alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Kejari Tetapkan Tersangka Kasus Ice Flake

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pengadaan barang di lingkungan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Bulungan. Pengungkapan kasus berawal dari adanya laporan masyarakat.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bulungan, Haeru Jilly Roja’i menyampaikan, kemarin tim penyidik Kejari Bulungan telah menetapkan satu orang tersangka terkait pengadaan mesin ice flake berkapasitas 10 ton di DKP Bulungan tahun anggaran 2016.

“Satu orang yang kami tetapkan tersangka berinisial PN (53) (penyedia barang),” ungkap Haeru kepada Radar Kaltara, Jumat (18/12).

Tersangka yang berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat ini disangkakan melanggar pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18  Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Tersangka ini sudah dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan (rumah tahanan) Polres Bulungan terhitung mulai hari ini (kemarin, Red) hingga 6 Januari 2021,” bebernya.

Baca Juga :  Ibu Kota Sering Banjir, Akan Dibangun Drainase Model Ini

Kasus pengadaan barang ini berawal saat DKP Bulungan mendapatkan tugas pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bersumber dari APBN tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,42 miliar untuk pengadaan satu paket mesin ice flake berkapasitas 10 ton di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

“Modusnya barang sudah ada. Tetapi dialihkan ke pihak lain dan harganya di-mark up (menaikkan),” bebernya.

Adapun kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 600 juta. Menyoal apakah selain PN ada tersangka lain. Haeru mengatakan, sekarang ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan. “Jadi, tidak menutup kemungkinan ke depannya ada tersangka baru,” sebutnya.

Baca Juga :  Vaksin Booster untuk Umum Masih Dikaji Kemenkes

Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Untuk di DKP Bulungan sudah ada sekitar enam orang yang diperiksa sebagai saksi. “Rata-rata saksi yang diperiksa berasal dari luar kota. Seperti, Jakarta, Depok, Bekasi dan Bandung,” sebutnya.

Dari keterangan saksi yang diperiksa sudah mendukung sebagai alat bukti hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Bulungan, Joko menambahkan, dalam kasus ini ada beberapa barang bukti yang diamakan.“Kebanyakan barang bukti yang diamakan berupa dokumen,” ungkapnya.

Untuk hitungan sementara tim penyidik, nilai barang sebesar Rp 1,2 miliar dari nilai pagu anggaran Rp 2,42miliar.“Itu masih hitungan sementara dan kami akan audit lagi untuk lebih memastikan nilainya,” tuturnya. (*/jai/eza)

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pengadaan barang di lingkungan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Bulungan. Pengungkapan kasus berawal dari adanya laporan masyarakat.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bulungan, Haeru Jilly Roja’i menyampaikan, kemarin tim penyidik Kejari Bulungan telah menetapkan satu orang tersangka terkait pengadaan mesin ice flake berkapasitas 10 ton di DKP Bulungan tahun anggaran 2016.

“Satu orang yang kami tetapkan tersangka berinisial PN (53) (penyedia barang),” ungkap Haeru kepada Radar Kaltara, Jumat (18/12).

Tersangka yang berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat ini disangkakan melanggar pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18  Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Tersangka ini sudah dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan (rumah tahanan) Polres Bulungan terhitung mulai hari ini (kemarin, Red) hingga 6 Januari 2021,” bebernya.

Baca Juga :  Tak Ada Diskon Pajak Hotel dan Restoran

Kasus pengadaan barang ini berawal saat DKP Bulungan mendapatkan tugas pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bersumber dari APBN tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,42 miliar untuk pengadaan satu paket mesin ice flake berkapasitas 10 ton di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

“Modusnya barang sudah ada. Tetapi dialihkan ke pihak lain dan harganya di-mark up (menaikkan),” bebernya.

Adapun kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 600 juta. Menyoal apakah selain PN ada tersangka lain. Haeru mengatakan, sekarang ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan. “Jadi, tidak menutup kemungkinan ke depannya ada tersangka baru,” sebutnya.

Baca Juga :  Ibu Kota Sering Banjir, Akan Dibangun Drainase Model Ini

Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Untuk di DKP Bulungan sudah ada sekitar enam orang yang diperiksa sebagai saksi. “Rata-rata saksi yang diperiksa berasal dari luar kota. Seperti, Jakarta, Depok, Bekasi dan Bandung,” sebutnya.

Dari keterangan saksi yang diperiksa sudah mendukung sebagai alat bukti hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Bulungan, Joko menambahkan, dalam kasus ini ada beberapa barang bukti yang diamakan.“Kebanyakan barang bukti yang diamakan berupa dokumen,” ungkapnya.

Untuk hitungan sementara tim penyidik, nilai barang sebesar Rp 1,2 miliar dari nilai pagu anggaran Rp 2,42miliar.“Itu masih hitungan sementara dan kami akan audit lagi untuk lebih memastikan nilainya,” tuturnya. (*/jai/eza)

Most Read

Gaji dan Operasional Tak Seimbang

Perayaan Natal Tidak Sekadar Formalitas

Perbaikan Sheet Pile Telan Rp 8 M

Artikel Terbaru

/