alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Cakupan Rendah, Pelayanan Terbatas

TANJUNG SELOR – Sejak dimulai awal Oktober, angka cakupan imunisasi polio di Kaltara masih tergolong rendah yakni 69,34 persen. Angka itu jauh lebih rendah dari target nasional 95 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, pelayanan imunisasi polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV) sampai sekarang ini masih berjalan. Sebab, belum ada arahan secara resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menyetop pelayanan.

“Pelayanan imunisasi masih berjalan. Hanya saja untuk cakupan masih rendah,” kata Agust kepada Radar Kaltara, Selasa (22/12).

Randahnya cakupan imunisasi disebabkan adanya tenaga medis (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga pelayanan dilakukan secara terbatas. “Posyandu ditiadakan. Karena masih pandemi Covid-19,” bebernya.

Baca Juga :  Pimpin Rapat, Mantapkan Persiapan HUT Pramuka ke 60

Kemudian, kegiatan belajar di sekolah juga ditiadakan. Sehingga tidak semua anak bisa mendapatkan vaksin. Hal itulah yang menyebabkan cakupan imunisasi di Kaltara rendah. “Imunisasi hanya diberikan ketika orang tua membawa anaknya ke puskesmas saja,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan, pemberian imunisasi sesuai jadwal berakhir bulan ini. Namun, karena belum ada keputusan dari pusat pelayanan akan tetap berlanjut. “Selama belum ada keputusan. Pemberian imunisasi akan terus berlanjut. Harapannya, cakupan imunisasi di Kaltara bisa mencapai target nasional,” harapnya.

Di Kaltara, sambung Agust, baru Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang sudah melebih target nasional yakni 101,31 persen dan Kota Tarakan masih menjadi daerah dengan cakupan imunisasi polio terendah 45,33 persen. “Pemberian imunisasi di Tarakan ini memang ada keterlambatan. Sementara jumlah sasarannya banyak 76,986 orang anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bulog Bulungan Kehabisan Stok Gula

Keterlambatan pelaksanaan imunisasi di Kota Tarakan disebabkan banyaknya nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Akhirnya pemberian imunisasi menjadi terhambat. “Iya, memang ada keterlambatan mangkanya cakupan disana (Tarakan) masih rendah dari kabupaten lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi P2P Bulungan, dr.Heriyadi Suranta mengatakan, pemberian imunisasi sampai sekarang ini masih berjalan walaupun di masa pandemi Covid-19. Sampai saat ini cakupan imunisasi sudah mencapai 88,08 persen. “Sampai akhir Desember ini kita targetkan bisa mencapai target nasional dan kami akan terus berupaya,” pungkasnya. (*/jai/fly)

TANJUNG SELOR – Sejak dimulai awal Oktober, angka cakupan imunisasi polio di Kaltara masih tergolong rendah yakni 69,34 persen. Angka itu jauh lebih rendah dari target nasional 95 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, pelayanan imunisasi polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV) sampai sekarang ini masih berjalan. Sebab, belum ada arahan secara resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menyetop pelayanan.

“Pelayanan imunisasi masih berjalan. Hanya saja untuk cakupan masih rendah,” kata Agust kepada Radar Kaltara, Selasa (22/12).

Randahnya cakupan imunisasi disebabkan adanya tenaga medis (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga pelayanan dilakukan secara terbatas. “Posyandu ditiadakan. Karena masih pandemi Covid-19,” bebernya.

Baca Juga :  PPDB Akan Digelar Offline

Kemudian, kegiatan belajar di sekolah juga ditiadakan. Sehingga tidak semua anak bisa mendapatkan vaksin. Hal itulah yang menyebabkan cakupan imunisasi di Kaltara rendah. “Imunisasi hanya diberikan ketika orang tua membawa anaknya ke puskesmas saja,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan, pemberian imunisasi sesuai jadwal berakhir bulan ini. Namun, karena belum ada keputusan dari pusat pelayanan akan tetap berlanjut. “Selama belum ada keputusan. Pemberian imunisasi akan terus berlanjut. Harapannya, cakupan imunisasi di Kaltara bisa mencapai target nasional,” harapnya.

Di Kaltara, sambung Agust, baru Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang sudah melebih target nasional yakni 101,31 persen dan Kota Tarakan masih menjadi daerah dengan cakupan imunisasi polio terendah 45,33 persen. “Pemberian imunisasi di Tarakan ini memang ada keterlambatan. Sementara jumlah sasarannya banyak 76,986 orang anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

Keterlambatan pelaksanaan imunisasi di Kota Tarakan disebabkan banyaknya nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Akhirnya pemberian imunisasi menjadi terhambat. “Iya, memang ada keterlambatan mangkanya cakupan disana (Tarakan) masih rendah dari kabupaten lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi P2P Bulungan, dr.Heriyadi Suranta mengatakan, pemberian imunisasi sampai sekarang ini masih berjalan walaupun di masa pandemi Covid-19. Sampai saat ini cakupan imunisasi sudah mencapai 88,08 persen. “Sampai akhir Desember ini kita targetkan bisa mencapai target nasional dan kami akan terus berupaya,” pungkasnya. (*/jai/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/