alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Waspada Klaster Nataru

TANJUNG SELOR – Operasi Lilin Kayan 2020 yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan melibatkan seluruh jajaran polres di bawahnya beserta TNI dan instansi terkait dari pemerintahan sudah dilaksanakan pada Senin (21/12).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kaltara, AKBP Budi Rachmat mengatakan, salah satu tujuan dari pelaksanaan Operasi Lilin ini yaitu untuk mewaspadai munculnya klaster Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Penyambutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jadi berbagai upaya harus kita lakukan untuk menekan terjadinya lonjakan kasus atau munculnya klaster baru,” ujar Budi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (22/12).

Oleh karena itu, untuk yang beragama Kristen diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan sistem daring atau virtual dalam melaksanakan ibadahnya. Misalnya menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Jika tetap ingin dilakukan di gereja dengan alasan yang jelas, maka itu diharapkan harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak minimal satu meter, rajin cuci tangan, serta menghindari kerumunan. “Artinya, semua itu tentu ada aturannya. Ada rekomendasi dari Satgas (Satuan Tugas) Penanganan Covid-19,” jelas mantan Wadirlantas Polda Kaltara ini.

Baca Juga :  Pandemi Bikin Operasi Pasar Masih Tanda Tanya

Sementara untuk di malam Tahun Baru, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Kaltara pada khususnya untuk tidak membuat kerumunan. Lebih baik merayakan malam Tahun Baru di rumah saja bersama keluarga. “Jika ada yang ditemukan tidak mengindahkan protokol kesehatan, maka tim Operasi Lilin ini akan melakukan tindakan yang lebih keras dan terukur,” tuturnya.

Diakuinya, belakangan ini pihaknya memang hanya memberikan sanksi teguran dan sanksi fisik seperti menyapu dan push up. Sedangkan di malam Tahun Baru nanti akan dilakukan tindakan tegas untuk pembubaran. Hanya saja tetap dilakukan secara baik agar tidak memunculkan ketersinggungan. “Kita harapannya jangan sampai berkerumun, takutnya malahan jadi klaster Tahun Baru,” sebutnya.

Dalam hal ini, dari kepolisian akan terlibat aktif dalam bertugas untuk mem-backup atau melakukan pengamanan. Dan yang terpenting, di sini para petugas dipastikan terbebas dari paparan Covid-19, sebab sebelum bertugas mereka sudah di-rapid test terlebih dahulu. “Namun untuk penempatannya itu akan dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Pastinya, minimal di tiap titik penjagaan itu harus ada petugas dari kepolisian,” tegasnya.

Baca Juga :  Usia Balita, Masa Krisis Penentuan Tumbuh Kembang

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, dalam hal pelaksanaan Operasi Lilin ini, pihaknya sangat mendukung untuk penerapan protokol kesehatan. “Salah satu yang kita lakukan dari BPBD itu adalah sosialisasi pencegahan terjadinya paparan Covid-19,” tuturnya.

Dikatakannya, dari sisi pengawasan, itu harus ditingkatkan lagi menjelang nataru ini. Sebab, kondisinya pasti berbeda, karena banyak yang akan bepergian untuk manfaatkan hari liburnya. Pastinya, untuk penerapan protokol kesehatan itu sudah cukup baik, jadi tinggal kesadaran masyarakat saja lagi yang harus lebih ditingkatkan. “Mari kita sama-sama memutus rantai penularan Covid-19 di Kaltara ini,” pungkasnya. (iwk/fly)

TANJUNG SELOR – Operasi Lilin Kayan 2020 yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan melibatkan seluruh jajaran polres di bawahnya beserta TNI dan instansi terkait dari pemerintahan sudah dilaksanakan pada Senin (21/12).

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kaltara, AKBP Budi Rachmat mengatakan, salah satu tujuan dari pelaksanaan Operasi Lilin ini yaitu untuk mewaspadai munculnya klaster Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Penyambutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jadi berbagai upaya harus kita lakukan untuk menekan terjadinya lonjakan kasus atau munculnya klaster baru,” ujar Budi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (22/12).

Oleh karena itu, untuk yang beragama Kristen diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan sistem daring atau virtual dalam melaksanakan ibadahnya. Misalnya menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Jika tetap ingin dilakukan di gereja dengan alasan yang jelas, maka itu diharapkan harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak minimal satu meter, rajin cuci tangan, serta menghindari kerumunan. “Artinya, semua itu tentu ada aturannya. Ada rekomendasi dari Satgas (Satuan Tugas) Penanganan Covid-19,” jelas mantan Wadirlantas Polda Kaltara ini.

Baca Juga :  PT BSMP Siap Bantu Polda Kaltara, Buka-bukaan Data Perizinan

Sementara untuk di malam Tahun Baru, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Kaltara pada khususnya untuk tidak membuat kerumunan. Lebih baik merayakan malam Tahun Baru di rumah saja bersama keluarga. “Jika ada yang ditemukan tidak mengindahkan protokol kesehatan, maka tim Operasi Lilin ini akan melakukan tindakan yang lebih keras dan terukur,” tuturnya.

Diakuinya, belakangan ini pihaknya memang hanya memberikan sanksi teguran dan sanksi fisik seperti menyapu dan push up. Sedangkan di malam Tahun Baru nanti akan dilakukan tindakan tegas untuk pembubaran. Hanya saja tetap dilakukan secara baik agar tidak memunculkan ketersinggungan. “Kita harapannya jangan sampai berkerumun, takutnya malahan jadi klaster Tahun Baru,” sebutnya.

Dalam hal ini, dari kepolisian akan terlibat aktif dalam bertugas untuk mem-backup atau melakukan pengamanan. Dan yang terpenting, di sini para petugas dipastikan terbebas dari paparan Covid-19, sebab sebelum bertugas mereka sudah di-rapid test terlebih dahulu. “Namun untuk penempatannya itu akan dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Pastinya, minimal di tiap titik penjagaan itu harus ada petugas dari kepolisian,” tegasnya.

Baca Juga :  3.000 Usaha Walet Tak Berizin

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, dalam hal pelaksanaan Operasi Lilin ini, pihaknya sangat mendukung untuk penerapan protokol kesehatan. “Salah satu yang kita lakukan dari BPBD itu adalah sosialisasi pencegahan terjadinya paparan Covid-19,” tuturnya.

Dikatakannya, dari sisi pengawasan, itu harus ditingkatkan lagi menjelang nataru ini. Sebab, kondisinya pasti berbeda, karena banyak yang akan bepergian untuk manfaatkan hari liburnya. Pastinya, untuk penerapan protokol kesehatan itu sudah cukup baik, jadi tinggal kesadaran masyarakat saja lagi yang harus lebih ditingkatkan. “Mari kita sama-sama memutus rantai penularan Covid-19 di Kaltara ini,” pungkasnya. (iwk/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/