alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

2020, Perekaman E-KTP Tembus 103 Persen

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat bahwa sepanjang tahun 2020, perekaman e-KTP di provinsi termuda Indonesia ini sudah tembus 103 persen.

Kepala Disdukcapil Kaltara, H. Sanusi menyebutkan, target perekaman secara nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2020 untuk di Kaltara itu sudah terlampaui.

“Dari target yang ditetapkan pusat itu, kami sudah berada di angka 103 persen. Artinya, yang dilakukan perekaman oleh pihaknya itu tidak hanya yang tercatat dari pusat, tapi juga ada tambahan,” ujarnya kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor.

Adapun, capaian bisa sampai di atas 100 persen itu karena selain target yang dilihat dari Kartu Keluarga (KK) oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri itu, juga ada tambahan orang dari luar yang pindah ke Kaltara dan belum pernah melakukan perekaman di daerah asalnya. “Jadi begitu melakukan perekaman, dia tercatat melakukan perekaman di Kaltara,” jelasnya.

Baca Juga :  Berpotensi Pungli, Rapid Test Berbayar di Provinsi Ini Disetop Sementara

Dijelaskannya, untuk perekaman itu dilakukan setelah seseorang itu berusia 17 tahun. Namun, hal itu juga dapat dilakukan terhadap mereka yang masih berusia 16 tahun. Tapi untuk yang masih berusia 16 tahun ini, e-KTP-nya baru dapat diterbitkan dan diserahkan setelah yang bersangkutan berusia 17 tahun.

“Pastinya kinerja kita itu dapat dikatakan baik jika target yang ditetapkan tercapai atau terlampaui. Nah, itu kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Demikian juga untuk tahun 2021, tentu nanti juga akan ditargetkan lagi oleh pemerintah pusat berapa yang harus dilakukan perekaman e-KTP-nya sepanjang tahun. Biasanya, awal tahun itu sudah disampaikan oleh pusat ke daerah. “Biasanya itu akan disampaikan pada saat rakor (rapat koordinasi). Sekarang kami juga masih menunggu itu,” sebutnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Ucapan Mau Panjang atau Pendek..!! Ditembak Penabur di Kepala

Selain itu, mantan Penjabat (Pj) Bupati Tana Tidung ini juga menyebutkan bahwa yang dikejar penyelesaian perekamannya sebelum pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020 lalu, itu hanya berhasil direkam sekitar 99 persen.

“Itu (99 persen) dari DPT (daftar pemilih tetap) yang belum dilakukan perekaman. Selebihnya yang berjumlah kurang dari 1.000 jiwa itu tidak ter-backup,” tuturnya.

Akan tetapi hal itu sudah dirapatkan oleh pihaknya dan diketahui bahwa sejumlah orang yang tidak terekam itu berada di luar negeri, yakni di Malaysia. Ada yang bekerja dan ada juga yang sekolah. “Di sini kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi mereka memang belum pulang-pulang ke Indonesia (Kaltara) sehingga perekaman tidak dapat dilakukan,” tuturnya. (iwk/eza)

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat bahwa sepanjang tahun 2020, perekaman e-KTP di provinsi termuda Indonesia ini sudah tembus 103 persen.

Kepala Disdukcapil Kaltara, H. Sanusi menyebutkan, target perekaman secara nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2020 untuk di Kaltara itu sudah terlampaui.

“Dari target yang ditetapkan pusat itu, kami sudah berada di angka 103 persen. Artinya, yang dilakukan perekaman oleh pihaknya itu tidak hanya yang tercatat dari pusat, tapi juga ada tambahan,” ujarnya kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor.

Adapun, capaian bisa sampai di atas 100 persen itu karena selain target yang dilihat dari Kartu Keluarga (KK) oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri itu, juga ada tambahan orang dari luar yang pindah ke Kaltara dan belum pernah melakukan perekaman di daerah asalnya. “Jadi begitu melakukan perekaman, dia tercatat melakukan perekaman di Kaltara,” jelasnya.

Baca Juga :  Lakukan Koordinasi hingga Persiapkan SDM

Dijelaskannya, untuk perekaman itu dilakukan setelah seseorang itu berusia 17 tahun. Namun, hal itu juga dapat dilakukan terhadap mereka yang masih berusia 16 tahun. Tapi untuk yang masih berusia 16 tahun ini, e-KTP-nya baru dapat diterbitkan dan diserahkan setelah yang bersangkutan berusia 17 tahun.

“Pastinya kinerja kita itu dapat dikatakan baik jika target yang ditetapkan tercapai atau terlampaui. Nah, itu kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Demikian juga untuk tahun 2021, tentu nanti juga akan ditargetkan lagi oleh pemerintah pusat berapa yang harus dilakukan perekaman e-KTP-nya sepanjang tahun. Biasanya, awal tahun itu sudah disampaikan oleh pusat ke daerah. “Biasanya itu akan disampaikan pada saat rakor (rapat koordinasi). Sekarang kami juga masih menunggu itu,” sebutnya.

Baca Juga :  Dua Penumpang Positif Covid-19

Selain itu, mantan Penjabat (Pj) Bupati Tana Tidung ini juga menyebutkan bahwa yang dikejar penyelesaian perekamannya sebelum pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020 lalu, itu hanya berhasil direkam sekitar 99 persen.

“Itu (99 persen) dari DPT (daftar pemilih tetap) yang belum dilakukan perekaman. Selebihnya yang berjumlah kurang dari 1.000 jiwa itu tidak ter-backup,” tuturnya.

Akan tetapi hal itu sudah dirapatkan oleh pihaknya dan diketahui bahwa sejumlah orang yang tidak terekam itu berada di luar negeri, yakni di Malaysia. Ada yang bekerja dan ada juga yang sekolah. “Di sini kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi mereka memang belum pulang-pulang ke Indonesia (Kaltara) sehingga perekaman tidak dapat dilakukan,” tuturnya. (iwk/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/