alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Bulungan Tertahan Dipredikat KLA Pratama, Ini Kekurangannya

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan kembali meraih kabupaten layak anak (KLA) kategori pratama untuk ketiga kalinya, setelah dua tahun sebelumnya mendapatkan prdikat yang sama.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan, Iwan Sugianta mengatakan bahwa saat ini masih banyak PR yang harus diselesaikan untuk bisa mendapatkan predikat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Kita akan terus berupaya agar tahun depan kmendapatkan predikat Madya,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Sabtu (29/7).

Menurutnya, saat ini masih ada beberapa hal yang menyebabkan Bulungan belum bisa mendapatkan predikat Madya.

Khususnya terkait dokumentasi kegiatan di lapangan.

“Penetapan katagori ini kan dilakukan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kemen PPPA. Sebenarnya beberapa hal sudah kita lakukan. Tetapi dokumentasi kita tidak lengkap, sehingga pada saat penilaian kita terkendala,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aktivitas Ekspor Melalui Pelabuhan Naik 9,16 Persen

Apalagi saat penilaian waktunya sudah mepet. Sehingga, laporan yang disampaikan Kemen PPPA seadanya.

Karena itu, perlu adanya kolaborasi dari semua pihak untuk mencapai predikat Madya tersebut.

“Semua pihak harus terlibat. Dengan kolaborasi itu saya optimistis Bulungan bisa mendapatkan predikat Madya,” pungkasnya. (*)






Reporter: Fijai Pasaruja

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan kembali meraih kabupaten layak anak (KLA) kategori pratama untuk ketiga kalinya, setelah dua tahun sebelumnya mendapatkan prdikat yang sama.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan, Iwan Sugianta mengatakan bahwa saat ini masih banyak PR yang harus diselesaikan untuk bisa mendapatkan predikat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Kita akan terus berupaya agar tahun depan kmendapatkan predikat Madya,” kata Iwan kepada Radar Kaltara, Sabtu (29/7).

Menurutnya, saat ini masih ada beberapa hal yang menyebabkan Bulungan belum bisa mendapatkan predikat Madya.

Khususnya terkait dokumentasi kegiatan di lapangan.

“Penetapan katagori ini kan dilakukan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kemen PPPA. Sebenarnya beberapa hal sudah kita lakukan. Tetapi dokumentasi kita tidak lengkap, sehingga pada saat penilaian kita terkendala,” ungkapnya.

Baca Juga :  PLTA Dibangun, Dua Desa Bakal Ditenggelamkan

Apalagi saat penilaian waktunya sudah mepet. Sehingga, laporan yang disampaikan Kemen PPPA seadanya.

Karena itu, perlu adanya kolaborasi dari semua pihak untuk mencapai predikat Madya tersebut.

“Semua pihak harus terlibat. Dengan kolaborasi itu saya optimistis Bulungan bisa mendapatkan predikat Madya,” pungkasnya. (*)






Reporter: Fijai Pasaruja

Most Read

Artikel Terbaru

/