alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Sanksi Pelanggar Prokes Dinilai Lemah

TANJUNG SELOR – Memutus mata rantai penyebaran Covid-19,  Pemkab Bulungan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Bulungan Nomor 29 tahun 2020. Namun, regulasi itu dinilai belum kuat.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Bulungan, Hendrick Chairi mengatakan, saat ini sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) hanya sebatas sanksi sosial hingga sanksi tertulis. Belum ada yang dikenakan sanksi administratif. “Regulasinya belum kuat. Jadi, kami tidak berani memberikan sanksi administratif,” kata Hendrick kepada Radar Kaltara, (20/12).

Saksi administratif, sambung Hendrick, bisa diberikan ketika regulasi sudah dalam bentuk peraturan daerah (perda). Selama regulasi masih dalam bentuk perbup, maka aturan tersebut masih belum kuat untuk memberikan sanksi administratif bagi pelanggar prokes.

“Kalau sudah dalam bentuk perda bisa saja kita kenakan sanksi administratif. Tetapi, kalau masih perbup sulit, karena belum kuat secara aturan,” bebernya.

Meskipun secara regulasi tidak kuat, pihaknya memastikan sanksi sosial yang diberikan selama ini sudah cukup memberikan efek jera kepada masyarakat. “Malu juga kalau sudah diberikan sanksi sosial,” ungkapnya. Apalagi kalau kalau sampai disanksi sosial membersihkan fasilitas umum (fasum). “Itu malunya sangat luar biasa,” bebernya.

Untuk di wilayah Tanjung Selor, ada beberapa titik yang banyak ditemukan pelanggaran prokes. Salah satunya di Jalan Pahlawan. Banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker. “Di sana (Jalan Pahlawan) banyak yang tidak disiplin menggunakan masker. Khususnya usia muda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Polda Kaltara, AKBP Budi Rachmat menambahkan, jajaran Polda Kaltara bersama dengan TNI dan instansi terkait serta mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya akan menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2020.

Baca Juga :  Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

“Operasi Lilin ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Kalimantan Utara selama 15 hari. Terhitung sejak tanggal 21 Desember hingga 04 Januari 2021,” ungkapnya.

Operasi kali ini akan lebih mengedepankan kegiatan pencegahan dengan didukung deteksi dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 di Bumi Benuanta. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru (nataru) dengan rasa aman dan nyaman. “Jadi, dalam operasi ini kami akan mengedepankan pendisiplinan protokol kesehatan agar lebih tertib lagi,” tegasnya.

 

Satu Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan masih fluktuasi. Pada Minggu (20/12), tercatat penambahan 26 orang dinyatakan terpapar virus koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) berdasarkan hasil uji swab tes.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan, dr. Heriyadi Suranta mengatakan, dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus masih dari kontak erat, baik keluarga maupun rekan kerja. “Hampir 70 persen dari kontak erat dengan pasien positif,” kata Heriyadi kepada Radar Kaltara, Minggu (20/12).

Lanjut Heriyadi, dari 26 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, satu orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kecamatan Tanjung Palas. “Beliau ini kasus suspek. Karena sejak awal ada gejala,” ujarnya.

Satu kasus baru ini menambah daftar nakes yang terkonfirmasi positif. Sehingga total ada delapan orang nakes positif Covid-19. “Sebelumnya kan sudah ada tujuh orang nakes yang positif positif. Hari ini (kemarin, Red) tambah satu. Jadi, total ada delapan orang nakes positif Covid-19,” bebernya.

Baca Juga :  Lahan Food Estate Belum Memadai

Sampai saat ini pihaknya mencatat masih ada 29 orang pasien bergejala menjalani isolasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor dan 45 orang pasien menjalani karantina khusus di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan. “Di karantina sekarang ini sudah over kapasitas. Karena maksimal hanya bisa menampung sebanyak 40 orang,” ujarnya.

Sehingga ada beberapa orang yang digabung dalam satu ruangan dan ada juga pasien yang menjalani isolasi mandiri. Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri pengawasan dilakukan oleh puskesmas setempat domisili. “Petugas akan menanyakan kesehatan pasien melalui sambungan telepon. Jadi, pengawasan tidak setiap hari,” sebutnya.

Apabila dalam 10 hari tidak ada gejala, maka pasien sudah dinyatakan sembuh tanpa dilakukan uji swab tes. “Iya, kalau 10 hari tidak ada gejala pasien sudah dinyatakan sembuh. Tanpa uji swab,” ungkapnya.

