alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

DPRD: Keterlibatan Pemdes Kunci Utama

TANJUNG SELOR – Keterlibatanpemerintah desa (pemdes) di dalam suksesnya pembangunan menjadi salah satu kunci utama. Khususnya, di tengah defisitnya anggaran ini. Oleh karenanya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan mendukung langkah pemdes yang menghibahkan sejumlah lahan dan anggaran dana desa untuk pembangunan di daerah.

Pasalnya, jika langkah itu tak dilakukan, maka ini akan membutuhkan rentan waktu yang lama dan anggaran yang cukup besar dalam melakukan pembangungan. Di samping proses pelepasan lahan tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.

Salah satu langkah positif yang dilakukan pemdes misal pada pelepasan atau hibah lahan pada pembangunan Pelabuhan Nelayan di Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Menurutnya, ini memang tidak mudah dalam dukungan secara penuh lahan dan sebagian anggaran yang dikucurkan. Sehingga langkah ini patut untuk diberikan sebuah apresiasi yang tinggi.

Hj. Aluh Berlian, Wakil Ketua DPRD Bulungan menilai, langkah seperti itu memang sepatutnya dapat dicontoh pada pemdes lainnya. Sehingga pembangunan di daerah ini dapat semakin melaju. Meski, memang nantinya pembangunan tidak pada porsi pemda. Hanya, buah dari pembangunan itu akan berdampak secara langsung ke masyarakat itu sendiri.

“Tidak perlu memikirkan terlalu jauh soal di mana letak porsinya. Tapi, bagaimana semua dapat saling mendukung kemajuan pembangunan di daerah ini. Hingga nanti outputnya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya dalam wawancaranya kepada Radar Kaltara, Jumat (18/12).

Lanjutnya, pemdes memang dalam hal ini bersama harus melihat sebuah peluang. Maksudnya, yaitu bagaimana agar desa itu dapat semakin maju dan berkembang nantinya. Sebab, dengan semakin banyaknya pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Maka, ini secara otomatis membuahkan sebuah kesejahteraan.

Baca Juga :  Investor Antre Masuk Kaltara

“Apalagi, mengenai pelabuhan nelayan di desa itu. Jelas sangat dibutuhkan karena diketahui banyak nelayan yang mengeluh dan ingin adanya pembangunan pelabuhan tersebut,” ujarnya.

Hj. Aluh berharap, nantinya dengan adanya ‘lampu hijau’ dari pemdes setempat, akan ditopang pada OPD teknis lainnya sebagai bentuk percepatan pembangunan pelabuhan nelayan itu. Sehingga nantinya, satu persatu permasalahan di daerah ini dapat teratasi.

“Kami sebagai wakil rakyat tentu akan terus memberikan dukungan selama ini memang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mudah-mudahan adanya pembangunan pelabuhan nelayan itu dapat menjadikan satu permasalahan di daerah ini tuntas,” tukasnya.

Sebelumnya, menjelang penutupan di akhir tahun ini,nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kabupaten Bulungan mendapat ‘lampu hijau’ akan dibangunnya pelabuhan nelayan yang selama ini menjadi harapan terbesar mereka. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan secara langsung dari pemerintah desa (pemdes) setempat.

Pelabuhan nelayan akan secepatnya dibangun di awal tahun 2021 mendatang. Sebab, berdasarkan penjelasan pemdes sendiri bahwa dibangunnya pelabuhan nelayan itu nantinya dengan anggaran bersama. Yaitu, antara pemdes dan pihak instansi terkait atau berwenang nantinya. Pasalnya, dari hasil koordinasi perihal pelabuhan nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, diketahui menjadi salah satu prioritas pembangunan di tahun mendatang.

Baca Juga :  Kemenag Batal Pantau Hilal di Kaltara

Kepala Desa (Kades) Ardi Mulyo, Tri Mukadi mengungkapkan, dengan diberikannya ‘lamput hijau’ tersebut, ke depannya nelayan di wilayah yang dinakhodainya itu tidak lagi mengalami nasib perahunya yang karam setiap turun hujan. Termasuk, tertindisnya perahu di bawah kolong jembatan lantaran air tengah pasang.

“Memang dengan tidak adanya pelabuhan nelayan sejauh ini. Para nelayan terpaksa berlabuh di titik-titik yang dianggap mereka aman. Tapi, memang saat tidak turun hujan dapat dikategorikan aman. Hanya, berbanding terbalik jika kondisinya hujan ataupun air tengah pasang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh lain pemdes terhadap suksesnya pembangunan pelabuhan nelayan nantinya, Tri sapaan akrabnya menyebutkan bahwa pihak pemdes telah menghibahkan sejumlah lahan pembangunan pelabuhan nelayan. Sehingga nantinya dalam proses pembangunannya tidak sampai terjadi permasalahan lahan yang selama ini terkadang cukup menghambat jalannya pembangunan.

“Lahan yang digunakan untuk lokasi pembangunan pelabuhan nelayan adalah murni dari lahan desa. Kami pun sudah menghibahkannyaa sesuai dengan kebutuhan di lapangan dalam pembangunan pelabuhan nelayan yang representatif,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Tak sampai di situ, keseriusan pemdes setempat dalam mendukung jalannya pembangunan pelabuhan nelayan ini adalah ikut andil dalam membantu penganggaran pelabuhan nelayan itu. Yakni dengan peruntukan anggaran pada pengerukan di lokasi lahan yang dijadikan tempat dibangunan pelabuhan nelayan nantinya.

