alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Lima Tahun Ambruk, Turap Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR – Lima tahun ambruk, turap (sheet pile) Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur belum tersentuh perbaikan. Hal itu disebabkan defisit anggaran yang dialami Pemkab Bulungan.

Plh Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Bulungan pada 2016 silam dirinya mengaku sudah meminta kepada OPD teknis agar segera melakukan perbaikan. Hanya saja karena keuangan daerah tidak memungkinkan, perbaikan belum dapat dilakukan sampai saat ini.

“Anggarannya tidak ada. Jadi, belum bisa dilakukan perbaikan,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara belum lama ini.

Kemudian, perbaikan juga sempat terhambat karena harus menunggu hasil penelitian dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. “Jadi, waktu itu kita ada kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang untuk mengetahui penyebab ambruknya turap tersebut,” bebernya.

Secara teknis, disampaikan bahwa pondasi turap pendek sehingga tidak sampai pada titik tanah terkeras. Hal itulah yang menyebabkan turap ambruk. “Ada faktor alam juga, karena tanah di sekitar turap tergerus akibat dihantam gelombang kapal yang melintas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Giliran Bulungan Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Sebelumnya, turap juga sempat beberapa kali ditabrak kapal dan sudah ada ganti rugi dari pihak kapal. Namun, anggaran ganti rugi itu belum cukup digunakan untuk memperbaiki turap. “Anggaran ganti rugi sudah masuk ke kas daerah. Tetapi, belum bisa digunakan untuk perbaikan, karena kebutuhan anggaran untuk memperbaiki turap Selimau cukup besar. Miliaran,” bebernya.

Selain turap Selimau, pemkab juga harus membangun turap di sepanjang sungai Desa Tengkapak dan Desa Jelarai Selor. Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran. “Kalau di APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) terus terang saja sekarang ini masih sulit,” ungkapnya.

Apalagi, nilai APBD 2021 masih sama dengan nilai APBD tahun ini. Sementara, tahun depan daerah masih fokus kepada penanganan Covid-19 dan melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda. “Tetapi, kami akan terus upayakan agar segara dilakukan perbaikan,” bebernya.

Baca Juga :  Kejari Siapkan 23 Saksi Dalam Kasus Tipikor di KTT

Sementara itu, Kepala DPU-PR Bulungan, Adriani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan respons. Terpisah, Kabid Pengairan dan Irigasi, DPUPR-Perkim Kaltara, Tri Wahyu Wibowo menambahkan, untuk pembangunan turap di Desa Tengkapak kewenangannya ada di daerah dalam hal ini Pemkab Bulungan. “Informasinya, untuk perencanaan pembangunan turap itu sedang disusun,” sebutnya.

Dalam hal ini pihaknya mengaku siap membantu Pemkab Bulungan selama ada permintaan dari Pemkab Bulungan. “Kalau anggaran tersedia kami siap saja. Tidak ada masalah,” ujarnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Lima tahun ambruk, turap (sheet pile) Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur belum tersentuh perbaikan. Hal itu disebabkan defisit anggaran yang dialami Pemkab Bulungan.

Plh Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Bulungan pada 2016 silam dirinya mengaku sudah meminta kepada OPD teknis agar segera melakukan perbaikan. Hanya saja karena keuangan daerah tidak memungkinkan, perbaikan belum dapat dilakukan sampai saat ini.

“Anggarannya tidak ada. Jadi, belum bisa dilakukan perbaikan,” kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara belum lama ini.

Kemudian, perbaikan juga sempat terhambat karena harus menunggu hasil penelitian dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. “Jadi, waktu itu kita ada kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang untuk mengetahui penyebab ambruknya turap tersebut,” bebernya.

Secara teknis, disampaikan bahwa pondasi turap pendek sehingga tidak sampai pada titik tanah terkeras. Hal itulah yang menyebabkan turap ambruk. “Ada faktor alam juga, karena tanah di sekitar turap tergerus akibat dihantam gelombang kapal yang melintas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pembangunan PLBN Tunggu Inpres

Sebelumnya, turap juga sempat beberapa kali ditabrak kapal dan sudah ada ganti rugi dari pihak kapal. Namun, anggaran ganti rugi itu belum cukup digunakan untuk memperbaiki turap. “Anggaran ganti rugi sudah masuk ke kas daerah. Tetapi, belum bisa digunakan untuk perbaikan, karena kebutuhan anggaran untuk memperbaiki turap Selimau cukup besar. Miliaran,” bebernya.

Selain turap Selimau, pemkab juga harus membangun turap di sepanjang sungai Desa Tengkapak dan Desa Jelarai Selor. Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran. “Kalau di APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) terus terang saja sekarang ini masih sulit,” ungkapnya.

Apalagi, nilai APBD 2021 masih sama dengan nilai APBD tahun ini. Sementara, tahun depan daerah masih fokus kepada penanganan Covid-19 dan melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda. “Tetapi, kami akan terus upayakan agar segara dilakukan perbaikan,” bebernya.

Baca Juga :  Tes CPNS 2019 Diundur Tahun Depan

Sementara itu, Kepala DPU-PR Bulungan, Adriani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan respons. Terpisah, Kabid Pengairan dan Irigasi, DPUPR-Perkim Kaltara, Tri Wahyu Wibowo menambahkan, untuk pembangunan turap di Desa Tengkapak kewenangannya ada di daerah dalam hal ini Pemkab Bulungan. “Informasinya, untuk perencanaan pembangunan turap itu sedang disusun,” sebutnya.

Dalam hal ini pihaknya mengaku siap membantu Pemkab Bulungan selama ada permintaan dari Pemkab Bulungan. “Kalau anggaran tersedia kami siap saja. Tidak ada masalah,” ujarnya. (*/jai/eza)

Most Read

Sebatik Ditetapkan sebagai Pulau Santri

PPPK Dibuka, Animo Honorer Justru Minim

Harga Telur Merangkak Naik

Artikel Terbaru

/