alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Rektor Tak Segan Cabut Beasiswa Belajar Mahasiswa

TANJUNG SELOR – Mahasiswa Universitas Kaltara yang masuk dalam program satu keluarga satu sarjana bisa dicabut beasiswanya. Hal ini ditegaskan Rektor Universitas Kaltara, Dr. Ir Abdul Jabarsyah Ibrahim, M.Sc jika mahasiswa tersebut selama di bangku perkuliahan tidak sesuai harapan. Dimisalkan, dalam prosesnya ternyata lepas dari perjanjian yang sebelumnya disepakati saat di awal menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diikutinya.

“Prestasi menurun saja, itu bisa menjadi rekomendasi untuk memutus atau mencabut beasiswa kepada mahasiswa yang dimaksud tersebut,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara belum lama ini.

Hanya, lanjutnya, pihaknya memastikan bahwa dari 16 mahasiswa yang saat ini sudah menjalani proses perkuliahan, seluruhnya masih dinilai berjalan sesuai dengan harapan kampus. Artinya, tidak ada satu mahasiswa pun yang harus dicabut beasiswanya. “Para mahasiswa ini juga ada yang sudah masuk semester tiga dan lima. Semuanya, cukup berprestasi di bidang atau jurusan yang mereka ambil masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkan juga, tentunya pihaknya sebelumnya mengaku tak sembarang dalam  memilih ke-16 mahasiswa tersebut. Pihaknya menerangkan bahwa syarat utama dalam program satu keluarga satu sarjana merupakan dari keluarga yang tidak mampu. Tentu, ini bertujuan agar sekalipun orang dengan taraf ekonomi rendah nantinya bisa maju. Salah satunya, dengan lahirnya seorang sarjana di keluarga mereka. “Kami memang ingin dari progam ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itulah mengapa syarat utamanya merupakan mahasiswa itu berasal dari keluarga tak mampu,” katanya.

Baca Juga :  Sejak Kecil Hidup Mandiri, Bercita-Cita Jadi Polwan

Lebih lanjut, sejauh ini dari 16 mahasiswa itu juga tak hanya sekadar menjalani aktivitas di bangku perkuliahan. Dimana untuk menambah wawasan mereka kelak, mereka kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kampus. Atau bahkan mereka itu menjadi duta kampus dalam berbagai ajang. “Mereka ini misal diikutkan dalam acara kemah internasional. Ini tentu penting agar wawasan mereka lebih maju karena berinteraksi tak hanya pada orang dalam negeri, melainkan luar negeri,” jelas Rektor.

Disinggung terkait output dari hasil menempuhkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut, ia mengatakan bahwa mahasiswa ini tentu bisa menjadi dosen di kampus. Pasalnya, memang keberadaan mereka ini sekaligus diajarkan ke tahap menjadi seorang dosen. “Ya, mereka ini memang sekaligus diarahkan menjadi seorang dosen di kampus ini, ucapnya.

Baca Juga :  Disperindagkop ‘Diteriaki’ Pedagang

Pihaknya berharap, kepada seluruh mahasiswa yang khususnya mendapatkan beasiswa, dapat dengan baik mengikuti segala aturan dan terus meningkatkan prestasi selama di bangku perkuliahan. Tentunya, pihaknya akan terus memonitor setiap perkembangan para mahasiswa tersebut. “Kami pastikan akan terus memonitornya setiap semester. Jadi, diharapkan mereka ini dapat dengan baik dalam menuntut ilmu di perkuliahan ini,” harapnya.

Namun, pihaknya berharap juga tak hanya pihak kampus saja yang melakukan upaya-upaya dalam menciptakan sarjana melalui program beasiswa. Melainkan, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidangnya masing-masing pun dapat demikian. “Ada lima yang sudah dikuliahkan oleh perusahaan. Dan harapannya ini dapat menjadi contoh perusahaan lain dalam melakukan hal serupa,” pungkasnya. (omg/fly)

TANJUNG SELOR – Mahasiswa Universitas Kaltara yang masuk dalam program satu keluarga satu sarjana bisa dicabut beasiswanya. Hal ini ditegaskan Rektor Universitas Kaltara, Dr. Ir Abdul Jabarsyah Ibrahim, M.Sc jika mahasiswa tersebut selama di bangku perkuliahan tidak sesuai harapan. Dimisalkan, dalam prosesnya ternyata lepas dari perjanjian yang sebelumnya disepakati saat di awal menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diikutinya.

