alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Hindari KKN, Terapkan Sistem Undi

TANJUNG SELOR – Menghindari terjadinya permasalahan pemilahan lapak antar pedagang di Pasar Modern yang ada di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara,Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Kalimantaan Utara (Kaltara) akan menerapkan sistem undi.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hartono mengungkapkan, sistem undi ini menurutnya menjadi sebuah keputusan akhir. Dengan harapan masyarakat dapat legowo menerima hasilnya. Mengingat, jika cara itu tak dilakukan bahwa akan berpotensi terjadinya problematika antar pedagang dan OPD yang dinakhodainya.

“Kami sudah jauh–jauh hari mewanti agar jangan sampai ada menduga hal demikian. Itulah mengapa dalam rapat akhir memberlakukan sistem undi terkait pemilahan setiap lapak di Pasar Modern itu,” ungkapnya kepada Radar Kaltara, Senin (28/12).

Sistem undi saat ini sudah berlangsung di Pasar Modern tersebut. Pedagang yang sebelumnya dinyatakan telah lolos verifikasi, maka berhak mengikuti pengundian lapak. Setiap pedagang pun ditekankan tidak menuntut dari hasil yang diperoleh dalam pengundiannya.

Baca Juga :  Ban Mobil Pelat Merah Dikempiskan

“Jadi, jika memang dapatnya di lokasi yang dianggap strategis. Maka, itu menjadi sebuah keberuntungannya. Meski, saya rasa semua memiliki potensi yang nyaris sama,” ujarnya melalui sambungan telepon pribadinya.

Mengenai adanya pro kontra di tengah masyarakat perihal penentuan setiap pedagang yang berhak mengikuti undi lapak. Hartono menjelaskan bahwa semua tentunya melewati sebuah proses dan ada panitia yang menanganinya. Tentunya, mereka yang terpilih merupakan warga yang masuk ke dalam kriteria.

“Lalu apa kriteria yang dimaksud tersebut? Pertama adalah mereka yang sebelumnya terdata secara jelas nama dan alamat. Lalu, mereka yang statusnya memang sebagai pedagang,” jelasnya seraya berkata bahwa yang bukan pedagang memang tidak diprioritaskan dahulu.

Tambahnya, untuk proses undi dan penentuan pedagang sifatnya tidak hanya pada satu desa. Meski, memang untuk desa di mana pasar itu berada di Panca Agung lebih diutamakan. Hal ini sebagaimana pernyataan awal yang pernah dilontarkannya.

Baca Juga :  BBM Bercampur Air, Pengawas SPBU Diperiksa

“Ya, dari data yang ada sebenarnya masih ada beberapa lapak yang kosong. Karena dari total lapak sekitar 90–an. Terdata baru 60–an yang mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasinya,” kata pejabat yang ramah dan murah senyum ini.

Dikatakannya juga, dengan sudah adanya pedagang yang bakal menempati lapak di Pasar Modern, pihaknya akan segera menjadwalkan terkait peresmiannya. Atau paling tidak pekan awal di Januari 2021 sudah dapat dilakukan prosesi tersebut.

“Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan baik. Karena memang secara menyeluruh tahapan sudah dilalui. Termasuk, soal pembangunan fisik dan landscape semua tuntas 100 persen,” terangnya. (omg/eza)

 

 

TANJUNG SELOR – Menghindari terjadinya permasalahan pemilahan lapak antar pedagang di Pasar Modern yang ada di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara,Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Kalimantaan Utara (Kaltara) akan menerapkan sistem undi.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hartono mengungkapkan, sistem undi ini menurutnya menjadi sebuah keputusan akhir. Dengan harapan masyarakat dapat legowo menerima hasilnya. Mengingat, jika cara itu tak dilakukan bahwa akan berpotensi terjadinya problematika antar pedagang dan OPD yang dinakhodainya.

“Kami sudah jauh–jauh hari mewanti agar jangan sampai ada menduga hal demikian. Itulah mengapa dalam rapat akhir memberlakukan sistem undi terkait pemilahan setiap lapak di Pasar Modern itu,” ungkapnya kepada Radar Kaltara, Senin (28/12).

Sistem undi saat ini sudah berlangsung di Pasar Modern tersebut. Pedagang yang sebelumnya dinyatakan telah lolos verifikasi, maka berhak mengikuti pengundian lapak. Setiap pedagang pun ditekankan tidak menuntut dari hasil yang diperoleh dalam pengundiannya.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Bacaleg Menahan Diri

“Jadi, jika memang dapatnya di lokasi yang dianggap strategis. Maka, itu menjadi sebuah keberuntungannya. Meski, saya rasa semua memiliki potensi yang nyaris sama,” ujarnya melalui sambungan telepon pribadinya.

Mengenai adanya pro kontra di tengah masyarakat perihal penentuan setiap pedagang yang berhak mengikuti undi lapak. Hartono menjelaskan bahwa semua tentunya melewati sebuah proses dan ada panitia yang menanganinya. Tentunya, mereka yang terpilih merupakan warga yang masuk ke dalam kriteria.

“Lalu apa kriteria yang dimaksud tersebut? Pertama adalah mereka yang sebelumnya terdata secara jelas nama dan alamat. Lalu, mereka yang statusnya memang sebagai pedagang,” jelasnya seraya berkata bahwa yang bukan pedagang memang tidak diprioritaskan dahulu.

Tambahnya, untuk proses undi dan penentuan pedagang sifatnya tidak hanya pada satu desa. Meski, memang untuk desa di mana pasar itu berada di Panca Agung lebih diutamakan. Hal ini sebagaimana pernyataan awal yang pernah dilontarkannya.

Baca Juga :  Pertamina Tegaskan Distribusi BBM Sesuai Ketentuan

“Ya, dari data yang ada sebenarnya masih ada beberapa lapak yang kosong. Karena dari total lapak sekitar 90–an. Terdata baru 60–an yang mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasinya,” kata pejabat yang ramah dan murah senyum ini.

Dikatakannya juga, dengan sudah adanya pedagang yang bakal menempati lapak di Pasar Modern, pihaknya akan segera menjadwalkan terkait peresmiannya. Atau paling tidak pekan awal di Januari 2021 sudah dapat dilakukan prosesi tersebut.

“Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan baik. Karena memang secara menyeluruh tahapan sudah dilalui. Termasuk, soal pembangunan fisik dan landscape semua tuntas 100 persen,” terangnya. (omg/eza)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/