alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Pertamina Bentuk Satgas Nataru

TANJUNG SELOR – Mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadapan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (nataru) di wilayah Kalimantan, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawal kelancaran distribusi BBM dan LPG.

Executive General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Freddy Anwar mengatakan, kebutuhan BBM jenis gasoline diprediksi akan mengalami peningkatan sejak H-3 nataru. Sedangkan gas oil diprediksi mengalami lonjakan pada H-10 nataru. “Untuk mengantisipasi lonjakan ini kami akan meningkatkan stok gasoline maupun gas oil,” kata Freddy.

Untuk premium akan ditingkatkan sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.930  kiloliter (KL) per hari menjadi  2.948 KL per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kalimantan Utara (Kaltara), peningkatan stok premium sebesar 5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 184 KL per hari menjadi 194 KL per hari.

“BBM jenis pertalite juga akan ditingkatkan sebesar 2 persen dari konsumsi normal bulanan 3.101 KL per hari menjadi 3.166 KL per hari. Untuk Kalimantan Utara, peningkatan stok pertalite sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan sekitar 140 KL per hari menjadi 141 KL per hari,” bebernya.

Sedangkan BBM jenis pertamax akan ditingkatkan sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sektiar 584 KL per hari menjadi 587 KL per hari di wilayah Kalimantan. “Untuk Kaltara, stok pertamax normal, di mana konsumsi normal bulanan atau sekitar 7 KL per hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  UMP Kaltara Rp 2.765.463

Selain meningkatkan stok, Pertamina juga akan menyiagakan SPBU di jalur mudik dan wisata sebanyak 70 SPBU yang tersebar di Kalimantan Timur (Kaltim) sebanyak 9 SPBU, Kalimantan Barat (Kalbar) 36 SPBU, Kalimantan Tengah (Kalteng) 9 SPBU, dan Kalimantan Selatan (Kalsel) 16 SPBU.

“Seluruh SPBU ini akan beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stok sejak H-7. Khusus untuk area wisata Derawan, Pertamina juga menyiapkan 1 SPBU kantong untuk mengantisipasi lonjakan wisata,” bebernya.

Dalam hal ini Pertamina juga menyiapkan penambahan mobil tangki sebanyak 29 unit dan 58 orang awak mobil tangki. “Jadi, total armada mobil tangki yang beroperasi sebanyak 662 mobil tangki dan 1.336 orang awak mobil tangki yang dikerahkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Pertamina juga meningkatkan kebutuhan LPG rumah tangga selama nataru sebanyak 5 persen dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 1.657 metrik ton (MT) dari konsumsi normal bulanan yaitu 1.577 MT untuk wilayah Kalimantan.

“Penambahan penyaluran LPG 3 kg telah dilakukan sejak minggu ke-2 bulan Desember dengan penambahan fakultatif untuk wilayah Kalimantan sebanyak 2.058 metrik ton (685.880 tabung),” ungkapnya.

Baca Juga :  Vaksin AstraZeneca Diuji Ulang BPOM, Vaksinasi 700 Orang Ditunda

Penyaluran, kata  Freddy, telah dilakukan ke 293 agen dan 11.681 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan. “Untuk wilayah Kalimantan Utara, penambahan fakultatif sebanyak 31 metrik ton (10.480 tabung),” bebernya.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg. Sebanyak 234 agen LPG PSO dan 951 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

“Tidak hanya agen dan pangkalan LPG 3 kg saja. Sebab, LPG nonsubsidi Pertamina juga menyiapkan 64 agen siaga dan 276 pangkalan LPG nonsubsidi,” ujarnya.

Dikatakan, dukungan dari instansi dan aparat pemerintah sangat diperlukan untuk memperlancar distribusi BBM. Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait langkah pengamanan terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM terutama pada titik yang dapat mengakibatkan kemacetan.

“Bukan hanya kepolisian, koordinasi juga kami lakukan DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) dan Badan Geologi untuk antisipasi kendala daerah rawan macet. Dalam memastikan lancarnya distribusi dan pelayanan BBM, LPG dan avtur, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Apabila menemukan adanya kendala dan hambatan distribusi yang terjadi di lapangan, dapat disampaikan ke kami,” tuturnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadapan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (nataru) di wilayah Kalimantan, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawal kelancaran distribusi BBM dan LPG.

