alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

2019, K13 Akan Diterapkan Menyeluruh

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) akan menerapkan kurikulum 2013 atau K13 mulai 2019 mendatang secara menyeluruh untuk sekolah di Kaltara.

Dikatakan, Kepala Disdikbud Kaltara, H. Sigit muryono saat ini regulasi K13 itu masih dilakukan revisi. Jika tidak ada kendala awal 2019 mendatang sudah akan mulai diterapkan di Kaltara. “Insya Allah kalau tidak ada kendala di tahun 2019 sudah semua sekolah menerapkan K13,” ungkap Sigit kepada Radar Kaltara.

Sejah ini, kata Sigit, angka sekolah yang sudah menerapkan K13 masih di bawah 50 persen. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya agar seluruh sekolah di Kaltara bisa menerapkan K13. “Masih banyaknya sekolah yang belum menerapkan K13 karena masih banyak terjadi hambatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadapi Mudik, Jalan Rusak Disurvei

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pasal 4 dinyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019 hingga 2020.

Oleh karena itu, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan meningkatkan kapasitas para guru melalui pelatihan agar dapat menerapkan Kurikulum 2013. Kesiapan para guru untuk menerapkan metode pengajaran yang baru menjadi kunci keberhasilan implementasi K13.

“Kami juga sudah rutin memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga pendidik, agar ketika sudah menerapkan K13 guru siap mengimplementasikan,” bebernya.

Terlepas dari semua itu, Disdikbud juga telah menetapkan zona bagi tenaga pendidik, tetapi zona itu belum mampu meningkatkan signifikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan kinerja. “Saya pernah memanggil dua orang guru ketemu dengan saya. Namanya Sapto Nugroho guru matematika SMA di Jogjakarta dan yang satu guru matematika di Tanjung Selor, Saptono. Dengan pangkat yang sama IVA. Artinya, lulus sertifikasi bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Pemkab Usulkan 220 Formasi CPNS

Hanya bedanya, Sapto Nugroho tidak dapat Tunjangan Profesi Pendidik (TPP), sedangkan Saptono dapat. Jadi kesejahteraan guru di Kaltara ini jauh lebih baik daripada di Jogjakarta. “Tapi kenapa guru lebih senang menjadi guru di Jogjakarta daripada di Tanjung Selor? Itu nanti akan kita lakukan pengkajian,” pungkasnya. (*/jai/eza)

 

 

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) akan menerapkan kurikulum 2013 atau K13 mulai 2019 mendatang secara menyeluruh untuk sekolah di Kaltara.

Dikatakan, Kepala Disdikbud Kaltara, H. Sigit muryono saat ini regulasi K13 itu masih dilakukan revisi. Jika tidak ada kendala awal 2019 mendatang sudah akan mulai diterapkan di Kaltara. “Insya Allah kalau tidak ada kendala di tahun 2019 sudah semua sekolah menerapkan K13,” ungkap Sigit kepada Radar Kaltara.

Sejah ini, kata Sigit, angka sekolah yang sudah menerapkan K13 masih di bawah 50 persen. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya agar seluruh sekolah di Kaltara bisa menerapkan K13. “Masih banyaknya sekolah yang belum menerapkan K13 karena masih banyak terjadi hambatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Pemkab Usulkan 220 Formasi CPNS

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pasal 4 dinyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019 hingga 2020.

Oleh karena itu, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan meningkatkan kapasitas para guru melalui pelatihan agar dapat menerapkan Kurikulum 2013. Kesiapan para guru untuk menerapkan metode pengajaran yang baru menjadi kunci keberhasilan implementasi K13.

“Kami juga sudah rutin memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga pendidik, agar ketika sudah menerapkan K13 guru siap mengimplementasikan,” bebernya.

Terlepas dari semua itu, Disdikbud juga telah menetapkan zona bagi tenaga pendidik, tetapi zona itu belum mampu meningkatkan signifikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan kinerja. “Saya pernah memanggil dua orang guru ketemu dengan saya. Namanya Sapto Nugroho guru matematika SMA di Jogjakarta dan yang satu guru matematika di Tanjung Selor, Saptono. Dengan pangkat yang sama IVA. Artinya, lulus sertifikasi bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunjungan Wisman ke Kaltara Alami Kenaikan

Hanya bedanya, Sapto Nugroho tidak dapat Tunjangan Profesi Pendidik (TPP), sedangkan Saptono dapat. Jadi kesejahteraan guru di Kaltara ini jauh lebih baik daripada di Jogjakarta. “Tapi kenapa guru lebih senang menjadi guru di Jogjakarta daripada di Tanjung Selor? Itu nanti akan kita lakukan pengkajian,” pungkasnya. (*/jai/eza)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/