alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Tersangka ‘Tebas’ Leher Korban

TANJUNG SELOR – Polres bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Patag, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara (TPU), Rabu (26/12).

Dalam rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi 28 Oktober lalu itu, tersangka RG (33) memperagakan 34 adegan.

Dari pantauan Radar Kaltara, rekontruksi dilakukan di Lapangan Tenis Polres Bulungan dengan menghadirkan tersangka, pihak Kejari Bulungan serta beberapa orang saksi yang diperankan oleh personel Satreskrim Polres Bulungan.

Rekontruksi berlangsung sekira pukul 10.00- 11.30 Wita.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengungkapkan, rekontruksi tersebut untuk memperjelas kejadian yang sebenarnya.

“Dengan kegiatan rekonstruksi ini tentu memperjelas kejadiannya. Apabila ada peristiwa yang kurang dari keterangan pelaku pada saat pemeriksaan, maka di kegiatan ini bisa ada gambaran, jika ada kekurangan dapat ditambahkan dalam BAP lagi,” ungkapnya.

Gede mengatakan, semua alat bukti dan saksi akan menjadi satu rangkaian dalam rekonstruksi tersebut agar jalan ceritanya sinkron dan ada kesepahaman dari penyidik kepolisian dengan pihak kejaksaan dalam menanggani perkara.

“Ada sebanyak 34 adegan diperagakan, ada temuan baru juga, di mana dalam peristiwa ini pelaku RG sempat mengambil parang yang dijatuhkan korban di depan rumahnya dan menyimpannya di belakang pintu rumahnya, dengan niat menyembunyikan benda tersebut dari korban yang mengamuk-ngamuk,” ungkap Gede.

Baca Juga :  Melihat Kajian Gender LP2M Universitas Mulawarman di Kaltara

“Meski akhirnya pun korban datang lagi mengamuk untuk kedua kalinya dengan membawa parang yang baru lagi, dan pertikaian pun terjadi,” sambungnya.

Pada adegan ke-22, pada saat Korban datang ke rumah RG, RG pun membuka pintu dan berdiri di depannya. Melihat RG di depan pintu, korban pun berlari menuju RG. Pada adegan ke-24, saat korban menaiki anak tangga, RG pun mengambil parang yang ia simpan di belakang pintu.

Setelah posisi sangat dekat, RG langsung mengayunkan parang yang ia pegang ke arah korban. Dijelaskan RG saat itu ia berusaha menangkis tebasan yang dilayangkan korban ke arahnya, sementara parang yang ia pegang mengenai leher korban karena lebih panjang.

“RG tidak kena tebasan lantaran parang yang dilayangkan korban ini pendek, sehingga ia sempat menghindar. Itulah kejadian yang terjadi, kemudian menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Disinggung mengenai langkah selanjutnya, Gede mengatakan, apa yang menjadi temuan di rekontruksi akan ditambahkan di BAP, kemudian berkas perkara akan dilengkapi baik meminta keterangan dari saksi-saksi maupun tersangka.

Baca Juga :  Kredit Perumahan Didominasi Abdi Negara

“Setelah lengkap semua baru kita limpahkan ke pihak Jaksa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, persitiwa pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bulungan. Kali ini terjadi di Dusun Patag, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara (TPU), yang mengakibatkan satu orang korban jiwa meninggal dunia pada Minggu (28/10) sore.

Dijelaskan Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry (Kapolres saat itu), berdasarkan laporan sementara, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 18.30 Wita dengan lokasi TKP di RT 012 RW 001 desa setempat.

 “Benar telah terjadi peristiwa tersebut (pembunuhan) di Dusun Patag, Desa Pimping, kemarin sore (Minggu),” ungkapnya saat dikonfirmasi Senin (29/10).

Lebih jauh dikatakan Kapolres, peristiwa pembunuhan tersebut bermula dari korban yang diketahui berinisial M (19) dicurigai oleh pihak keluarga pelaku berinisial RG (33), telah melakukan pencurian di pustu (puskesmas pembantu) di Dusun Patag.

“Mendapat informasi tersebut korban tidak terima dan kemudian mendatangi rumah pelaku, sehingga terjadi keributan dan berujung pada pembunuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek TPU, Iptu Yulius Heri mengatakan, apa yang terjadi hanyalah kesalahpahaman. Karena tidak berpikir jernih pertikaian pun terjadi saat itu.

