alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Satu Nakhoda Positif Gunakan Narkoba

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulungan, melakukan tes urine kepada seluruh nakhoda dan anak buah kapal (ABK) speedboat reguler di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, Kamis (27/12).  Dari hasil tes itu, satu dari 64 orang terindikasi positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Kepala Pelaksana Harian BNK Bulungan, Kompol I Gusti Ngurah Agung mengatakan, adanya satu orang yang terindikasi itu, pihaknya langsung melakukan tindakan tegas dengan melakukan penundaan keberangkatan speedboat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan air.

“Satu orang yang terindikasi itu akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu, untuk mengetahui dari mana barang haram itu didapat,” ungkap Gusti kepada Radar Kaltara.

Tes urine itu sendiri, sambung Gusti, masih dalam rangkaian kegiatan Operasi Lilin Kayan 2018  menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. “Bagi penyalahgunaan narkoba kami tidak main-main, kalau ada yang terindikasi akan langsung kami tindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga :  ASN Bulungan Nihil Aksi Korupsi

Apalagi jika yang bersangkutan merupakan pengguna jasa transportasi, karena dengan menggunakan narkoba bukan tidak mungkin hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Khususnya pengguna jasa speedboat. “Kita tidak mau lagi kasus kecelakaan speedboat di Kaltara terjadi. Utamanya di Tanjung Selor,” ujarnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakapolres Bulungan itu, peran nakhoda ini cukup vital. Apalagi saat momen arus mudik saat ini. Para nakhoda harus bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, penyalahgunaan narkoba itu dapat membuat kondisi nakhoda mengemudikan speedboat tidak stabil, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Pengguna jasa harus dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, Mulyono saat dikonfirmasi mengatakan, jika memang ada nakhoda maupun ABK yang terindikasi positif narkoba, UPP menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. “Kami serahkan sepenuhnya kewenangan kepada penyidik, karena mereka yang berhak,” ujarnya.

Baca Juga :  Barang Bawaan Penumpang Dibatasi 10 Kg

Dari segi pelayaran, yang terindikasi itu nakhoda tentunya akan langsung dihentikan untuk menjadi nakhoda. Karena sangat berbahaya jika terindikasi menggunakan narkoba membawa speedboat, tapi bila hanya ABK kemungkinan masih dapat bekerja. Semua tegantung dari owner (pemilik) saja. “Tapi sampai saat ini saya belum tahu, apakah motoris atau ABK yang terindikasi itu,” pungkasnya. (*/jai/eza)

Satu Nakhoda Positif Gunakan Narkoba

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulungan, melakukan tes urine kepada seluruh nakhoda dan anak buah kapal (ABK) speedboat reguler di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, Kamis (27/12).  Dari hasil tes itu, satu dari 64 orang terindikasi positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Kepala Pelaksana Harian BNK Bulungan, Kompol I Gusti Ngurah Agung mengatakan, adanya satu orang yang terindikasi itu, pihaknya langsung melakukan tindakan tegas dengan melakukan penundaan keberangkatan speedboat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan air.

“Satu orang yang terindikasi itu akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu, untuk mengetahui dari mana barang haram itu didapat,” ungkap Gusti kepada Radar Kaltara.

Tes urine itu sendiri, sambung Gusti, masih dalam rangkaian kegiatan Operasi Lilin Kayan 2018  menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. “Bagi penyalahgunaan narkoba kami tidak main-main, kalau ada yang terindikasi akan langsung kami tindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga :  ASN Bulungan Nihil Aksi Korupsi

Apalagi jika yang bersangkutan merupakan pengguna jasa transportasi, karena dengan menggunakan narkoba bukan tidak mungkin hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Khususnya pengguna jasa speedboat. “Kita tidak mau lagi kasus kecelakaan speedboat di Kaltara terjadi. Utamanya di Tanjung Selor,” ujarnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakapolres Bulungan itu, peran nakhoda ini cukup vital. Apalagi saat momen arus mudik saat ini. Para nakhoda harus bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, penyalahgunaan narkoba itu dapat membuat kondisi nakhoda mengemudikan speedboat tidak stabil, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Pengguna jasa harus dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, Mulyono saat dikonfirmasi mengatakan, jika memang ada nakhoda maupun ABK yang terindikasi positif narkoba, UPP menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. “Kami serahkan sepenuhnya kewenangan kepada penyidik, karena mereka yang berhak,” ujarnya.

Baca Juga :  UMP Segera Ditetapkan

Dari segi pelayaran, yang terindikasi itu nakhoda tentunya akan langsung dihentikan untuk menjadi nakhoda. Karena sangat berbahaya jika terindikasi menggunakan narkoba membawa speedboat, tapi bila hanya ABK kemungkinan masih dapat bekerja. Semua tegantung dari owner (pemilik) saja. “Tapi sampai saat ini saya belum tahu, apakah motoris atau ABK yang terindikasi itu,” pungkasnya. (*/jai/eza)

Satu Nakhoda Positif Gunakan Narkoba

Most Read

Artikel Terbaru

/