alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Kapal Penyedot Pasir Ganggu Aktivitas Pelayaran

TANJUNG SELOR – Sikap tegas akan dilakukan Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, kepada para penyedot pasir yang beraktivitas di tengah Sungai Kayan.

Pasalnya, meskipun telah beberapa kali diberikan teguran agar tidak beraktivitas di tengah sungai, tetap saja diindahkan oleh para penyedot pasir.

Pelaksana Harian (Plh) UPP Kelas III Tanjung Selor, Mulyono mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah menyediakan lokasi khusus untuk para penyedot pasir. Yakni, di wilayah hilir Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. “Tapi faktanya di lapangan masih saja penyedot pasir yang beraktivitas di tegah alur,” ungkap Mulyono kepada Radar Kaltara, Minggu (23/12).

Bahkan aktivitas itu terkadang berada tak jauh dari pelabuhan, tentunya hal itu sangat mengganggu jalur transportasi air. Apalagi jalur itu tidak hanya speedboat saja yang melintas, kapal pun melintasi jalur tersebut. “Sebenarnya kita sudah beberapa kali memberikan teguran kepada para penyedot pasir ini. Namun, tetap saja teguran itu diindahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Positif Tambah Lima, Satu Meninggal Dunia

Artinya, kalau sudah diberikan teguran tetap saja diindahkan, berarti para penyedot pasir ini sudah siap mendapatkan sanksi. Sikap tegas yang akan diambil UPP yaitu dengan mencabut izin kapal dan tidak akan diperpanjang lagi.

Ketegasan, menurut Mulyono, harus dilakukan agar tidak menjadi permasalahan baru. Sebab tidak menutup kemungkinan speedboat menabrak kapal penyedot pasir yang beraktivitas di tengah sungai. Tentu hal itu sangat berbahaya. “Sangatlah tidak dibenarkan kalau beroperasi di sekitaran pelabuhan, apalagi alurnya menjadi alur tempat speedboat bermanuver,” jelasnya.

Mulyono menjelaskan, dari arah pelabuhan hingga Tanjung Palas itu sebenarnya tidak boleh ada aktivitas penyedot pasir, karena jalur itu harus steril. Selain kapal penyedot, rumah-rumah apung yang digunakan penyedot pasir juga diklaim mengganggu aktivitas pelayaran. “Kami sebenarnya tidak pernah melarang, silakan saja melakukan aktivitas penyedotan pasir, dengan catatan harus di tempat yang sudah ditetapkan pemerintah,” bebernya.

Baca Juga :  Tak Taat, Dagangan Bakal Disita

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulungan Marulie mengaku siap untuk melakukan penertiban. Tapi sejauh ini belum ada koordinasi dari UPP kepada Satpol PP. “Kalau tujuannya untuk menertibkan saya setuju, apapun itu kalau untuk ketertiban saya setuju,” ungkap Marulie.

Dijelaskan, untuk penertiban aktivitas kapal pasir di tengah sungai sebenarnya sudah menjadi kewenangan UPP. “Kalau keberadaannya di pinggir sungai, atau berada di area siring itu baru tugas kami untuk menertibkan,” jelasnya singkat. (*/jai/eza)

Kapal Penyedot Pasir Ganggu Aktivitas Pelayaran

 

TANJUNG SELOR – Sikap tegas akan dilakukan Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, kepada para penyedot pasir yang beraktivitas di tengah Sungai Kayan.

Pasalnya, meskipun telah beberapa kali diberikan teguran agar tidak beraktivitas di tengah sungai, tetap saja diindahkan oleh para penyedot pasir.

Pelaksana Harian (Plh) UPP Kelas III Tanjung Selor, Mulyono mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah menyediakan lokasi khusus untuk para penyedot pasir. Yakni, di wilayah hilir Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. “Tapi faktanya di lapangan masih saja penyedot pasir yang beraktivitas di tegah alur,” ungkap Mulyono kepada Radar Kaltara, Minggu (23/12).

Bahkan aktivitas itu terkadang berada tak jauh dari pelabuhan, tentunya hal itu sangat mengganggu jalur transportasi air. Apalagi jalur itu tidak hanya speedboat saja yang melintas, kapal pun melintasi jalur tersebut. “Sebenarnya kita sudah beberapa kali memberikan teguran kepada para penyedot pasir ini. Namun, tetap saja teguran itu diindahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bulungan Kondusif Premanisme dan Pungli

Artinya, kalau sudah diberikan teguran tetap saja diindahkan, berarti para penyedot pasir ini sudah siap mendapatkan sanksi. Sikap tegas yang akan diambil UPP yaitu dengan mencabut izin kapal dan tidak akan diperpanjang lagi.

Ketegasan, menurut Mulyono, harus dilakukan agar tidak menjadi permasalahan baru. Sebab tidak menutup kemungkinan speedboat menabrak kapal penyedot pasir yang beraktivitas di tengah sungai. Tentu hal itu sangat berbahaya. “Sangatlah tidak dibenarkan kalau beroperasi di sekitaran pelabuhan, apalagi alurnya menjadi alur tempat speedboat bermanuver,” jelasnya.

Mulyono menjelaskan, dari arah pelabuhan hingga Tanjung Palas itu sebenarnya tidak boleh ada aktivitas penyedot pasir, karena jalur itu harus steril. Selain kapal penyedot, rumah-rumah apung yang digunakan penyedot pasir juga diklaim mengganggu aktivitas pelayaran. “Kami sebenarnya tidak pernah melarang, silakan saja melakukan aktivitas penyedotan pasir, dengan catatan harus di tempat yang sudah ditetapkan pemerintah,” bebernya.

Baca Juga :  Prajurit Profesional Wujudkan Zona Integritas

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulungan Marulie mengaku siap untuk melakukan penertiban. Tapi sejauh ini belum ada koordinasi dari UPP kepada Satpol PP. “Kalau tujuannya untuk menertibkan saya setuju, apapun itu kalau untuk ketertiban saya setuju,” ungkap Marulie.

Dijelaskan, untuk penertiban aktivitas kapal pasir di tengah sungai sebenarnya sudah menjadi kewenangan UPP. “Kalau keberadaannya di pinggir sungai, atau berada di area siring itu baru tugas kami untuk menertibkan,” jelasnya singkat. (*/jai/eza)

Kapal Penyedot Pasir Ganggu Aktivitas Pelayaran

 

Most Read

Artikel Terbaru

/