“Tapi, untuk berapa total anggarannya nanti meyesuaikan dari proses pengerjaan di lapangan. Anggaran pengerukan itu nantinya sepenuhnya dari pemdes yang membiayainya,” jelasnya. (omg/eza)

TANJUNG SELOR – Keterlibatanpemerintah desa (pemdes) di dalam suksesnya pembangunan menjadi salah satu kunci utama. Khususnya, di tengah defisitnya anggaran ini. Oleh karenanya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan mendukung langkah pemdes yang menghibahkan sejumlah lahan dan anggaran dana desa untuk pembangunan di daerah.

Pasalnya, jika langkah itu tak dilakukan, maka ini akan membutuhkan rentan waktu yang lama dan anggaran yang cukup besar dalam melakukan pembangungan. Di samping proses pelepasan lahan tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.

Salah satu langkah positif yang dilakukan pemdes misal pada pelepasan atau hibah lahan pada pembangunan Pelabuhan Nelayan di Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Menurutnya, ini memang tidak mudah dalam dukungan secara penuh lahan dan sebagian anggaran yang dikucurkan. Sehingga langkah ini patut untuk diberikan sebuah apresiasi yang tinggi.

Hj. Aluh Berlian, Wakil Ketua DPRD Bulungan menilai, langkah seperti itu memang sepatutnya dapat dicontoh pada pemdes lainnya. Sehingga pembangunan di daerah ini dapat semakin melaju. Meski, memang nantinya pembangunan tidak pada porsi pemda. Hanya, buah dari pembangunan itu akan berdampak secara langsung ke masyarakat itu sendiri.

“Tidak perlu memikirkan terlalu jauh soal di mana letak porsinya. Tapi, bagaimana semua dapat saling mendukung kemajuan pembangunan di daerah ini. Hingga nanti outputnya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya dalam wawancaranya kepada Radar Kaltara, Jumat (18/12).

Lanjutnya, pemdes memang dalam hal ini bersama harus melihat sebuah peluang. Maksudnya, yaitu bagaimana agar desa itu dapat semakin maju dan berkembang nantinya. Sebab, dengan semakin banyaknya pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Maka, ini secara otomatis membuahkan sebuah kesejahteraan.

Baca Juga :  Miliki Sarang Burung, AM Dibekuk Polisi

“Apalagi, mengenai pelabuhan nelayan di desa itu. Jelas sangat dibutuhkan karena diketahui banyak nelayan yang mengeluh dan ingin adanya pembangunan pelabuhan tersebut,” ujarnya.

Hj. Aluh berharap, nantinya dengan adanya ‘lampu hijau’ dari pemdes setempat, akan ditopang pada OPD teknis lainnya sebagai bentuk percepatan pembangunan pelabuhan nelayan itu. Sehingga nantinya, satu persatu permasalahan di daerah ini dapat teratasi.

“Kami sebagai wakil rakyat tentu akan terus memberikan dukungan selama ini memang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mudah-mudahan adanya pembangunan pelabuhan nelayan itu dapat menjadikan satu permasalahan di daerah ini tuntas,” tukasnya.

Sebelumnya, menjelang penutupan di akhir tahun ini,nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kabupaten Bulungan mendapat ‘lampu hijau’ akan dibangunnya pelabuhan nelayan yang selama ini menjadi harapan terbesar mereka. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan secara langsung dari pemerintah desa (pemdes) setempat.

Pelabuhan nelayan akan secepatnya dibangun di awal tahun 2021 mendatang. Sebab, berdasarkan penjelasan pemdes sendiri bahwa dibangunnya pelabuhan nelayan itu nantinya dengan anggaran bersama. Yaitu, antara pemdes dan pihak instansi terkait atau berwenang nantinya. Pasalnya, dari hasil koordinasi perihal pelabuhan nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, diketahui menjadi salah satu prioritas pembangunan di tahun mendatang.

Baca Juga :  Pilgub Kaltara, Undun Masih Lihat Situasi, Irianto Siap Beri Kejutan

Kepala Desa (Kades) Ardi Mulyo, Tri Mukadi mengungkapkan, dengan diberikannya ‘lamput hijau’ tersebut, ke depannya nelayan di wilayah yang dinakhodainya itu tidak lagi mengalami nasib perahunya yang karam setiap turun hujan. Termasuk, tertindisnya perahu di bawah kolong jembatan lantaran air tengah pasang.

“Memang dengan tidak adanya pelabuhan nelayan sejauh ini. Para nelayan terpaksa berlabuh di titik-titik yang dianggap mereka aman. Tapi, memang saat tidak turun hujan dapat dikategorikan aman. Hanya, berbanding terbalik jika kondisinya hujan ataupun air tengah pasang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh lain pemdes terhadap suksesnya pembangunan pelabuhan nelayan nantinya, Tri sapaan akrabnya menyebutkan bahwa pihak pemdes telah menghibahkan sejumlah lahan pembangunan pelabuhan nelayan. Sehingga nantinya dalam proses pembangunannya tidak sampai terjadi permasalahan lahan yang selama ini terkadang cukup menghambat jalannya pembangunan.

“Lahan yang digunakan untuk lokasi pembangunan pelabuhan nelayan adalah murni dari lahan desa. Kami pun sudah menghibahkannyaa sesuai dengan kebutuhan di lapangan dalam pembangunan pelabuhan nelayan yang representatif,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Tak sampai di situ, keseriusan pemdes setempat dalam mendukung jalannya pembangunan pelabuhan nelayan ini adalah ikut andil dalam membantu penganggaran pelabuhan nelayan itu. Yakni dengan peruntukan anggaran pada pengerukan di lokasi lahan yang dijadikan tempat dibangunan pelabuhan nelayan nantinya.

“Tapi, untuk berapa total anggarannya nanti meyesuaikan dari proses pengerjaan di lapangan. Anggaran pengerukan itu nantinya sepenuhnya dari pemdes yang membiayainya,” jelasnya. (omg/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/