“Hanya sebuah kesalahpahaman yang kemudian berujung pada pembunuhan,” pungkasnya.(sny/ana)

 

 

TANJUNG SELOR – Polres bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Patag, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara (TPU), Rabu (26/12).

Dalam rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi 28 Oktober lalu itu, tersangka RG (33) memperagakan 34 adegan.

Dari pantauan Radar Kaltara, rekontruksi dilakukan di Lapangan Tenis Polres Bulungan dengan menghadirkan tersangka, pihak Kejari Bulungan serta beberapa orang saksi yang diperankan oleh personel Satreskrim Polres Bulungan.

Rekontruksi berlangsung sekira pukul 10.00- 11.30 Wita.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengungkapkan, rekontruksi tersebut untuk memperjelas kejadian yang sebenarnya.

“Dengan kegiatan rekonstruksi ini tentu memperjelas kejadiannya. Apabila ada peristiwa yang kurang dari keterangan pelaku pada saat pemeriksaan, maka di kegiatan ini bisa ada gambaran, jika ada kekurangan dapat ditambahkan dalam BAP lagi,” ungkapnya.

Gede mengatakan, semua alat bukti dan saksi akan menjadi satu rangkaian dalam rekonstruksi tersebut agar jalan ceritanya sinkron dan ada kesepahaman dari penyidik kepolisian dengan pihak kejaksaan dalam menanggani perkara.

“Ada sebanyak 34 adegan diperagakan, ada temuan baru juga, di mana dalam peristiwa ini pelaku RG sempat mengambil parang yang dijatuhkan korban di depan rumahnya dan menyimpannya di belakang pintu rumahnya, dengan niat menyembunyikan benda tersebut dari korban yang mengamuk-ngamuk,” ungkap Gede.

Baca Juga :  Ketua DPRD: Warga Perbatasan Pertanyakan SOA

“Meski akhirnya pun korban datang lagi mengamuk untuk kedua kalinya dengan membawa parang yang baru lagi, dan pertikaian pun terjadi,” sambungnya.

Pada adegan ke-22, pada saat Korban datang ke rumah RG, RG pun membuka pintu dan berdiri di depannya. Melihat RG di depan pintu, korban pun berlari menuju RG. Pada adegan ke-24, saat korban menaiki anak tangga, RG pun mengambil parang yang ia simpan di belakang pintu.

Setelah posisi sangat dekat, RG langsung mengayunkan parang yang ia pegang ke arah korban. Dijelaskan RG saat itu ia berusaha menangkis tebasan yang dilayangkan korban ke arahnya, sementara parang yang ia pegang mengenai leher korban karena lebih panjang.

“RG tidak kena tebasan lantaran parang yang dilayangkan korban ini pendek, sehingga ia sempat menghindar. Itulah kejadian yang terjadi, kemudian menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Disinggung mengenai langkah selanjutnya, Gede mengatakan, apa yang menjadi temuan di rekontruksi akan ditambahkan di BAP, kemudian berkas perkara akan dilengkapi baik meminta keterangan dari saksi-saksi maupun tersangka.

Baca Juga :  Penggunaan Medsos untuk Kampanye Dibatasi

“Setelah lengkap semua baru kita limpahkan ke pihak Jaksa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, persitiwa pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bulungan. Kali ini terjadi di Dusun Patag, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara (TPU), yang mengakibatkan satu orang korban jiwa meninggal dunia pada Minggu (28/10) sore.

Dijelaskan Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry (Kapolres saat itu), berdasarkan laporan sementara, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 18.30 Wita dengan lokasi TKP di RT 012 RW 001 desa setempat.

 “Benar telah terjadi peristiwa tersebut (pembunuhan) di Dusun Patag, Desa Pimping, kemarin sore (Minggu),” ungkapnya saat dikonfirmasi Senin (29/10).

Lebih jauh dikatakan Kapolres, peristiwa pembunuhan tersebut bermula dari korban yang diketahui berinisial M (19) dicurigai oleh pihak keluarga pelaku berinisial RG (33), telah melakukan pencurian di pustu (puskesmas pembantu) di Dusun Patag.

“Mendapat informasi tersebut korban tidak terima dan kemudian mendatangi rumah pelaku, sehingga terjadi keributan dan berujung pada pembunuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek TPU, Iptu Yulius Heri mengatakan, apa yang terjadi hanyalah kesalahpahaman. Karena tidak berpikir jernih pertikaian pun terjadi saat itu.

“Hanya sebuah kesalahpahaman yang kemudian berujung pada pembunuhan,” pungkasnya.(sny/ana)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/