alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Perampok Bersenpi Kejar-kejaran dengan Nelayan di Perairan Ini

TANJUNG SELOR – Aksi perampokan kembali terjadi di perairan Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Bahkan, kelompok perampok nelayan itu sempat mengancam korbannya menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis penabur.

Penyuluh Perikanan Swadaya Pulau Bunyu, Hariyono mengatakan, aksi perampokan ini terjadi, Selasa (19/7) sekitar pukul 10.00 WITA.Saat kejadian, sempat dwarnai aksi kejar-kejaran perampok terhadap nelayan tersebut.

“Perahu nelayan itu juga sempat beberapa kali bertabrakan dengan speedboat perampok,” kata Hariyono kepada Radar Kaltara, Rabu (20/7).

Dalam aksinya, para perampok yang berjumlah dua orang ini sempat melepaskan satu tembakan dari jarak dekat. Namun, tidak berhasil mengenai korban.

Sebenarnya, sejak awal menurunkan pukat, perampok sudah mengikuti nelayan tersebut. Mengetahui hal tersebut, korban pun berupaya untuk menyelamakan diri.

Baca Juga :  Karnaval Bedug Sahur, Gubernur dan Bupati Tari Jepen

“Informasi dari nakhoda waktu kejadian itu mereka tidak memiliki senjata tajam, sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk melawan perampok,” bebernya.

Untuk menghindari dari kejaran perampok, para nelayan pun menepi di pinggir pantai untuk meminta pertolongan kepada security (petugas kemanan) di salah satu perusahaan di Bunyu.

“Nah, sampai di pinggir pantai perampok itu langsung berputar arah. Mereka (korban) ini nelayan pemukat udang. Iya, nelayan kita. Rajab,” ungkapnya.(*)






Reporter: Fijai Pasaruja

TANJUNG SELOR – Aksi perampokan kembali terjadi di perairan Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Bahkan, kelompok perampok nelayan itu sempat mengancam korbannya menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis penabur.

Penyuluh Perikanan Swadaya Pulau Bunyu, Hariyono mengatakan, aksi perampokan ini terjadi, Selasa (19/7) sekitar pukul 10.00 WITA.Saat kejadian, sempat dwarnai aksi kejar-kejaran perampok terhadap nelayan tersebut.

“Perahu nelayan itu juga sempat beberapa kali bertabrakan dengan speedboat perampok,” kata Hariyono kepada Radar Kaltara, Rabu (20/7).

Dalam aksinya, para perampok yang berjumlah dua orang ini sempat melepaskan satu tembakan dari jarak dekat. Namun, tidak berhasil mengenai korban.

Sebenarnya, sejak awal menurunkan pukat, perampok sudah mengikuti nelayan tersebut. Mengetahui hal tersebut, korban pun berupaya untuk menyelamakan diri.

Baca Juga :  Pembangunan Makorem Sudah 85 Persen

“Informasi dari nakhoda waktu kejadian itu mereka tidak memiliki senjata tajam, sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk melawan perampok,” bebernya.

Untuk menghindari dari kejaran perampok, para nelayan pun menepi di pinggir pantai untuk meminta pertolongan kepada security (petugas kemanan) di salah satu perusahaan di Bunyu.

“Nah, sampai di pinggir pantai perampok itu langsung berputar arah. Mereka (korban) ini nelayan pemukat udang. Iya, nelayan kita. Rajab,” ungkapnya.(*)






Reporter: Fijai Pasaruja

Most Read

Artikel Terbaru

/