alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Hanya Bantuan Tanggap Darurat

KORBAN kebakaran di Jalan Padat Karya RT 80, Tanjung Selor Hilir, 24 Desember lalu sudah mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan. 

Namun hanya tanggap darurat untuk kebutuhan sehari-hari selama sepekan.

“Bantuannya sudah kami berikan satu hari setelah musibah kebakaran,” kata  Kepala Dinsos Bulungan, H.Zainuddin melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Haen Hasan kepada Radar Kaltara, Rabu (26/12).

Bantuan yang diberikan berupa alat dapur, pakaian, makanan hingga perlengkapan mandi.

“Bantuan cepat tanggap darurat yang diberikan tersebut berasal dari dua sumber untuk 4 jiwa. Yakni dari APBN dalam hal ini Kementerian Sosial dan APBD Bulungan,” bebernya.

Sementara bantuan berupa dana, tegas Haen, bukan kewenangan Dinsos. Untuk itu disarankan agar pihak kelurahan berkonsultasi ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bulungan.

“Sudah juga kami sampaikan ke korban kebakaran,” ujarnya.

Haen juga menyarankan kepada aparat pemerintah setempat dapat melakukan penggalangan dana masyarakat untuk membantu korban, sebagai wujud rasa kesetiakawanan sosial dan kebersamaan antara sesama.

“Bukan hanya warga setempat, masyarakat di luar wilayah tersebut juga bisa melakukannya,” jelas Haen.

Baca Juga :  Imunisasi MR Diperpanjang Sepekan

Sebab, terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab bersama pemerintah maupun masyarakat. Tanpa adanya partisipasi keterlibatan aktif masyarakat maka pemerintah tidak akan bisa berbuat maksimal dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Karena pada prinsipnya lebih baik memberikan bantuan kepada saudara yang mengalami musibah dari pada menerima bantuan.

“Atau dengan kata lain lebih baik kita membesuk orang sakit dari pada dibesuk,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, itikad baik yang dilakukan mendapatkan ganjaran setimpal dari Tuhan.

“Tidak akan pernah sia-sia dan kebaikan itu akan kembali kepada kehidupan diri kita bersama keluarga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rumah berserta isinya di Jalan Padat Karya RT 80, Tanjung Selor Hilir hangus terbakar akibat diamuk si jago merah yang terjadi pada Senin (24/12) dini hari. Selain kendaraan tak ada harta benda yang dapat diselamatkan.

Menurut keterangan saksi, Andi (23) warga sekitar yang turut menyaksikan peristiwa itu, api mulai muncul sekira pukul 00.00 wita. Saat itu ia mendengar suara warga yang berteriak kebakaran di rumah ketua RT setempat.

Baca Juga :  Warga Minta Batu Jeram Dibom

“Awalnya ada yang berteriak, karena itu, warga yang ada di dekat lokasi pun keluar termasuk saya, saya lihat api memang terlihat di rumah pak RT itu,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Lanjut dikatakan, awal api terlihat di area belakang rumah. Kemudian membesar ke bagian tengah rumah. Ia memperkirakan api bersumber dari dapur rumah tersebut.

“Saya belum tahu penyebabnya apa, tapi kalau dilihat api mulai muncul itu sekira di area dapur,” ungkapnya.

Api saat itu semakin membesar karena rumah berbahan kayu, selang beberapa menit pun api melebar ke seluruh bagian rumah dan petugas pemadam pun datang berupaya memadamkan api.

“Warga juga menyelamatkan penghuni berserta keluarganya dan alhamdullilah berhasil diselamatkan, hanya saja barang-barang tidak dapat diselamatkan, kecuali mobil dan motor yang ada di depan yang sempat diamankan warga,” ungkapnya.(sny/ana)

 

 

KORBAN kebakaran di Jalan Padat Karya RT 80, Tanjung Selor Hilir, 24 Desember lalu sudah mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan. 

Namun hanya tanggap darurat untuk kebutuhan sehari-hari selama sepekan.

“Bantuannya sudah kami berikan satu hari setelah musibah kebakaran,” kata  Kepala Dinsos Bulungan, H.Zainuddin melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Haen Hasan kepada Radar Kaltara, Rabu (26/12).

Bantuan yang diberikan berupa alat dapur, pakaian, makanan hingga perlengkapan mandi.

“Bantuan cepat tanggap darurat yang diberikan tersebut berasal dari dua sumber untuk 4 jiwa. Yakni dari APBN dalam hal ini Kementerian Sosial dan APBD Bulungan,” bebernya.

Sementara bantuan berupa dana, tegas Haen, bukan kewenangan Dinsos. Untuk itu disarankan agar pihak kelurahan berkonsultasi ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bulungan.

“Sudah juga kami sampaikan ke korban kebakaran,” ujarnya.

Haen juga menyarankan kepada aparat pemerintah setempat dapat melakukan penggalangan dana masyarakat untuk membantu korban, sebagai wujud rasa kesetiakawanan sosial dan kebersamaan antara sesama.

“Bukan hanya warga setempat, masyarakat di luar wilayah tersebut juga bisa melakukannya,” jelas Haen.

Baca Juga :  Kasus Penyalahgunaan C-6 Masih Dikaji

Sebab, terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab bersama pemerintah maupun masyarakat. Tanpa adanya partisipasi keterlibatan aktif masyarakat maka pemerintah tidak akan bisa berbuat maksimal dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Karena pada prinsipnya lebih baik memberikan bantuan kepada saudara yang mengalami musibah dari pada menerima bantuan.

“Atau dengan kata lain lebih baik kita membesuk orang sakit dari pada dibesuk,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, itikad baik yang dilakukan mendapatkan ganjaran setimpal dari Tuhan.

“Tidak akan pernah sia-sia dan kebaikan itu akan kembali kepada kehidupan diri kita bersama keluarga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rumah berserta isinya di Jalan Padat Karya RT 80, Tanjung Selor Hilir hangus terbakar akibat diamuk si jago merah yang terjadi pada Senin (24/12) dini hari. Selain kendaraan tak ada harta benda yang dapat diselamatkan.

Menurut keterangan saksi, Andi (23) warga sekitar yang turut menyaksikan peristiwa itu, api mulai muncul sekira pukul 00.00 wita. Saat itu ia mendengar suara warga yang berteriak kebakaran di rumah ketua RT setempat.

Baca Juga :  Potensi Kekacauan Sangat Kecil

“Awalnya ada yang berteriak, karena itu, warga yang ada di dekat lokasi pun keluar termasuk saya, saya lihat api memang terlihat di rumah pak RT itu,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Lanjut dikatakan, awal api terlihat di area belakang rumah. Kemudian membesar ke bagian tengah rumah. Ia memperkirakan api bersumber dari dapur rumah tersebut.

“Saya belum tahu penyebabnya apa, tapi kalau dilihat api mulai muncul itu sekira di area dapur,” ungkapnya.

Api saat itu semakin membesar karena rumah berbahan kayu, selang beberapa menit pun api melebar ke seluruh bagian rumah dan petugas pemadam pun datang berupaya memadamkan api.

“Warga juga menyelamatkan penghuni berserta keluarganya dan alhamdullilah berhasil diselamatkan, hanya saja barang-barang tidak dapat diselamatkan, kecuali mobil dan motor yang ada di depan yang sempat diamankan warga,” ungkapnya.(sny/ana)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/