Menyoal apakah masih ada hasil swab yang belum keluar. Heriyadi mengatakan, sampai kemarin masih ada sekitar 37 spesimen swab yang belum keluar hasil. “Masih banyak, karena setiap hari spesimen swab kami kirim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono menambahkan, walaupun penambahan kasus masih terjadi. Namun, masih terkendali. “Masih terkendali, karena orang yang sudah dinyatakan terkonfirmasi sudah masuk karantina,” pungkasnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Memutus mata rantai penyebaran Covid-19,  Pemkab Bulungan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Bulungan Nomor 29 tahun 2020. Namun, regulasi itu dinilai belum kuat.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Bulungan, Hendrick Chairi mengatakan, saat ini sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) hanya sebatas sanksi sosial hingga sanksi tertulis. Belum ada yang dikenakan sanksi administratif. “Regulasinya belum kuat. Jadi, kami tidak berani memberikan sanksi administratif,” kata Hendrick kepada Radar Kaltara, (20/12).

Saksi administratif, sambung Hendrick, bisa diberikan ketika regulasi sudah dalam bentuk peraturan daerah (perda). Selama regulasi masih dalam bentuk perbup, maka aturan tersebut masih belum kuat untuk memberikan sanksi administratif bagi pelanggar prokes.

“Kalau sudah dalam bentuk perda bisa saja kita kenakan sanksi administratif. Tetapi, kalau masih perbup sulit, karena belum kuat secara aturan,” bebernya.

Meskipun secara regulasi tidak kuat, pihaknya memastikan sanksi sosial yang diberikan selama ini sudah cukup memberikan efek jera kepada masyarakat. “Malu juga kalau sudah diberikan sanksi sosial,” ungkapnya. Apalagi kalau kalau sampai disanksi sosial membersihkan fasilitas umum (fasum). “Itu malunya sangat luar biasa,” bebernya.

Untuk di wilayah Tanjung Selor, ada beberapa titik yang banyak ditemukan pelanggaran prokes. Salah satunya di Jalan Pahlawan. Banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker. “Di sana (Jalan Pahlawan) banyak yang tidak disiplin menggunakan masker. Khususnya usia muda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Polda Kaltara, AKBP Budi Rachmat menambahkan, jajaran Polda Kaltara bersama dengan TNI dan instansi terkait serta mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya akan menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2020.

Baca Juga :  Rp 12 M untuk Sebatik dan Tarakan

“Operasi Lilin ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Kalimantan Utara selama 15 hari. Terhitung sejak tanggal 21 Desember hingga 04 Januari 2021,” ungkapnya.

Operasi kali ini akan lebih mengedepankan kegiatan pencegahan dengan didukung deteksi dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 di Bumi Benuanta. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru (nataru) dengan rasa aman dan nyaman. “Jadi, dalam operasi ini kami akan mengedepankan pendisiplinan protokol kesehatan agar lebih tertib lagi,” tegasnya.

 

Satu Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bulungan masih fluktuasi. Pada Minggu (20/12), tercatat penambahan 26 orang dinyatakan terpapar virus koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) berdasarkan hasil uji swab tes.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bulungan, dr. Heriyadi Suranta mengatakan, dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus masih dari kontak erat, baik keluarga maupun rekan kerja. “Hampir 70 persen dari kontak erat dengan pasien positif,” kata Heriyadi kepada Radar Kaltara, Minggu (20/12).

Lanjut Heriyadi, dari 26 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, satu orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kecamatan Tanjung Palas. “Beliau ini kasus suspek. Karena sejak awal ada gejala,” ujarnya.

Satu kasus baru ini menambah daftar nakes yang terkonfirmasi positif. Sehingga total ada delapan orang nakes positif Covid-19. “Sebelumnya kan sudah ada tujuh orang nakes yang positif positif. Hari ini (kemarin, Red) tambah satu. Jadi, total ada delapan orang nakes positif Covid-19,” bebernya.

Baca Juga :  Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

Sampai saat ini pihaknya mencatat masih ada 29 orang pasien bergejala menjalani isolasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor dan 45 orang pasien menjalani karantina khusus di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan. “Di karantina sekarang ini sudah over kapasitas. Karena maksimal hanya bisa menampung sebanyak 40 orang,” ujarnya.

Sehingga ada beberapa orang yang digabung dalam satu ruangan dan ada juga pasien yang menjalani isolasi mandiri. Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri pengawasan dilakukan oleh puskesmas setempat domisili. “Petugas akan menanyakan kesehatan pasien melalui sambungan telepon. Jadi, pengawasan tidak setiap hari,” sebutnya.

Apabila dalam 10 hari tidak ada gejala, maka pasien sudah dinyatakan sembuh tanpa dilakukan uji swab tes. “Iya, kalau 10 hari tidak ada gejala pasien sudah dinyatakan sembuh. Tanpa uji swab,” ungkapnya.

Menyoal apakah masih ada hasil swab yang belum keluar. Heriyadi mengatakan, sampai kemarin masih ada sekitar 37 spesimen swab yang belum keluar hasil. “Masih banyak, karena setiap hari spesimen swab kami kirim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono menambahkan, walaupun penambahan kasus masih terjadi. Namun, masih terkendali. “Masih terkendali, karena orang yang sudah dinyatakan terkonfirmasi sudah masuk karantina,” pungkasnya. (*/jai/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/