alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Promosi Secara Online, Pemasukan Naik Turun Tapi Untung

PERAYAAN Natal tak lepas dari adanya beberapa pernak-pernik di dalamnya. Beberapa warga di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara pun memanfaatkan momen itu sebagai pedagang musiman. Lalu seperti apa sistem berdagang mereka dan omzetnya di tengah pandemi Covid-19 ini ?

RACHMAD RHOMADHANI

CECE sapaan akrab salah seorang pedagang pernak–pernik Natal di Tanjung Selor ini. Ia mengaku awalnya memang cukup was-was berdagang di tengah situasi pandemi Covid-19, dikarenakan kasus terkonfirmasi positif korona terus ada setiap harinya. “Ya, apalagi virus ini bisa menyebar ke siapa saja. Jadi, ada rasa was-was awalnya,” katanya kepada Radar Kaltara saat ditemui di tempat usahanya.

Namun, lanjutnya, dengan berbagai pertimbangan usahanya itu tetap terus dijalankannya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ada. “Menjual pernak–pernik ini memang jelas menjadi salah satu yang diburu di kala Natal. Itulah mengapa usaha seperti ini saya lanjutkan,” ujar wanita bernama lengkap Dewi Candra ini.

Di sisi lain, sebagai upaya dalam mencegah terjadinya kerumunan, ia menjelaskan bahwa penjualannya dilakukan secara online. Artinya, lokasi usahanya cukup di rumah. Hanya, jika ada yang pesan pernak-pernik dan barang lainnya, maka ia akan mengantarnya secara langsung melalui karyawannya. “Di area kota ini kami free ongkos kirim (ongkir). Jadi, memang sistem online menjadi alternatif tepat di masa pandemi ini,” tuturnya yang sebelumnya menjual perlengkapan pakaian wanita dan APD.

Baca Juga :  Kunjungan Wisman ke Kaltara Alami Kenaikan

Dikatakannya juga, dari pernak–pernik yang dijualnya sendiri harganya sangat terjangkau. Pasalnya, ia menjual dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 120 ribu. Harga itu tergantung dari jenis pernak–pernik yang diinginkan para pembelinya. “Kami menjual berbagai macam ornamen Natal. Seperti hiasan pada pohon Natal, gantungan di pohon natal, salju-salju, bola natal dan banyak lagi. Rata-rata barang impor,” sebutnya.

Diakuinya, dari penjualan yang dilakukannya bisa meraup omzet mencapai jutaan rupiah. Karena memang sejak awal dipromosikannya melalui media sosial (medsos) pribadinya, cukup banyak respons masyarakat yang secara langsung memesan dan membelinya. “Ya, lumayanlah. Adalah jutaan dari omzet penjualan pernak–pernik ini,” ucapnya.

Tambahnya, saat ini dengan semakin dekatnya hari H perayaan Natal, pernak–pernik yang ada sudah mulai ludes terjual. Tampak memang hanya menyisakan beberapa pernak-pernik seperti topi dan gantungan kunci. “Awalnya saya stok cukup banyak. Tapi, kalau sekarang sudah ludes terjual semuanya,” katanya.

Baca Juga :  Banyak Pengetap, Premium Terancam Disetop

Senada dikatakan Ira, salah seorang pedagang lainnya di Tanjung Selor, di masa pandemi ini memang penjualan harus dilakukan secara online. Ia pun menggratiskan ongkir bagi para pembeli di tokonya. “Ya, saya jaga-jaga juga, sekalipun mereka memakai masker. Tapi, lebih baik di antar langsung ke rumahnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk omzet penjualannya sendiri selama menjual pernak–pernik Natal ini memang pendapatannya tak cukup naik signifikan dibandingkan pada tahun–tahun sebelumnya. Hanya, dengan cara menjual secara online ini sehingga ada keuntungan yang didapatkannya. “Tidak bisa hanya duduk menunggu. Karena sekarang tidak semua orang mau keluar rumah. Itulah cara online ini menjadi satu-satunya alternatif yang saya lakukan seperti pedagang lain pada umumnya,” tuturnya.

Sebagai pedagang, ia mengharapkan memang pandemi ini dapat segera berakhir. Sehingga penjualan yang dilakukannya dapat dilakukan secara normal. Mengingat, tak selamanya cara melalui online membuahkan hasil positif pada omzetnya. “Tapi, saat ini bersyukurlah sudah ada jutaan didapat dari penjualan pernak–pernik ini,’’ tuntasnya. (***/fly)

PERAYAAN Natal tak lepas dari adanya beberapa pernak-pernik di dalamnya. Beberapa warga di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara pun memanfaatkan momen itu sebagai pedagang musiman. Lalu seperti apa sistem berdagang mereka dan omzetnya di tengah pandemi Covid-19 ini ?

