alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Sisa Sepekan, Cakupan Vaksinasi MR Hanya 66,48 Persen

TANJUNG SELOR – Meskipun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah memperpanjang pemberian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga 31 Desember 2018. Namun, tetap saja belum dapat memenuhi target nasional 95 persen.

Pasalnya hingga saat ini cakupan MR di Kaltara hanya 66,48 persen, sedangkan waktu yang tesisa hanya sepekan lagi. “Melihat cakupan itu, tentu sangat sulit untuk mencapai target nasional,” kata Usman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara kepada Radar Kaltara, Minggu (23/12).

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya melakukan sweeping ke rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat yang sulit dijangkau. Untuk memenhui cakupan tersebut. “Jadi, untuk memenuhi target itu kami akan terus melakukan sweeping,” ujarnya.

Selain melakukan sweeping, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi akan bahayanya campak dan rubella. Khusunya di wilayah yang masih terjadi penolakan. “Minimnya cakupan MR di Kaltara sebenarnya dikarenakan masih adanya penolakan orang tua akan terkait kehalalan vaksin yang diproduksi dari Serum Intitute of India (SII) itu,” ucap Usman.

Baca Juga :  Beasiswa Tak Dianggarkan, Mahasiswa Harus Gigit Jari

Sebenarnya tidak hanya di Kaltara saja yang masih minim cakupan imunisasi MR, di provinsi lainya juga masih ada yang belum terpenuhi. Bahkan masih ada yang di bawah 50 persen. “Apapun hasil akhirnya nanti akan kita sampaikan ke Kemenkes untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Pemberian imunisasi MR ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hal itu tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Kemendikbud nomor : 11 tahun 2018 tentang Dukungan Kampanye Dan Introduksi Imunisasi MR Fase II tahun 2018.

“Dalam SE itu, Kemendikbud siap memberikan dukungan untuk menyukseskan imunisasi yang sudah dimulai sejak awal bulan Agustus 2018 lalu,” ujarnya.

Adanya SE itu, Kemendikbud menginstruksikan kepada semua satuan pendidikan sesuai kewenangan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi MR bagi semua peserta didik yang menjadi tanggung jawabnva. Pada poin itu, Kemendikbud menyatakan masih rendahnya capaian target disebabkan oleh isu halal atau haram pada vaksin tersbut, isu negatif terkait keamanan vaksin dan kurangnya komitmen dukungan dari pimpinan daerah.

Baca Juga :  Pensiun Badrun Tunggu Persetujuan Presiden

Sebagai informasi, hingga 22 Desember 2018. Kabupaten Bulungan masih menjadi daerah dengan cakupan tertinggi yaitu 90,75 persen. Kemudian di posisi kedua Kabupaten Malinau 77,02 peren, di posisi tiga Kabupaten Nunukan 68,19 persen. Posisi empat Kabupaten Tana Tidung (KTT) 65,57 persen dan posisi terakhir Kota Tarakan 48,05 persen. (*/jai/eza)

Sisa Sepekan, Cakupan MR  66,48 Persen

TANJUNG SELOR – Meskipun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah memperpanjang pemberian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga 31 Desember 2018. Namun, tetap saja belum dapat memenuhi target nasional 95 persen.

Pasalnya hingga saat ini cakupan MR di Kaltara hanya 66,48 persen, sedangkan waktu yang tesisa hanya sepekan lagi. “Melihat cakupan itu, tentu sangat sulit untuk mencapai target nasional,” kata Usman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara kepada Radar Kaltara, Minggu (23/12).

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya melakukan sweeping ke rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat yang sulit dijangkau. Untuk memenhui cakupan tersebut. “Jadi, untuk memenuhi target itu kami akan terus melakukan sweeping,” ujarnya.

Selain melakukan sweeping, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi akan bahayanya campak dan rubella. Khusunya di wilayah yang masih terjadi penolakan. “Minimnya cakupan MR di Kaltara sebenarnya dikarenakan masih adanya penolakan orang tua akan terkait kehalalan vaksin yang diproduksi dari Serum Intitute of India (SII) itu,” ucap Usman.

Baca Juga :  Capaian Pajak Kendaraan Naik 10 Persen

Sebenarnya tidak hanya di Kaltara saja yang masih minim cakupan imunisasi MR, di provinsi lainya juga masih ada yang belum terpenuhi. Bahkan masih ada yang di bawah 50 persen. “Apapun hasil akhirnya nanti akan kita sampaikan ke Kemenkes untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Pemberian imunisasi MR ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hal itu tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Kemendikbud nomor : 11 tahun 2018 tentang Dukungan Kampanye Dan Introduksi Imunisasi MR Fase II tahun 2018.

“Dalam SE itu, Kemendikbud siap memberikan dukungan untuk menyukseskan imunisasi yang sudah dimulai sejak awal bulan Agustus 2018 lalu,” ujarnya.

Adanya SE itu, Kemendikbud menginstruksikan kepada semua satuan pendidikan sesuai kewenangan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi MR bagi semua peserta didik yang menjadi tanggung jawabnva. Pada poin itu, Kemendikbud menyatakan masih rendahnya capaian target disebabkan oleh isu halal atau haram pada vaksin tersbut, isu negatif terkait keamanan vaksin dan kurangnya komitmen dukungan dari pimpinan daerah.

Baca Juga :  Beasiswa Tak Dianggarkan, Mahasiswa Harus Gigit Jari

Sebagai informasi, hingga 22 Desember 2018. Kabupaten Bulungan masih menjadi daerah dengan cakupan tertinggi yaitu 90,75 persen. Kemudian di posisi kedua Kabupaten Malinau 77,02 peren, di posisi tiga Kabupaten Nunukan 68,19 persen. Posisi empat Kabupaten Tana Tidung (KTT) 65,57 persen dan posisi terakhir Kota Tarakan 48,05 persen. (*/jai/eza)

Sisa Sepekan, Cakupan MR  66,48 Persen

Most Read

Artikel Terbaru

/