sebaliknya.

“Personel kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan lokasi mana saja yang nantinya akan menjadi prioritas untuk diamankan lebih ekstra,” kata Indrajit.

Indrajit menyebutkan, tidak diberitahukan lokasi yang dinilai rawan itu agar penyelenggara pemilu dapat lebih teliti dan tidak lengah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diharapkan yang bisa mencederai pesta demokrasi di Tanah Air ini.

Baca Juga :  Gedung SMP 2 Tanjung Palas Ludes Terbakar

Pastinya, kepolisian tidak menginginkan terjadinya hal yang buruk pada pemilu serentak nanti. Sehingga semua personel hingga di tingkat kepolisian sektor (polsek) juga diturunkan untuk melakukan pengamanan di daerahnya masing-masing.

“Saya tegaskan ke anggota (polisi) agar tetap waspada dengan menganggap semua lokasi itu rawan. Jangan sampai ada pengamanan yang kecolongan di Kaltara ini,” pungkasnya. (iwk/eza)

 

TANJUNG SELOR – Pemilihan umum (pemilu) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat.

Saat ini, sejumlah peserta dan partai politik (parpol) sudah mempersiapkan diri dengan cara dan tekniknya masing-masing untuk menghadapi pesta demokrasi yang dijadwalkan akan dilakukan serentak di Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

Menyikapi hal itu, sejumlah pihak, mulai dari penyelenggara hingga petugas pengamanan secara terus menerus melakukan pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) guna menciptakan pesta demokrasi yang aman dan damai.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Indrajit mengatakan, dalam melakukan pengamanan pemilu di provinsi termuda Indonesia ini, pihaknya tidak melihat lokasi itu rawan dan tidak.

Baca Juga :  Sepuluh Anak Terindikasi Rubella

“Semua lokasi itu kami anggap rawan, tapi ada tempat-tempat yang kami prioritaskan. Hanya saja di mana lokasi yang diprioritaskan itu tidak perlulah kami sampaikan ke masyarakat,” ujar Indrajit kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi belum lama ini.

Perwira berpangkat satu bintang ini menjelaskan, alasan tidak disampaikannya hal itu kepada masyarakat, untuk menghindari terjadinya hal-hal di luar dugaan. Artinya, jangan sampai lokasi yang dianggap aman malah tidak aman. Demikian juga sebaliknya.

“Personel kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan lokasi mana saja yang nantinya akan menjadi prioritas untuk diamankan lebih ekstra,” kata Indrajit.

Indrajit menyebutkan, tidak diberitahukan lokasi yang dinilai rawan itu agar penyelenggara pemilu dapat lebih teliti dan tidak lengah untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diharapkan yang bisa mencederai pesta demokrasi di Tanah Air ini.

Baca Juga :  Rp 47 M Dipastikan Tak Cukup

Pastinya, kepolisian tidak menginginkan terjadinya hal yang buruk pada pemilu serentak nanti. Sehingga semua personel hingga di tingkat kepolisian sektor (polsek) juga diturunkan untuk melakukan pengamanan di daerahnya masing-masing.

“Saya tegaskan ke anggota (polisi) agar tetap waspada dengan menganggap semua lokasi itu rawan. Jangan sampai ada pengamanan yang kecolongan di Kaltara ini,” pungkasnya. (iwk/eza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/