RACHMAD RHOMADHANI

CECE sapaan akrab salah seorang pedagang pernak–pernik Natal di Tanjung Selor ini. Ia mengaku awalnya memang cukup was-was berdagang di tengah situasi pandemi Covid-19, dikarenakan kasus terkonfirmasi positif korona terus ada setiap harinya. “Ya, apalagi virus ini bisa menyebar ke siapa saja. Jadi, ada rasa was-was awalnya,” katanya kepada Radar Kaltara saat ditemui di tempat usahanya.

Namun, lanjutnya, dengan berbagai pertimbangan usahanya itu tetap terus dijalankannya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ada. “Menjual pernak–pernik ini memang jelas menjadi salah satu yang diburu di kala Natal. Itulah mengapa usaha seperti ini saya lanjutkan,” ujar wanita bernama lengkap Dewi Candra ini.

Di sisi lain, sebagai upaya dalam mencegah terjadinya kerumunan, ia menjelaskan bahwa penjualannya dilakukan secara online. Artinya, lokasi usahanya cukup di rumah. Hanya, jika ada yang pesan pernak-pernik dan barang lainnya, maka ia akan mengantarnya secara langsung melalui karyawannya. “Di area kota ini kami free ongkos kirim (ongkir). Jadi, memang sistem online menjadi alternatif tepat di masa pandemi ini,” tuturnya yang sebelumnya menjual perlengkapan pakaian wanita dan APD.

Baca Juga :  Nakhoda Wajib Periksa Kesehatan

Dikatakannya juga, dari pernak–pernik yang dijualnya sendiri harganya sangat terjangkau. Pasalnya, ia menjual dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 120 ribu. Harga itu tergantung dari jenis pernak–pernik yang diinginkan para pembelinya. “Kami menjual berbagai macam ornamen Natal. Seperti hiasan pada pohon Natal, gantungan di pohon natal, salju-salju, bola natal dan banyak lagi. Rata-rata barang impor,” sebutnya.

Diakuinya, dari penjualan yang dilakukannya bisa meraup omzet mencapai jutaan rupiah. Karena memang sejak awal dipromosikannya melalui media sosial (medsos) pribadinya, cukup banyak respons masyarakat yang secara langsung memesan dan membelinya. “Ya, lumayanlah. Adalah jutaan dari omzet penjualan pernak–pernik ini,” ucapnya.

Tambahnya, saat ini dengan semakin dekatnya hari H perayaan Natal, pernak–pernik yang ada sudah mulai ludes terjual. Tampak memang hanya menyisakan beberapa pernak-pernik seperti topi dan gantungan kunci. “Awalnya saya stok cukup banyak. Tapi, kalau sekarang sudah ludes terjual semuanya,” katanya.

Baca Juga :  GAWATTT...!! Transmisi Lokal di Kaltara Meluas, Positif dan Meninggal Bertambah

Senada dikatakan Ira, salah seorang pedagang lainnya di Tanjung Selor, di masa pandemi ini memang penjualan harus dilakukan secara online. Ia pun menggratiskan ongkir bagi para pembeli di tokonya. “Ya, saya jaga-jaga juga, sekalipun mereka memakai masker. Tapi, lebih baik di antar langsung ke rumahnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk omzet penjualannya sendiri selama menjual pernak–pernik Natal ini memang pendapatannya tak cukup naik signifikan dibandingkan pada tahun–tahun sebelumnya. Hanya, dengan cara menjual secara online ini sehingga ada keuntungan yang didapatkannya. “Tidak bisa hanya duduk menunggu. Karena sekarang tidak semua orang mau keluar rumah. Itulah cara online ini menjadi satu-satunya alternatif yang saya lakukan seperti pedagang lain pada umumnya,” tuturnya.

Sebagai pedagang, ia mengharapkan memang pandemi ini dapat segera berakhir. Sehingga penjualan yang dilakukannya dapat dilakukan secara normal. Mengingat, tak selamanya cara melalui online membuahkan hasil positif pada omzetnya. “Tapi, saat ini bersyukurlah sudah ada jutaan didapat dari penjualan pernak–pernik ini,’’ tuntasnya. (***/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/