alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Hanya 4 Formasi Dokter Spesialis yang Terisi

TANJUNG SELOR – Proses pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sudah selesai dilaksanakan.

Namun, hal yang sama dengan tahun 2017 kembali terulang, yakni 500 formasi yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk Pemprov Kaltara tidak dapat terisi full. Utamanya pada jabatan dokter spesialis. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak mengatakan, dari 39 formasi dokter spesialis yang dibuka, hanya empat yang terisi, yakni spesialis anak, paru, mulut, dan mata. Artinya, masih ada 35 formasi dokter spesialis yang tak terisi. Adapun kendala untuk di Kaltara terletak pada batasan usia yang ditetapkan maksimal 35 tahun.

“Termasuk ada juga beberapa jabatan lainnya yang kosong. Namun belum dapat kami pastikan apa saja jenis jabatannya, karena saya juga belum lihat datanya secara detail seperti apa,” ujar Ishak kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Selasa (25/12).

Baca Juga :  Pedagang Pasar Terpapar Corona

Dalam menentukan hasil seleksi abdi negara itu, kewenangannya berada di panitia seleksi nasional (panselnas). Mekanisme perhitungan yang paling tepat itu ada di panselnas, karena di sana sudah tersistem. Sementara panitia seleksi daerah (panselda) hanya membantu memfasilitasi saat pelaksanaan seleksi di daerah.

Saat ini, panselda sudah melakukan validasi hasil tes Computer Assisted Test (CAT), baik yang SKD maupun yang SKB, dan itu sudah disampaikan ke panselnas untuk ditetapkan apakah sudah sesuai atau belum. “Alhamdulillah, panselnas mengatakan hasilnya sudah valid semua. Jadi saat ini tim dari panselnas sedang melakukan integrasi nilai SKD dan SKB melalui sistem yang sudah ada di sana,” kata Ishak.

Baca Juga :  219 Ribu E-KTP Dimusnahkan

Adapun untuk kepastian waktu pengumumannya, Ishak belum mengaku belum dapat memastikan itu. Hanya saja, berdasarkan hasil koordinasi dengan panselnas di Badan Kepegawaian Negara (BKN), targetnya sebelum memasuki tahun 2019 sudah diumumkan. “Kalau ada yang mengatakan sudah ada pengumumannya, mungkin itu di daerah lain. Kalau untuk Pemprov Kaltara belum ada. Sejauh ini kami juga terus pantau perkembangannya di SSCN. Insya Allah diumumkan bulan ini,” tuturnya.

Pastinya, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu hasil dari panselnas untuk kemudian diumumkan ke peserta yang sudah mengikuti seleksi hingga tahap akhir, yakni SKB. “Insya Allah secepatnya pengumuman itu keluar. Karena informasinya akan dilanjutkan dengan yang P3K. Kan tidak mungkin dilakukan bersamaan. Tapi untuk P3K ini saya belum bicara banyak, karena kami juga masih menunggu,” pungkasnya. (iwk/fly)

TANJUNG SELOR – Proses pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sudah selesai dilaksanakan.

Namun, hal yang sama dengan tahun 2017 kembali terulang, yakni 500 formasi yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk Pemprov Kaltara tidak dapat terisi full. Utamanya pada jabatan dokter spesialis. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak mengatakan, dari 39 formasi dokter spesialis yang dibuka, hanya empat yang terisi, yakni spesialis anak, paru, mulut, dan mata. Artinya, masih ada 35 formasi dokter spesialis yang tak terisi. Adapun kendala untuk di Kaltara terletak pada batasan usia yang ditetapkan maksimal 35 tahun.

“Termasuk ada juga beberapa jabatan lainnya yang kosong. Namun belum dapat kami pastikan apa saja jenis jabatannya, karena saya juga belum lihat datanya secara detail seperti apa,” ujar Ishak kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Selasa (25/12).

Baca Juga :  219 Ribu E-KTP Dimusnahkan

Dalam menentukan hasil seleksi abdi negara itu, kewenangannya berada di panitia seleksi nasional (panselnas). Mekanisme perhitungan yang paling tepat itu ada di panselnas, karena di sana sudah tersistem. Sementara panitia seleksi daerah (panselda) hanya membantu memfasilitasi saat pelaksanaan seleksi di daerah.

Saat ini, panselda sudah melakukan validasi hasil tes Computer Assisted Test (CAT), baik yang SKD maupun yang SKB, dan itu sudah disampaikan ke panselnas untuk ditetapkan apakah sudah sesuai atau belum. “Alhamdulillah, panselnas mengatakan hasilnya sudah valid semua. Jadi saat ini tim dari panselnas sedang melakukan integrasi nilai SKD dan SKB melalui sistem yang sudah ada di sana,” kata Ishak.

Baca Juga :  Aset Dishut ‘Hijrah’ ke BPBD

Adapun untuk kepastian waktu pengumumannya, Ishak belum mengaku belum dapat memastikan itu. Hanya saja, berdasarkan hasil koordinasi dengan panselnas di Badan Kepegawaian Negara (BKN), targetnya sebelum memasuki tahun 2019 sudah diumumkan. “Kalau ada yang mengatakan sudah ada pengumumannya, mungkin itu di daerah lain. Kalau untuk Pemprov Kaltara belum ada. Sejauh ini kami juga terus pantau perkembangannya di SSCN. Insya Allah diumumkan bulan ini,” tuturnya.

Pastinya, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu hasil dari panselnas untuk kemudian diumumkan ke peserta yang sudah mengikuti seleksi hingga tahap akhir, yakni SKB. “Insya Allah secepatnya pengumuman itu keluar. Karena informasinya akan dilanjutkan dengan yang P3K. Kan tidak mungkin dilakukan bersamaan. Tapi untuk P3K ini saya belum bicara banyak, karena kami juga masih menunggu,” pungkasnya. (iwk/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/