alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Rawan Penimbunan, Pantau Stok dan Harga Sembako

TANJUNG SELOR – Mengantisipasi penimbunan sembako di masa pandemi Covid-19, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Suriansyah menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di kabupaten/kota untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi harga.

Suriansyah mengatakan, sistem logistik daerah harus lebih diperkuat. Kemudian ketersediaan sembako juga harus dipastikan tetap tersedia hingga akhir bulan ini. Khususnya, komoditas beras, telur dan daging ayam.

“Berkoordinasi dengan pelaku usaha, distributor maupun kerja sama antar daerah. Lalu berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar secara cermat, tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Suriansyah kepada Radar Kaltara.

Lanjut Suriansyah, perlu dipastikan tidak terjadi penimbunan dan spekulasi kenaikan harga sembako yang tidak wajar dengan menghubungkan pelemahan nilai tukar rupiah. “Di masa pandemi seperti sekarang ini rawan terjadi penimbunan. Jadi, saya minta TPID terus memantau stok dan harga,” harapnya.

Baca Juga :  Pasar Senilai Rp 1,7 Miliar Mati Suri

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bulungan, Hairul menambahkan, inflasi atau kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa di Kabupaten Bulungan secara umum masih terkendali. Inflasi di Bulungan tercatat terjadi pada daging ayam, telur, bawang merah, beras dan beberapa komoditas pangan lainnya.

“Langkah yang kami lakukan untuk menekan inflasi. Yakni, dengan  memberdayakan Perusda Bulungan menyuplai beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, inflasi tertinggi tercatat pada Februari 2020 sebesar 1,14 persen. Kemudian ada juga kenaikan indeks harga konsumen pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,5 persen, diikuti kesehatan sebesar 0,2 persen dan jasa keuangan sebesar 0,2 persen. “Komoditas utama penyumbang inflasi di Bulungan selalu berbeda setiap bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Naik, Pedagang Ayam Resah

Namun, kata dia, pada November 2020, inflasi di Bulungan lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 1,59 persen. “Pemerintah Kabupaten Bulungan akan terus berupaya mengendalikan inflasi dengan memperhatikan kebijakan pengendalian inflasi nasional,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Bulungan, Hj. Murtina mengatakan, pemantauan stok dan harga sembako sampai hari ini rutin dilakukan. “Kita pantau terus. Sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan. Artinya, masih normal saja,” singkatnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Mengantisipasi penimbunan sembako di masa pandemi Covid-19, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Suriansyah menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di kabupaten/kota untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi harga.

Suriansyah mengatakan, sistem logistik daerah harus lebih diperkuat. Kemudian ketersediaan sembako juga harus dipastikan tetap tersedia hingga akhir bulan ini. Khususnya, komoditas beras, telur dan daging ayam.

“Berkoordinasi dengan pelaku usaha, distributor maupun kerja sama antar daerah. Lalu berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar secara cermat, tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Suriansyah kepada Radar Kaltara.

Lanjut Suriansyah, perlu dipastikan tidak terjadi penimbunan dan spekulasi kenaikan harga sembako yang tidak wajar dengan menghubungkan pelemahan nilai tukar rupiah. “Di masa pandemi seperti sekarang ini rawan terjadi penimbunan. Jadi, saya minta TPID terus memantau stok dan harga,” harapnya.

Baca Juga :  69 Kasus Covid-19 di Kaltara, 2 Sembuh, 1 Meninggal

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bulungan, Hairul menambahkan, inflasi atau kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa di Kabupaten Bulungan secara umum masih terkendali. Inflasi di Bulungan tercatat terjadi pada daging ayam, telur, bawang merah, beras dan beberapa komoditas pangan lainnya.

“Langkah yang kami lakukan untuk menekan inflasi. Yakni, dengan  memberdayakan Perusda Bulungan menyuplai beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, inflasi tertinggi tercatat pada Februari 2020 sebesar 1,14 persen. Kemudian ada juga kenaikan indeks harga konsumen pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,5 persen, diikuti kesehatan sebesar 0,2 persen dan jasa keuangan sebesar 0,2 persen. “Komoditas utama penyumbang inflasi di Bulungan selalu berbeda setiap bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  UPDATE ARUS MUDIK: Pengguna Speedboat Harus Tahu Ini

Namun, kata dia, pada November 2020, inflasi di Bulungan lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 1,59 persen. “Pemerintah Kabupaten Bulungan akan terus berupaya mengendalikan inflasi dengan memperhatikan kebijakan pengendalian inflasi nasional,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Bulungan, Hj. Murtina mengatakan, pemantauan stok dan harga sembako sampai hari ini rutin dilakukan. “Kita pantau terus. Sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan. Artinya, masih normal saja,” singkatnya. (*/jai/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/