alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Dukung KIPI, Bangun Jalan Penghubung

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya mendukung pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara) berencana membangun jalan penghubung antara Tanjung Selor dan Desa Sajau.

Adapun titik nol jalan itu, tepatnya berada di samping Rumah Sakit (RS) tipe B di Kilometer (Km) 4, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Pelaksana Harian (Plh) Bina Marga pada DPUPR-Perkim Kaltara, Saifullah Djamal menjelaskan, sesuai perencanan panjang jalan itu kurang lebih 26 km. Namun, permasalahan yang terjadi saat ini yaitu jalur jalan. Karena seharusnya jalan itu lurus, namun justru berbelok-belok.

“Jadi itu yang masih menjadi kendala kita saat ini, karena adanya lahan warga yang tidak setuju dibangun jalan, akhirnya kita pindahkan jalurnya,” ungkap Saiful kepada Radar Kaltara, Jumat (28/12).

Baca Juga :  April, Bulungan Catat 97.661 DPB

Jika harus mengganti lahan masyarakat, pihaknya mengaku kesulitan mengganti lahan itu. Karena dengan mengganti lahan sudah pasti akan membutuhkan dana yang besar, sementara dana yang disediakan pemerintah sangat terbatas. Itupun peruntukannya hanya untuk pembukaan jalan saja. “Untuk mengganti lahan warga tentu hal itu sangat sulit dilakukan,” ujarnya.

Sejauh ini, sejak 2016 hingga 2018 kurang lebih 13.468 km jalan telah terbuka dengan pengerjaan land clearing (pembersihan lahan), pembentukan badan jalan dan pengerasan agregat B. Pembangunan jalan ini sendiri terdiri dari dua sumber anggaran ada yang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ada juga yang menggunakan Anggaran Pendapatan Balanja Daerah (APBD). “Untuk DAK tahun 2018 dananya Rp 28 miliar, sedangkan dari APBD sebesar Rp 12.392.741.600,” jelasnya.

Baca Juga :  Hanura Belum Tentukan Sikap

Proyek pembangunan jalan ini sendiri dibangun sebagai upaya pendukung KIPI. Sedangkan untuk jalan lama akan tetap masih digunakan. Pembangunan jalan ini penting sebagai upaya membuka keterisolasian, karena dengan semakin banyak jalan akan semakin membuka keterisolasian.

Sementara untuk pembangunan jalan tol penghubung Kabupaten Bulungan dan Berau, feasibility study (FS)-nya sudah dipadukan dengan FS Berau. “Ternyata setelah kita lakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, mereka juga sudah memiliki FS sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya jalan tol ini tentunya akan mampu mengembangkan daerah. Sebab, jalan tol yang sedang berproses di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata-Berau diharapkan tembus hingga ke Bulungan sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah dilakukan sebelumnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya mendukung pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara) berencana membangun jalan penghubung antara Tanjung Selor dan Desa Sajau.

Adapun titik nol jalan itu, tepatnya berada di samping Rumah Sakit (RS) tipe B di Kilometer (Km) 4, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Pelaksana Harian (Plh) Bina Marga pada DPUPR-Perkim Kaltara, Saifullah Djamal menjelaskan, sesuai perencanan panjang jalan itu kurang lebih 26 km. Namun, permasalahan yang terjadi saat ini yaitu jalur jalan. Karena seharusnya jalan itu lurus, namun justru berbelok-belok.

“Jadi itu yang masih menjadi kendala kita saat ini, karena adanya lahan warga yang tidak setuju dibangun jalan, akhirnya kita pindahkan jalurnya,” ungkap Saiful kepada Radar Kaltara, Jumat (28/12).

Baca Juga :  Pelabuhan Tengkayu I Didesain Seperti Bandara

Jika harus mengganti lahan masyarakat, pihaknya mengaku kesulitan mengganti lahan itu. Karena dengan mengganti lahan sudah pasti akan membutuhkan dana yang besar, sementara dana yang disediakan pemerintah sangat terbatas. Itupun peruntukannya hanya untuk pembukaan jalan saja. “Untuk mengganti lahan warga tentu hal itu sangat sulit dilakukan,” ujarnya.

Sejauh ini, sejak 2016 hingga 2018 kurang lebih 13.468 km jalan telah terbuka dengan pengerjaan land clearing (pembersihan lahan), pembentukan badan jalan dan pengerasan agregat B. Pembangunan jalan ini sendiri terdiri dari dua sumber anggaran ada yang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ada juga yang menggunakan Anggaran Pendapatan Balanja Daerah (APBD). “Untuk DAK tahun 2018 dananya Rp 28 miliar, sedangkan dari APBD sebesar Rp 12.392.741.600,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembali Mengawasi SPBU

Proyek pembangunan jalan ini sendiri dibangun sebagai upaya pendukung KIPI. Sedangkan untuk jalan lama akan tetap masih digunakan. Pembangunan jalan ini penting sebagai upaya membuka keterisolasian, karena dengan semakin banyak jalan akan semakin membuka keterisolasian.

Sementara untuk pembangunan jalan tol penghubung Kabupaten Bulungan dan Berau, feasibility study (FS)-nya sudah dipadukan dengan FS Berau. “Ternyata setelah kita lakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, mereka juga sudah memiliki FS sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya jalan tol ini tentunya akan mampu mengembangkan daerah. Sebab, jalan tol yang sedang berproses di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata-Berau diharapkan tembus hingga ke Bulungan sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah dilakukan sebelumnya. (*/jai/eza)

Most Read

Kelola Padi, Petani Masih Senang Cara Lama

Tambahan Kasus Kembali Melandai

15 Jabatan Akan Dilelang

Artikel Terbaru

/