“Prestasi menurun saja, itu bisa menjadi rekomendasi untuk memutus atau mencabut beasiswa kepada mahasiswa yang dimaksud tersebut,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara belum lama ini.

Hanya, lanjutnya, pihaknya memastikan bahwa dari 16 mahasiswa yang saat ini sudah menjalani proses perkuliahan, seluruhnya masih dinilai berjalan sesuai dengan harapan kampus. Artinya, tidak ada satu mahasiswa pun yang harus dicabut beasiswanya. “Para mahasiswa ini juga ada yang sudah masuk semester tiga dan lima. Semuanya, cukup berprestasi di bidang atau jurusan yang mereka ambil masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkan juga, tentunya pihaknya sebelumnya mengaku tak sembarang dalam  memilih ke-16 mahasiswa tersebut. Pihaknya menerangkan bahwa syarat utama dalam program satu keluarga satu sarjana merupakan dari keluarga yang tidak mampu. Tentu, ini bertujuan agar sekalipun orang dengan taraf ekonomi rendah nantinya bisa maju. Salah satunya, dengan lahirnya seorang sarjana di keluarga mereka. “Kami memang ingin dari progam ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itulah mengapa syarat utamanya merupakan mahasiswa itu berasal dari keluarga tak mampu,” katanya.

Baca Juga :  PLTA Sungai Kayan Bakal Serap 25.000 Tenaga Kerja, Berapa Persen Tenaga Kerja Lokal..??

Lebih lanjut, sejauh ini dari 16 mahasiswa itu juga tak hanya sekadar menjalani aktivitas di bangku perkuliahan. Dimana untuk menambah wawasan mereka kelak, mereka kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kampus. Atau bahkan mereka itu menjadi duta kampus dalam berbagai ajang. “Mereka ini misal diikutkan dalam acara kemah internasional. Ini tentu penting agar wawasan mereka lebih maju karena berinteraksi tak hanya pada orang dalam negeri, melainkan luar negeri,” jelas Rektor.

Disinggung terkait output dari hasil menempuhkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut, ia mengatakan bahwa mahasiswa ini tentu bisa menjadi dosen di kampus. Pasalnya, memang keberadaan mereka ini sekaligus diajarkan ke tahap menjadi seorang dosen. “Ya, mereka ini memang sekaligus diarahkan menjadi seorang dosen di kampus ini, ucapnya.

Baca Juga :  Sejak Kecil Hidup Mandiri, Bercita-Cita Jadi Polwan

Pihaknya berharap, kepada seluruh mahasiswa yang khususnya mendapatkan beasiswa, dapat dengan baik mengikuti segala aturan dan terus meningkatkan prestasi selama di bangku perkuliahan. Tentunya, pihaknya akan terus memonitor setiap perkembangan para mahasiswa tersebut. “Kami pastikan akan terus memonitornya setiap semester. Jadi, diharapkan mereka ini dapat dengan baik dalam menuntut ilmu di perkuliahan ini,” harapnya.

Namun, pihaknya berharap juga tak hanya pihak kampus saja yang melakukan upaya-upaya dalam menciptakan sarjana melalui program beasiswa. Melainkan, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidangnya masing-masing pun dapat demikian. “Ada lima yang sudah dikuliahkan oleh perusahaan. Dan harapannya ini dapat menjadi contoh perusahaan lain dalam melakukan hal serupa,” pungkasnya. (omg/fly)

Most Read

Waspadai 12 Ribu Jalur Tikus

Kue Tart Buku

Menghilangkan Hak Pilih Bisa Dipidana

Artikel Terbaru

/