alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Peledakan untuk Pembangunan PLTA Molor

TANJUNG SELOR – Meski proses peledakan di sekitar lokasi pembangunan Bendungan 1, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan sempat molor, PT Kayan Hidro Energi (KHE) memperkirakan proses peledakan bakal di mulai awal 2021 mendatang.

Manajer Operasional PT Kayan Hidro Energi (KHE), Roni mengatakan, sebelumnya proses peledakan direncanakan akan dimulai November 2020. Namun, karena ada kendala teknis di lapangan akhirnya proses peledakan molor hingga awal 2021 mendatang.

“Kalau tahun ini sepertinya tidak memungkinkan, karena kami masih mempersiapkan gudang untuk menyimpan bahan peledak,” kata Roni kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Jumat (18/12).

Selain gudang, saat ini pihaknya juga tengah merampungkan perizinan dari pihak kepolisian. “Peledakan tidak bisa dilakukan jika belum ada izin dari kepolisian,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk saat ini KHE akan fokus untuk menyelesaikan gudang dan perizinan, setelah semuanya rampung maka proses pengeboman akan langsung dilakukan. “Proses pembangunan gudang hingga perizinan ini akan berjalan secara paralel,” ujarnya.

Baca Juga :  Sepakat Perda Kepelabuhanan Dikaji Ulang

Dikatakan, untuk pembangunan jalan sampai saat ini masih berjalan. Nantinya, jalan yang dibangun ini akan digunakan sebagai akses mobilisasi alat berat ke lokasi PLTA. “Semuanya paralel. Diharapkan, pembangunan bendungan bisa segera terealisasi,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sesuai target awal PLTA akan mulai memproduksi tenaga listrik pada 2025 mendatang. Secara keseluruhan daya listrik yang dihasilkan dari bendungan satu sampai bandungan lima sebesar 9.000  megawatt (MW).

“Pembangunan satu bendungan membutuhkan waktu empat sampai lima tahun. Untuk bendungan satu kita targetkan sudah menghasilkan listrik pada 2025 mendatang,” bebernya.

Nantinya, daya listrik sebesar 9.000 MW ini akan disuplai ke Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan. Ibu kota negara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim). Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui skema bisnis. “Rencana ke depan energi listrik yang dihasilkan dari PLTA ini akan diekspor ke Malaysia bagian utara,” bebernya.

Baca Juga :  Tekan Ketergantungan, Tingkatkan PAD

Bahkan terkait ekspor ini juga sudah sempat dibahas dengan pihak Malaysia. Tetapi, untuk tahap awal pihaknya akan terlebih dahulu memprioritaskan kebutuhan listrik dalam negeri, setelah itu baru memenuhi eskpor ke Malaysia. “Daya yang diekspor ke Malaysia sebesar 250 megawatt. Tetapi, kami akan penuhi dahulu kebutuhan listrik dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Peso Jonilus saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti kapan proses peledakan dimulai, karena belum ada penyampaian dari KHE. “Memang saya dengar ada rencana peledakan. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada penyampaian dari KHE,” ungkapnya.

Kecamatan, kata dia, sangat mendukung adanya pembangunan PLTA. Apalagi saat ini untuk Kecamatan Peso masih ada enam desa yang belum menikmati listrik. “Iya, harapan warga PLTA ini bisa menyuplai energi listri ke enam desa itu, karena selama ini warga belum menikmati listrik,” pungkasnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Meski proses peledakan di sekitar lokasi pembangunan Bendungan 1, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan sempat molor, PT Kayan Hidro Energi (KHE) memperkirakan proses peledakan bakal di mulai awal 2021 mendatang.

Manajer Operasional PT Kayan Hidro Energi (KHE), Roni mengatakan, sebelumnya proses peledakan direncanakan akan dimulai November 2020. Namun, karena ada kendala teknis di lapangan akhirnya proses peledakan molor hingga awal 2021 mendatang.

“Kalau tahun ini sepertinya tidak memungkinkan, karena kami masih mempersiapkan gudang untuk menyimpan bahan peledak,” kata Roni kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Jumat (18/12).

Selain gudang, saat ini pihaknya juga tengah merampungkan perizinan dari pihak kepolisian. “Peledakan tidak bisa dilakukan jika belum ada izin dari kepolisian,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk saat ini KHE akan fokus untuk menyelesaikan gudang dan perizinan, setelah semuanya rampung maka proses pengeboman akan langsung dilakukan. “Proses pembangunan gudang hingga perizinan ini akan berjalan secara paralel,” ujarnya.

Baca Juga :  DPU-PR ‘Diteror’ Soal Jalan Rusak

Dikatakan, untuk pembangunan jalan sampai saat ini masih berjalan. Nantinya, jalan yang dibangun ini akan digunakan sebagai akses mobilisasi alat berat ke lokasi PLTA. “Semuanya paralel. Diharapkan, pembangunan bendungan bisa segera terealisasi,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sesuai target awal PLTA akan mulai memproduksi tenaga listrik pada 2025 mendatang. Secara keseluruhan daya listrik yang dihasilkan dari bendungan satu sampai bandungan lima sebesar 9.000  megawatt (MW).

“Pembangunan satu bendungan membutuhkan waktu empat sampai lima tahun. Untuk bendungan satu kita targetkan sudah menghasilkan listrik pada 2025 mendatang,” bebernya.

Nantinya, daya listrik sebesar 9.000 MW ini akan disuplai ke Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan. Ibu kota negara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim). Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui skema bisnis. “Rencana ke depan energi listrik yang dihasilkan dari PLTA ini akan diekspor ke Malaysia bagian utara,” bebernya.

Baca Juga :  Goweser Membludak, Akan Dinobatkan Sebagai Kota Sepeda

Bahkan terkait ekspor ini juga sudah sempat dibahas dengan pihak Malaysia. Tetapi, untuk tahap awal pihaknya akan terlebih dahulu memprioritaskan kebutuhan listrik dalam negeri, setelah itu baru memenuhi eskpor ke Malaysia. “Daya yang diekspor ke Malaysia sebesar 250 megawatt. Tetapi, kami akan penuhi dahulu kebutuhan listrik dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Peso Jonilus saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti kapan proses peledakan dimulai, karena belum ada penyampaian dari KHE. “Memang saya dengar ada rencana peledakan. Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada penyampaian dari KHE,” ungkapnya.

Kecamatan, kata dia, sangat mendukung adanya pembangunan PLTA. Apalagi saat ini untuk Kecamatan Peso masih ada enam desa yang belum menikmati listrik. “Iya, harapan warga PLTA ini bisa menyuplai energi listri ke enam desa itu, karena selama ini warga belum menikmati listrik,” pungkasnya. (*/jai/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/