Executive General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Freddy Anwar mengatakan, kebutuhan BBM jenis gasoline diprediksi akan mengalami peningkatan sejak H-3 nataru. Sedangkan gas oil diprediksi mengalami lonjakan pada H-10 nataru. “Untuk mengantisipasi lonjakan ini kami akan meningkatkan stok gasoline maupun gas oil,” kata Freddy.

Untuk premium akan ditingkatkan sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.930  kiloliter (KL) per hari menjadi  2.948 KL per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kalimantan Utara (Kaltara), peningkatan stok premium sebesar 5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 184 KL per hari menjadi 194 KL per hari.

“BBM jenis pertalite juga akan ditingkatkan sebesar 2 persen dari konsumsi normal bulanan 3.101 KL per hari menjadi 3.166 KL per hari. Untuk Kalimantan Utara, peningkatan stok pertalite sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan sekitar 140 KL per hari menjadi 141 KL per hari,” bebernya.

Sedangkan BBM jenis pertamax akan ditingkatkan sebesar 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sektiar 584 KL per hari menjadi 587 KL per hari di wilayah Kalimantan. “Untuk Kaltara, stok pertamax normal, di mana konsumsi normal bulanan atau sekitar 7 KL per hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejari Periksa Dugaan Korupsi Baju Batik

Selain meningkatkan stok, Pertamina juga akan menyiagakan SPBU di jalur mudik dan wisata sebanyak 70 SPBU yang tersebar di Kalimantan Timur (Kaltim) sebanyak 9 SPBU, Kalimantan Barat (Kalbar) 36 SPBU, Kalimantan Tengah (Kalteng) 9 SPBU, dan Kalimantan Selatan (Kalsel) 16 SPBU.

“Seluruh SPBU ini akan beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stok sejak H-7. Khusus untuk area wisata Derawan, Pertamina juga menyiapkan 1 SPBU kantong untuk mengantisipasi lonjakan wisata,” bebernya.

Dalam hal ini Pertamina juga menyiapkan penambahan mobil tangki sebanyak 29 unit dan 58 orang awak mobil tangki. “Jadi, total armada mobil tangki yang beroperasi sebanyak 662 mobil tangki dan 1.336 orang awak mobil tangki yang dikerahkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Pertamina juga meningkatkan kebutuhan LPG rumah tangga selama nataru sebanyak 5 persen dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 1.657 metrik ton (MT) dari konsumsi normal bulanan yaitu 1.577 MT untuk wilayah Kalimantan.

“Penambahan penyaluran LPG 3 kg telah dilakukan sejak minggu ke-2 bulan Desember dengan penambahan fakultatif untuk wilayah Kalimantan sebanyak 2.058 metrik ton (685.880 tabung),” ungkapnya.

Baca Juga :  MUI Tolak Keras Kelompok Khilafatul Muslimin

Penyaluran, kata  Freddy, telah dilakukan ke 293 agen dan 11.681 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan. “Untuk wilayah Kalimantan Utara, penambahan fakultatif sebanyak 31 metrik ton (10.480 tabung),” bebernya.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg. Sebanyak 234 agen LPG PSO dan 951 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

“Tidak hanya agen dan pangkalan LPG 3 kg saja. Sebab, LPG nonsubsidi Pertamina juga menyiapkan 64 agen siaga dan 276 pangkalan LPG nonsubsidi,” ujarnya.

Dikatakan, dukungan dari instansi dan aparat pemerintah sangat diperlukan untuk memperlancar distribusi BBM. Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait langkah pengamanan terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM terutama pada titik yang dapat mengakibatkan kemacetan.

“Bukan hanya kepolisian, koordinasi juga kami lakukan DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) dan Badan Geologi untuk antisipasi kendala daerah rawan macet. Dalam memastikan lancarnya distribusi dan pelayanan BBM, LPG dan avtur, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Apabila menemukan adanya kendala dan hambatan distribusi yang terjadi di lapangan, dapat disampaikan ke kami,” tuturnya. (*/jai/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/