alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

2019, Lelang RS Tipe B Dimulai

TANJUNG SELOR – Pasca resmi melakukan penandatanganan peminjaman dana pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 340 miliar. Tahap selanjutnya Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara akan melakukan proses lelang.

Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna mengatakan, sejauh asistensi dokumen masih dalam proses penyusunan. Diharapkan pada Desember ini sudah akan rampung. “Jadi saat ini asistensi terus dilakukan, untuk sistem lelang akan menggunakan sistem pra kualifikasi,” ungkap Suheriyatna kepada Radar Kaltara.

Jika tidak ada kendala, mulai Maret 2019 mendatang sudah akan dilakukan teken kontrak untuk pembangunan fisik RS yang mememiliki konsep modern itu. Untuk kesiapan lahan sendiri saat ini sudah dilakukan land kliring (pembukaan lahan baru). “Untuk proses tender paling lambat dilakukan selama 45 hari,” ujarnya.

Pembangunan RS yang berlokasi di Kilometer (Km) 4, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan itu ditarget akan selesai dalam waktu 1 tahun 6 bulan. Sehingga ditargetkan pada 2020 sudah rampung dikerjakan, dan sudah dapat difungsikan. “Anggaran yang dipinjam kepada SMI itu peruntukan hanya untuk pembangunan fisik saja,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Embung Siap Beroperasi Tahun Ini

Sedangkan untuk pembangunan sarana prasarana (sarpras) pendukung, akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau dapat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Tapi itu nanti saja, sekarang ini kita fokus dulu untuk pembangunan RS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Suheriyatna, pembangunan RS di atas lahan kurang lebih 9 hektare (ha) itu akan dibangun di Jalan Cenderawasih. Namun karena ada beberapa pertimbangan dan adanya hibah dari salah seorang tokoh masyarakat di Bulungan, akhirnya rencana itu urung dilakukan. “Untuk akses jalan kita juga sudah membuka jalan dari Tanjung Selor hingga ke Sajau,” ujarnya.

Nantinya, jalan itu akan tembus hingga ke Tanah Kuning dan Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. Rencananya RS itu akan terintegrasi dengan Kota Baru Mandiri (KBM) Gunung Seriang, Tanjung Selor dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. “Kalau sesuai harapan pak Gubernur, RS itu mampu memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat di Kaltara,” ujarnya.

Baca Juga :  SIM ODP Covid-19 Diberi Keistimewaan

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman mengatakan, pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas penunjang operasional itu ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Dalam Pasal 25 menyebutkan jika pelayanan yang diberikan oleh RS tipe B, di antaranya meliputi pelayanan medis, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, penunjang klinik, penunjang nonklinik dan rawat inap.

Sedangkan untuk pelayanan medis dasar RS tipe B, minimal memiliki 23 dokter. “Meliputi dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dokter subspesialis, dan sepesialis lain serta dokter gigi spesialis,” jelasnya. Selain itu memiliki 33 orang tenaga kefarmasian, yaitu 13 orang apoteker dan 20 orang tenaga teknis kefarmasian. (*/jai/eza)

 

TANJUNG SELOR – Pasca resmi melakukan penandatanganan peminjaman dana pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 340 miliar. Tahap selanjutnya Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara akan melakukan proses lelang.

Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna mengatakan, sejauh asistensi dokumen masih dalam proses penyusunan. Diharapkan pada Desember ini sudah akan rampung. “Jadi saat ini asistensi terus dilakukan, untuk sistem lelang akan menggunakan sistem pra kualifikasi,” ungkap Suheriyatna kepada Radar Kaltara.

Jika tidak ada kendala, mulai Maret 2019 mendatang sudah akan dilakukan teken kontrak untuk pembangunan fisik RS yang mememiliki konsep modern itu. Untuk kesiapan lahan sendiri saat ini sudah dilakukan land kliring (pembukaan lahan baru). “Untuk proses tender paling lambat dilakukan selama 45 hari,” ujarnya.

Pembangunan RS yang berlokasi di Kilometer (Km) 4, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan itu ditarget akan selesai dalam waktu 1 tahun 6 bulan. Sehingga ditargetkan pada 2020 sudah rampung dikerjakan, dan sudah dapat difungsikan. “Anggaran yang dipinjam kepada SMI itu peruntukan hanya untuk pembangunan fisik saja,” bebernya.

Baca Juga :  47 Kasus dari Klaster Long Loreh

Sedangkan untuk pembangunan sarana prasarana (sarpras) pendukung, akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau dapat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Tapi itu nanti saja, sekarang ini kita fokus dulu untuk pembangunan RS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Suheriyatna, pembangunan RS di atas lahan kurang lebih 9 hektare (ha) itu akan dibangun di Jalan Cenderawasih. Namun karena ada beberapa pertimbangan dan adanya hibah dari salah seorang tokoh masyarakat di Bulungan, akhirnya rencana itu urung dilakukan. “Untuk akses jalan kita juga sudah membuka jalan dari Tanjung Selor hingga ke Sajau,” ujarnya.

Nantinya, jalan itu akan tembus hingga ke Tanah Kuning dan Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. Rencananya RS itu akan terintegrasi dengan Kota Baru Mandiri (KBM) Gunung Seriang, Tanjung Selor dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur. “Kalau sesuai harapan pak Gubernur, RS itu mampu memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat di Kaltara,” ujarnya.

Baca Juga :  SIM ODP Covid-19 Diberi Keistimewaan

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman mengatakan, pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas penunjang operasional itu ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Dalam Pasal 25 menyebutkan jika pelayanan yang diberikan oleh RS tipe B, di antaranya meliputi pelayanan medis, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, penunjang klinik, penunjang nonklinik dan rawat inap.

Sedangkan untuk pelayanan medis dasar RS tipe B, minimal memiliki 23 dokter. “Meliputi dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dokter subspesialis, dan sepesialis lain serta dokter gigi spesialis,” jelasnya. Selain itu memiliki 33 orang tenaga kefarmasian, yaitu 13 orang apoteker dan 20 orang tenaga teknis kefarmasian. (*/jai/eza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/