alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Polda Tangani 11 Kasus Korupsi

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Indrajit membeberkan hasil kerja kepolisian di wilayah provinsi termuda Indonesia ini selama 2018 melalui konferensi pers yang digelar di Mapolda Kaltara, Kilometer 9, Tanjung Selor, Kamis (27/12).

Kapolda mengatakan, tindak kejahatan yang terjadi terdiri atas beberapa jenis, mulai dari kejahatan konvensional, transaksional, kerugian negara, implikasi kontijensi, hingga tindak pidana narkotika dan tindak pidana korupsi (tipikor). Rata-rata, tingkat pengungkapan kasus mengalami kenaikan. Artinya, kinerja kepolislan semakin membaik.

“Untuk kasus tindak pidana korupsi, tahun ini ada 11 kasus. Semua itu masih dalam proses penyelidikan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya delapan kasus,” ujar Kapolda kepada Radar Kaltara usai konferensi pers tersebut.

Perwira berpangkat satu bintang itu menjelaskan, dari 11 kasus itu, tujuh di antaranya ditangani atau diungkap oleh polda. Sedangkan sisanya ditangani masing-masing polres yang ada di provinsi ke-34 ini, yakni Polres Bulungan satu kasus, Polres Tarakan satu kasus, Polres Nunukan satu kasus, dan Polres Malinau satu kasus.

Baca Juga :  Segudang Pengalaman, Wempi: Jabatan Itu Hanya Amanah

“Untuk pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ini tidak mudah, karena ada beberapa tahap pemeriksaan yang dilakukan. Kecuali kalau OTT (operasi tangkap tangan), itu langsung,” kata Kapolda.

Adapun total kerugian negara yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi yang ditangani polres dan polda tahun ini sebesar Rp 366.760.319. Sedangkan kerugian negara yang ditimbulkan pada 2017 lalu sebesar Rp 1.070.157.997.

Selain itu, untuk kasus kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional, transaksional, kerugian negara, implikasi kontijensi tahun 2017 dari semua polres di Kaltara terdapat sebanyak 990 kasus. Di tahun 2018 mengalami penurunan 274 kasus, sehingga menjadi 716 kasus.

“Untuk tahun ini kita berhasil mencapai target dengan menyelesaikan 526 kasus atau 73,46 persen. Ini membuktikan kinerja kepolisian di Kaltara semakin baik,” sebutnya.

Baca Juga :  Dua Investor Akan Kembangkan PLTA Kaltara

Adapun salah satu penyebabnya ialah karena kehadiran Polda Kaltara yang selalu senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara maksimal dengan keterbatasan personel yang dimiliki.

Tak hanya itu, Kapolda juga membeberkan 175 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 12 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 40 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 47 kasus penganiayaan, dan 340 kasus narkoba. Ini pengungkapan tahun 2018.

“Total dari lima kasus ini sebanyak 614 kasus, menurun dibanding tahun 2017 yang tembus 1.233 kasus. Tapi penurunan ini tentu tidak hanya karena kerja polisi, tapi juga karena adanya dukungan dari semua unsur terkait dan masyarakat,” tuturnya.

Dengan begitu, Kapolda berharap penanganan kasus di tahun-tahun berikutnya bisa semakin baik dibandingkan tahun-tahun yang sudah lewat. Intinya diharapkan adanya kerja sama dari semua pihak untuk menjaga kamtibmas di provinsi bungsu ini. (iwk/eza)

Polda Tangani 11 Kasus Korupsi

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Indrajit membeberkan hasil kerja kepolisian di wilayah provinsi termuda Indonesia ini selama 2018 melalui konferensi pers yang digelar di Mapolda Kaltara, Kilometer 9, Tanjung Selor, Kamis (27/12).

Kapolda mengatakan, tindak kejahatan yang terjadi terdiri atas beberapa jenis, mulai dari kejahatan konvensional, transaksional, kerugian negara, implikasi kontijensi, hingga tindak pidana narkotika dan tindak pidana korupsi (tipikor). Rata-rata, tingkat pengungkapan kasus mengalami kenaikan. Artinya, kinerja kepolislan semakin membaik.

“Untuk kasus tindak pidana korupsi, tahun ini ada 11 kasus. Semua itu masih dalam proses penyelidikan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya delapan kasus,” ujar Kapolda kepada Radar Kaltara usai konferensi pers tersebut.

Perwira berpangkat satu bintang itu menjelaskan, dari 11 kasus itu, tujuh di antaranya ditangani atau diungkap oleh polda. Sedangkan sisanya ditangani masing-masing polres yang ada di provinsi ke-34 ini, yakni Polres Bulungan satu kasus, Polres Tarakan satu kasus, Polres Nunukan satu kasus, dan Polres Malinau satu kasus.

Baca Juga :  Orang Tua Tak Mendukung hingga Jalan Kaki Mencari Anak Didik

“Untuk pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ini tidak mudah, karena ada beberapa tahap pemeriksaan yang dilakukan. Kecuali kalau OTT (operasi tangkap tangan), itu langsung,” kata Kapolda.

Adapun total kerugian negara yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi yang ditangani polres dan polda tahun ini sebesar Rp 366.760.319. Sedangkan kerugian negara yang ditimbulkan pada 2017 lalu sebesar Rp 1.070.157.997.

Selain itu, untuk kasus kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional, transaksional, kerugian negara, implikasi kontijensi tahun 2017 dari semua polres di Kaltara terdapat sebanyak 990 kasus. Di tahun 2018 mengalami penurunan 274 kasus, sehingga menjadi 716 kasus.

“Untuk tahun ini kita berhasil mencapai target dengan menyelesaikan 526 kasus atau 73,46 persen. Ini membuktikan kinerja kepolisian di Kaltara semakin baik,” sebutnya.

Baca Juga :  Timbun Sembako, Pidana Tujuh Tahun

Adapun salah satu penyebabnya ialah karena kehadiran Polda Kaltara yang selalu senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara maksimal dengan keterbatasan personel yang dimiliki.

Tak hanya itu, Kapolda juga membeberkan 175 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 12 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 40 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 47 kasus penganiayaan, dan 340 kasus narkoba. Ini pengungkapan tahun 2018.

“Total dari lima kasus ini sebanyak 614 kasus, menurun dibanding tahun 2017 yang tembus 1.233 kasus. Tapi penurunan ini tentu tidak hanya karena kerja polisi, tapi juga karena adanya dukungan dari semua unsur terkait dan masyarakat,” tuturnya.

Dengan begitu, Kapolda berharap penanganan kasus di tahun-tahun berikutnya bisa semakin baik dibandingkan tahun-tahun yang sudah lewat. Intinya diharapkan adanya kerja sama dari semua pihak untuk menjaga kamtibmas di provinsi bungsu ini. (iwk/eza)

Polda Tangani 11 Kasus Korupsi

Most Read

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

Panwaslu Sudah Panggil KPU

MUI Anjurkan Salat Tarawih di Rumah

Artikel Terbaru

/